Asia Highlights
Vol I No 01 - Oktober 2002
Taiwan Semiconductor Pasok Chip ke Nvidia

Taiwan Semiconductor Manufacturing Co (TSM), pemasok chip pesanan terbesar dunia, akan melanjutkan pembuatan silicon wafer bagi Nvidia, demikian dilaporkan harian Commercial Times, mengutip para pejabat di TSM.

Seperti diketahui, Nvidia, produsen chip grafis terkemuka dunia dan juga pelanggan terbesar TSM, telah menghentikan pemesanan 80.000 silicon wafer pada bulan Juli, dimana jumlah ini merupakan sepertiga dari kapasitas total TSM. Nvidia kemungkinan memperbarui pesanan tersebut setelah Hewlett Packard Co. mengumumkan akan memproduksi jajaran PC baru, yang menggunakan chip buatan Nvidia, kata harian tersebut.

Awal Agustus lalu, Nvidia mengumumkan penurunan profit sebesar 84 persen akibat pertumbuhan penjualan semakin lesu dan perusahaan ini telah menurunkan harga beberapa chipnya yang diperkirakan kurang laku. Sementara itu, TSM mengatakan bahwa kapasitas produksinya akan turun menjadi sekitar 70 persen di triwulan ketiga tahun ini, dari 85 persen pada triwulan sebelumnya.

HONG KONG Pilih Solusi CRM Siebel

Pemerintah Hong Kong telah mengimplementasikan piranti lunak customer relationship management (CRM) dari Siebel System di sistem call center-nya,

Dengan karyawan sebanyak 70 orang, fasilitas baru ini menangani berbagai pertanyaan dan laporan dari masyarakat ke lebih dari sepuluh lembaga, termasuk di antaranya Departemen Perlindungan Lingkungan, Departemen Transportasi, dan Departemen Pangan dan Kesehatan Lingkungan.

Sebelumnya, badan-badan pemerintahan tersebut mengelola pertanyaan-pertanyaan secara terpisah, dengan menggunakan saluran hotlines yang berbeda. Petugas layanan juga harus mengambil data historis pelanggannya dari berbagai sumber dengan saluran interaksi berupa Internet, telepon, fax dan surat, jelas Siebel dalam suatu pernyataan.

Namun, sejak call center dengan solusi Seibel 7-nya mulai berfungsi bulan Juli lalu, pengoperasiannya telah menjadi terpusat dengan petugas layanan mengakses informasi kliennya dari sebuah database yang terkonsolidasi, klaim Siebel.

Para petugas juga mampu dengan segera menjawab lebih 90 persen dari 3.000 pertanyaan setiap harinya, ujar produsen piranti lunak tersebut. Hasil seperti belum pernah terjadi sebelumnya.
Di wilayah Asia Pasifik, para pelanggan Siebel antara lain Department of Community Services di Australia, Hong Kong Post dan juga Hong Kong & China Gas.•

Singapura Bangun Infrastruktur e-Gov

Badan bantuan dunia World Bank Group telah memilih perusahaan Singapura, Ecquaria Technologies untuk membangun infrastruktur e-Government untuk Meksiko. Dengan dibangunnya infrastruktur ini diharapkan akan mempermudah akses masyarakat Meksiko untuk mengakses berbagai layanan pemerintah, seperti pendaftaran perusahaan baru dan surat izin mengemudi melalui Internet.

World Bank Group, yang menyediakan pinjaman dan hibah ke negara-negara berkembang mendanai proyek ini, namun tidak disebutkan berapa nilainya.

Piranti lunak buatan Ecquaria yang bernama Service-Oriented Platform akan menjadi pusat penyediaan layanan masyarakat ini dengan mengintegrasikan database berbagai badan pemerintah yang tersebar.
Visi “One Government” Meksiko ini akan memungkinkan berbagai lembaga saling berkolaborasi dan berbagi pengetahuan guna menyediakan layanan terintegrasi sepanjang waktu, ujar Paul Leong, wakil presiden Business Development Ecquaria.

“Dengan e-Government, pendaftaran usaha baru, misalnya, akan membutuhkan hanya satu titik interaksi daripada harus berurusan dengan banyak pihak,” ujar Leong. Selain mengurangi birokrasi, transformasi digital ini juga akan menghapus korupsi, tambahnya.

Ecquaria menghabiskan sekitar 7,4 juta dolar AS dan waktu satu setengah tahun untuk mengembangkan sistem middleware. Perusahaan ini pulalah yang membangun situs Web layanan masyarakat milik pemerintah Singapura, yang menangani 500 jenis transaksi, termasuk pendaftaran akta kelahiran dan aplikasi pemilikan rumah.

Didirikan pada tahun 1998, Ecquaria memperkerjakan 110 karyawan di Singapura, Cina, Hong Kong, Thailand dan AS. Kabarnya, pemerintah Cina, Australia, Thailand, Hong Kong, Slovenia dan Spanyol menunjukkan minat terhadap sistem yang dikembangkannya.•

India Perluas Jaringan Telekomunikasinya

Industri telekomunikasi India, kini tengah berbenah diri meningkatkan layanannya. Beberapa perusahaan akan menanam investasi miliaran dolar di infrastruktur telekomunikasinya.

Reliance Infocom, misalnya, akan bekerja sama dengan Videsh Sanchar Nigam Limited (VSNL) membangun infrastruktur sambungan langsung jarak jauh domestik dan dengan Bharti Televentures untuk infrastruktur sambungan langsung internasionalnya. Reliance Infocom akan meluncurkan layanan broadband dan telah menyiapkan jaringan sepanjang 60.000 km dengan investasi lebih dari 5 miliar dolar AS.

Perusahaan telekomunikasi milik pemerintah India pun tidak mau ketinggalan. Bharat Sanchar Nigam Limited (BSNL) akan menambah tujuh juta sambungan pada jaringan fixed linenya, sehingga total menjadi lebih dari 40 juta sambungan pada Maret 2003.

Total pesanan peralatan layanan fixed line itu diperkirakan bernilai lebih dari 1,2 miliar dolar AS. Namun, sebagian besar investasi akan dialokasikan untuk jaringan selular GSM. Dengan 7,6 juta pelanggan GSM pada Juli 2002, diperkirakan akan mencapai 12 juta pelanggan pada Maret 2003, bahkan 50 juta pelanggan Maret 2005. Tarif yang terus turun, meningkatnya kompetisi dan diluncurkannya layanan telephony Wireless in Local Loop (WiLL) adalah faktor tumbuhnya pasar GSM.

Reliance akan meluncurkan layanan WiLL berbasis standar Code Division Multiple Access (CDMA), bukan berbasis GSM melintasi 18 wilayah tahun depan.

Sementara BSNL, investor terbesar di infrastruktur selular GSM, bulan lalu meluncurkan jaringan dengan 4 juta sambungan di seluruh negeri, dan akan meluncurkan “layanan mobile dengan harga terjangkau” di 1.000 kota di seluruh India dalam 12 bulan mendatang.•

2003:Satelit Broadband iPSTAR di Asia

Salah satu operator satelit terbesar di Asia yang bermarkas di Thailand, Shin Satellite Public Company Limited, sebelumnya dikenal sebagai Shinawatra Satellite Public Company Limited, telah memberi kontrak senilai lebih dari 20 juta dolar ke Andrew Corporation untuk merancang dan memasang suatu jaringan yang terdiri dari 18 gateway stasiun bumi di seluruh Australia, Asia dan Selandia Baru.

Instalasi jaringan ini ditargetkan akan dimulai pertengahan 2003 dan akan digunakan untuk menangani sistem satelit broadband iPSTAR milik Shin Satellite, suatu sistem yang memasok layanan komunikasi broadband yang murah, berkapasitas tinggi, direct-to-desktop dan bersifat dua arah ke pengguna.

Layanan yang tersedia akan meliputi akses Internet, layanan akses broadband masal, Virtual Private Networking (VPN) melalui iPSTAR, video conferencing dan Voice Service iPSTAR.

Rekanan Shin Satellite dalam R&D telah mengembangkan teknik coding dan kompresi digital efisiensi tinggi, dengan arsitektur sistem yang unik dan fleksibel yang memungkinkan sistem satelit broadband iPSTAR menyediakan kapasitas nominal di atas 40 gigabit per detik. Ini setara dengan lebih dari 1.000 transponder 36MHz standar, atau 20 kali lebih efisien dibandingkan teknologi satelit konvensional.

Shin Satellite berniat meluncurkan satelit iPSTAR pertama (“iPSTAR-1) pada akhir 2003. Bila terlaksana, iPSTAR-1 akan mencakup seluruh wilayah Asia Pasifik, dari Australia sampai Kamboja, Cina, Indonesia, Jepang, Korea, India, Malaysia, Myanmar, Selandia Baru, Thailand, Pilipina dan Vietnam. Satelit ini akan bersaing menyediakan layanan akses broadband dengan solusi terestrial seperti digital subscriber line (DSL) dan cable modem.•

AB Vietnam Terjun ke Bisnis ISP

Badan usaha milik Angkatan Bersenjata Vietnam, Electronic and Telecommunications Co. (Vietel) telah memenangkan kontrak menjadi penyedia jasa layanan Internet (Internet Service Provider, ISP) kelima di negara tersebut. Layanan Internet, yang sedianya akan dimulai September ini, mula-mula hanya akan mencakup kota Hanoi dan Ho Chi Minh City.

Selain akan menerapkan biaya koneksi sebagaimana diatur Departemen General of Posts and Telecommunication (DGPT), Vietel diizinkan untuk menawarkan promosi harga diskon pada awal pengoperasiannya.

Empat perusahaan lainnya yang akan bersaing dengan Vietel di bisnis ISP Vietnam adalah Vietnam Data Communications Co. (VDC), Corporation for Financing and Promoting Technology (FPT), Saigon Net dan Net Nam.

Selain bisnis ISP, Vietel juga telah menerima lampu hijau untuk memasuki pasar fixed line. Selama ini, Vietel telah menyediakan jasa saluran jarak jauh berharga murah dengan layanan 178-nya, dengan dukungan dari badan usaha milik negara lainnya, Viet Nam Posts and Telecommunication Corp (VNPT). Selain telepon fixed line, jaringan telepon seluler Vietel juga dijadwalkan akan mulai beroperasi pada triwulan pertama tahun depan.•


© 2003 eBizzAsia. All rights reserved.