UUN
WIDHI UNTORO
Managing Director, PT IFS Indonesia
Seorang pakar pernah menyampaikan pikirannya bahwa salah satu
usaha-usaha manusia yang paling besar adalah mengalahkan waktu.
Membuat alat transportasi yang cepat sehingga mampu memindahkan
manusia atau barang dari satu tempat ke tempat lain. Maka
dihasilkan pesawat terbang yang mampu melakukan tugas tersebut
dengan kecepatan melebihi kecepatan suara. Membuat alat komunikasi
canggih sehingga informasi dapat disampaikan dengan sangat
cepat. Maka ditemukan elektron sebagai pembawa data. Merasa
kecepatan electron terlalu lambat maka manusia terus berusaha
dan ditemukan fiber optic sebagai pembawa data dengan kecepatan
cahaya.
Semua penemuan-penemuan monumental tersebut masih belum mampu
memuaskan keinginan manusia dalam “perang” melawan
waktu. Perang tersebut terus merambah keberbagai bidang penerapan
tidak terbatas hanya memindahkan barang atau informasi, namun
juga antisipasi terhadap resiko dimasa yang akan datang. Maka
manusia menemukan produk dan jasa-jasa baru dalam usahanya
tersebut seperti halnya asuransi. Asuransi sebagai suatu jasa
yang memberikan perlindungan terhadap resiko yang mungkin
terjadi terhadap harta benda, jiwa manusia atau bahkan kerugian
dari usaha-usaha yang dilakukannya.
Bisnis asuransi saat ini terus berkembang sesuai dengan perkembangan
kebutuhan manusia yang terus berubah sesuai jaman. Pemanfaatan
teknologi dalam bisnis asuransi terutama teknologi informasi
sudah tidak terelakan lagi. Tuntutan kecepatan dan kemudahan
menjadi pendorong pemanfaatan teknologi informasi tersebut.
Sebagai contoh seorang agen penjualan asuransi dapat memanfaatkan
eService Order untuk mempercepat dan memudahkan proses penjualan
produknya. eService Order ini adalah mobile system yang bisa
dibawa dalam saku. eService Order ini bekerja dengan menggunakan
mobile computing device seperti PDA, handphone, atau PDA-phone
yang diinstal perangkat lunak untuk memproses data-data penjualan
dan dihubungkan dengan jaringan ke server dikantor pusat.
Sehingga semua proses penjualan dan persetujuan kantor pusat
dapat dilakukan secara on-line dari PDA-phone agen asuransi
tersebut.
Keunggulan penerapan eService Order adalah penjualan dapat
dilakukan secara cepat dan mudah. Interaksi dengan kantor
pusat juga dapat dilakukan online. Administrasi penjualan
seperti halnya pelaporan penjualan, pelaporan biaya dan lain
sebagainya dapat diperoleh secara otomatis. Kualitas data
pelanggan juga meningkat, sehingga segmentasi dan analisa
dapat dilakukan dengan lebih baik.
eService Order tersebut biasanya dilengkapi dengan eService
Center yaitu suatu portal web yang berisi pelayanan perusahaan
asuransi yang bisa diakses oleh pemegang polis dari komputernya.
Konten eService Center tersebut bisa di-personalized sesuai
dengan kebutuhan peng-akses-nya. Misalnya kebijakan insurer
memberikan bonus bagi pemegang polis asuransi kerugian yang
tidak ada klaim selama kurun waktu tertentu, maka seorang
pemegang polis asuransi bisa mengaktifkan notifikasi SMS ke
handphone-nya kalau meraih bonus. Dan tentu saja personalized
content lainnya yang relevan bagi seorang pemegang polis asuransi
seperti “tracking claim status” dan lain sebagainya.
eService Center ini lebih ditujukan untuk menjalin interaksi
perusahaan asuransi dengan pelanggan-pelanggannya serta calon
pelanggan yang ingin mengetahui produk dan pelayanan yang
diberikan. Semua proses interaksi dengan pelanggan dan calon
pelanggan tersebut akan disimpan didalam database sehingga
analisa-analisa mendalam dapat dilakukan. Dengan hasil analisa
yang didukung informasi tersebut perusahaan asuransi akan
mampu terus memenuhi kebutuhan pelanggan dan calon pelanggan
dengan baik. Baik berupa program untuk menarik pelanggan baru,
meningkatkan loyalitas pelanggan maupun untuk memperluas pasar
dengan cross selling dan up selling. Dari interaksi tersebut,
perusahaan asuransi juga akan mudah membentuk daftar jawaban
FAQ – Frequently Asked Question yang bisa diakses oleh
pengguna.
Menariknya, eService Center ini akan menjadi media yang menyatukan
multi point of interactions, memberikan kemampuan customer
self services, serta memberikan dukungan menyeluruh terhadap
daur hidup pelanggan. Penggabungan eService Center dengan
eService Order akan membuat solusi menjadi lengkap karena
eService Order mampu memberikan dukungan informasi pelanggan
dan penjualan dari tingkat lapangan.
Lalu apa saja yang harus diperhatikan supaya sukses mengimplementasikannya
? Yang pertama adalah keengganan merubah cara kerja. Ini adalah
salah satu batu sandungan yang cukup serius. Kedua adalah
persiapan infrastruktur pendukung. Mulai dari pemilihan perangkat
keras, perangkat lunak, menentukan vendor komunikasi serta
aspek security transaksi. Ketiga adalah pendidikan dan pelatihan
sumberdaya manusia untuk dapat menguasai teknologi tersebut.
Ibaratnya adalah adanya perubahan “kendaraan”
perusahaan. Jika sebelumnya sumberdaya manusia yang ada bisa
mengendalikan mobil, maka dengan adopsi teknologi baru tersebut
dituntut mengendalikan pesawat terbang.
Aspek yang tidak kalah pentingnya adalah bagaimana membuat
investasi tersebut bisa kembali secepatnya. Untuk itu sangat
disarankan pendekatan implementasi step-by-step atau modular
dalam suatu pilot proyek. Hasil dari pilot proyek tersebut
bisa dievaluasi dan disempurnakan serta selanjutnya baru di
roll out lebih luas lagi. Dengan pendekatan ini selain lebih
hemat juga akan memberikan perlindungan dari kedaluwarsanya
teknologi perangkat keras yang dibeli dari perkembangan-perkembangan
baru yang terjadi.
Nah dengan berbekal senjata eService Center dan eService Order
ini, maka industri asuransi akan satu langkah maju dalam perannya
memberikan andil bagi kemanusiaan dalam perangnya melawan
sang waktu.•
foto-foto: LS Widiyanto
|