Feature Volume I Nomor 04 - Februari 2003
Call Center
 

... continued from previous page

Tahun 1764, ketika mesin pemintal katun diperkenalkan memicu terjadinya revolusi industri. Tahun 1784, waktu pemintalan katun berkurang dari harian menjadi berapa jam. Harga pun melorot 70% sedang kapasitas produksi melonjak 25 kali. Interval tersebut serupa antara ENIAC dan IBM 360. Kondisi ini bertahan sebelum mesin cotton gin temuan Eli Whitney diperkenalkan. Mesin ini mendorong penurunan harga cotton yarn lebih dari 90%, dan terjadi hanya dalam 50-60 tahun setelah revolusi industri.

Ini sama pentingnya dengan penurunan ongkos dan kecepatan distribusi teknologi percetakan baru yang berimbas pada makna informasi itu sendiri. Buku cetak pertama berupa Injil Gutenberg yang ditulis dalam bahasa Latin, memuat apa yang ditulis tangan oleh para biarawan jauh sebelumnya. Hanya 20 tahun setelah penemuan Gutenberg, buku cetak editor kontemporer pun bermunculan, sekalipun tetap dalam bahasa Latin.

Sepuluh tahun kemudian, buku cetak dalam bahasa Yunani dan Israil kuno mulai diluncurkan. Sejalan dengan cetakan dalam berbagai bahasa Eropa dimulai dengan bahasa Inggris. Pada tahun 1476, 30 setelah Gutenberg, pencetak Inggris William Caxton menerbitkan buku teka-teki silangnya. Pada tahun 1500, literatur popular tidak lagi menjadi hal asing. Bukan hanya epik, tapi juga prosa diterbitkan dalam bentuk buku.

Revolusi percetakan telah mengubah pranata-pranata, termasuk sistem pendidikan. Dalam dekade berikutnya, berbagai perguruan tinggi didirikan di seluruh Eropa tapi institusi ini didirikan tidak lagi untuk pendidikan keagamaan dan studi theologia. Perguruan tinggi tersebut didirikan untuk mempelajari berbagai disiplin, mulai dari hukum, kedokteran dan kesehatan, matematika, dan ilmu alam.

Percetakan berdampak luar bisa, sebenarnya merupakan inti aktivitas gereja di Eropa sebelum masa Gutenberg. Percetakan telah memungkin revolusi kaum Protestan. Pendahulunya, reformator John Wycliffe dari Inggris dan John Huss dari Bohemia telah bertemu dengan respon polar yang sangat entusiastis tapi bisa tersebar dan berjalan dengan cepat. Api tersebut masih bisa dilokalisasi serta ditekan. Ini tidak terjadi pada Luther yang memampangkan 95 tesisnya pada pintu-pintu gereja di Jerman. Ia tidak hanya bertujuan menantang dibukanya kembali perdebatan yang sudah lama terkubur di bawah gereja. Semua pampletnya dicetak dan disebarkan gratis ke seluruh pelosok Jerman dan Eropa kemudian. Pampletnya telah tersebut menginisiasikan bola api keagamaan ke dalam reformasi.

Apakah abad penemuan akan bisa berlangsung, yang dimulai pada paruh abad ke 15, tanpa kehadiran mesin-mesin cetak? Percetakan telah mempublikasikan kemajuan-kemajuan yang dicapai pelaut Portugis di sepanjang pantai Afrika dalam usaha mencari rute laut baru ke India. Hasil cetakan juga telah menuntun Columbus dengan peta bumi pertama, sekalipun salah, ke daerah-daerah eksotis baru seperti Cina dan Jepang, yang dikisahkan terletak di seberang Barat horison. Percetakan memungkinkan pencatatan hasil penjelajahan laut secara cepat dan menghasilkan peta bumi baru yang lebih handal. Perubahan nonekonomis tidak dapat dikuantifikasikan. Tapi, dampaknya terhadap masyarakat, pendidikan dan kebudayaan dari revolusi tersebut sangat cepat dan meluas. Ini bisa diperbandingkan dengan revolusi informasi saat ini.

Hal terpenting dari revolusi informasi dapat ditemukan dalam keberuntungan bagi para teknolog. Revolusi percetakan telah menghasilkan kelas baru yaitu teknolog informasi yang belum ada sebelumnya. Ini serupa dengan revolusi informasi sekarang yang menghasilkan pebisnis informasi, MIS, dan spesialis IT, desainer piranti lunak dan CIO. Komunitas TI sebelumnya terbatas pada ahli cetak. Sesuatu pekerjaan yang tidak pernah eksis dan terbayangkan sebelum tahun 1455. Mereka bermunculan di seluruh Eropa dalam masa 25 tahun setelahnya dan menjadi bintang saat itu.

Berbeda dengan craftsmen terdahulu, mereka merupakan tokoh besar. Perusahaan dan pengelolanya menjadi terkenal di seluruh Eropa. Mungkin ini bisa disamakan dengan merek komputer dan perusahaan piranti lunak yang dikenal dan dihormati saat ini. Para pencetak ditemui para raja, ratu dan paus dan saudagar kaya; serta bermandikan uang dan kehormatan.

Pencetak yang terkenal adalah Aldus Manutius dari Venesia, Italia. Manutius sadar bahwa dengan plat yang sama bisa diproduksi ribuan cetakan. Pada tahun 1515, percetakannya menghasilkan 1000 buku yang merupakan buku produksi massal dengan harga rendah untuk pertama kalinya. Ia mendirikan percetakan tidak hanya mencetak buku dalam bahasa Latin, tapi juga mencetak karya-karya penulis kontemporer untuk pertama kalinya. Perusahaannya menerbitkan sekitar 1.000 judul.

Penerbit besar lainnya dalah Christophe Plantin dari Antwerpen. Karirnya bermula dari pekerja kelas bawah yang berhasil membangun percetakan terkenal dan terbesar dalam sejarah Eropa. Dengan mengombinasikan dua teknologi baru, percetakan dan engraving, Plantin mengawali buku bergambar pertama kalinya. Ia menjadi sangat kaya sehingga mampu membangun istana pribandinya yang kini menjadi musium buku.

Pada 1580, para pencetak dengan berfokus pada teknologi telah menjadi craftsmen yang handal dan saudagar terhormat. Tapi tidak otomatis menjadi bagian dari kelas atas. Posisi mereka kemudian digantikan apa yang kemudian kita sebut sebagai penerbit. Mereka telah merubah masyarakat dan perusahaan untuk berfokus pada “I” dalam “IT”.

Pergeseran ini telah berlangsung dengan datang teknologi baru yang berdampak pada pemahaman akan informasi. Di dalamnya, pergeseran terjadi pada pengertian dan fungsi dari institusi-institusi kunci pada abad ke 15 seperti gereja dan universitas. Hal serupa juga terjadi pada saat ini, yang mana kita menemukan diri kita dalam gelombang yang menggeser bisnis informasi. Ini membawa kita pada redefinisi fungsi dan tujuan bisnis itu sendiri.

Hal ini merupakan pelajaran yang bisa diambil bagi para teknolog informasi saat ini, para CIO, desainer dan developer piranti lunak, dan untuk menekuni hukum Moore lebih lanjut.•

Back to previous page

© 2003 eBizzAsia. All rights reserved