Feature Volume I Nomor 04 - Februari 2003
Call Center
Revolusi informasi selanjutnya lebih fokus pada mendefinisikan kembali apa sesungguhnya bisnis suatu perusahaan – penciptaan nilai dan kekayaan.
 

oleh Peter F. Drucker

Dalam 10-15 tahun mendatang, pengembangan data terutama informasi eksternal korporasi akan menjadi garis depan terbaru. Sekalipun pekerjaan ini sudah mulai dilakukan, tapi tidak oleh orang-orang MIS (Management Information Systems) dan TI (teknologi informasi), tapi justru oleh manajemen puncak dari perusahaan berskala kecil-menengah dan bisnis yang sangat terspesialisasi dalam peran mereka selaku eksekutif pemasaran. Jadi, hanya sedikit dari orang-orang MIS dan TI yang menyadari tantangan tersebut atau telah bersiap ke arah tersebut.

Revolusi informasi telah dimulai dalam sektor bisnis tertentu dan sebagian telah berlangsung jauh dari dugaan banyak pihak. Tetapi, masih terpusatkan pada pendidikan dan kesehatan. Namun, akan berdampak perubahan drastis pada keduanya. Saat ini, sudah bisa diterima pandapat bahwa teknologi pendidikan akan berubah dan dengan itu akan mengubah dalam strukturnya. Belajar jarak jauh, misalnya, akan sulit dilakukan dan diterima dalam waktu 25 tahun lalu dalam lembaga-lembaga di Amerika, terutama pada pendidikan undergraduate yang berdiri sendiri. Sudah jelas dan kian jelas setiap harinya perubahan-perubahan teknik tersebut membawa perubahan, dalam arti pendidikan itu sendiri.

Salah satu konsekuensi yang mungkin terjadi adalah: pusat titik berat dari pendidikan tingkat lanjut akan bergeser ke pendidikan profesional berkelanjutan dan terjadi sepanjang hidupnya. Ini berarti akan menggeser posisi kampus dan dijelmakan ke dalam banyak tempat, seperti rumah, kendaraan atau kereta komuter, kantor atau bahkan basement tempat-tempat ibadah, atau juga auditorium sekolah yang bisa dipergunakan kelompok-kelompok kecil selama berapa jam.

Dalam perawatan kesehatan, konsep akan bergeser dari pengertian memerangi penyakit menjadi upaya untuk mempertahankan fungsi mental dan fisikal. Konsep memerangi penyakit tentu masih tetap penting dalam perawatan kesehatan, tapi para pelaku bisnisnya tidak akan menekankannya lagi. Para provider kesehatan tradisional, rumah sakit dan dokter umum dapat bertahan dalam arus perubahan ini, tapi tentunya tidak dalam posisi dan perannya seperti sekarang. Dalam sektor pendidikan dan pelayanan kesehatan, penekanannya akan bergeser dari “T” dalam IT ke “I”, seperti juga yang terjadi dalam bisnis dan perekonomian. Apakah komunitas informatika dalam MIS dan TI sudah bersiap untuk itu. Saya tidak melihat adanya tanda-tanda ke arah tersebut.

Revolusi informasi saat ini sebenarnya gelombang revolusi informasi keempat dalam sejarah peradaban manusia. Yang pertama terjadi dengan penemuan huruf tulis sekitar 5-6 ribu tahun lalu di Mesopatamia, Mesir. Gelombang serupa terjadi secara independen dalam berapa ratus tahun kemudian di Cina, dan sekitar 1500 tahun kemudian gelombang yang sama terjadi juga di Suku Maya, Amerika Tengah.

Gelombang kedua terjadi saat ditemukannya buku tulis, di Cina pada 1300 SM dan di Yunani pada 800 SM. Gelombang ketiga terjadi dengan penemuan Gutenberg akan mesin cetak antara tahun 1450-1455. Gelombang ini menimbulkan riak-riak penemuan dan pengembangan engraving.

Memang jarang ditemukan dokumen-dokumen tertulis dari kedua gelombang awal, tapi kita tahu pasti bagaimana dampaknya di Yunani, Roma dan Cina. Dalam kenyataannya, peradaban dan sistem pemerintahan Cina masih didasari penemuan dan pengembangan itu. Tapi kita menembukan bukti berlimpah dari gelombang ketiga dengan teknik percetakan dan engraving. Masalahnya, apakah ada yang bisa dipelajari saat ini dari temuan-temuan itu?

Saat ini, banyak yang yakin bahwa revolusi informasi sekarang terjadi tanpa bisa diduga, terutama dalam soal pengurangan biaya, penyebaran informasi, dan kecepatan serta perluasan dampaknya. Semuanya hampir-hampir dilihat tidak masuk akal. Pada waktu Gutenberg menemukan mesin cetak, telah ada industri informasi yang luar biasa besarnya di Eropa. Malahan mungkin industri dengan tenaga kerja terbesar saat itu di sana. Bayangkan ada ratusan biara, dengan ribuan biarawan yang ahli. Setiap biarawan bekerja dari subuh hingga larut malam, menyalin buku dengan tangannya. Sebagai sebuah industri, setiap biarawan yang sudah ahli bisa menyelesaikan 4 halaman per hari, 25 halaman dalam enam hari kerja perminggu atau pertahunnya mencapai 1.200 hingga 1.300 halaman tulis tangan.

Hanya 50 tahun kemudian, pada tahun 1500, para biarawan telah menjadi pengangguran. Mereka diperkirakan 10.000 orang di seluruh Eropa diganti dengan sejumlah kecil perajin ahli dengan kualitas craftsmen yang dijuluki pencetak. Jumlahnya sekitar 1.000 orang dan tersebar di seluruh Eropa. Awalnya mereka beroperasi di kawasan Skandinavia. Untuk memproduksi buku cetak hanya diperlukan tim terdiri hingga 20 orang. Dipimpin oleh seorang pemotong kertas ahli yang dibantu bookbinders. Tim ini bisa menghasilkan 25 judul buku rata-rata 200 halaman per buku, atau 5.000 halaman siap cetak per tahunnya. Tahun 1505, diperkirakan kemampuan produksinya mencapai 500 buku. Ini berarti bisa dihasilkan 25 juta halaman per tahun atau sekitar 125.000 buku siap jual. Atau, 2,5 juta halaman per anggota tim. Bandingkan ini dengan 1.200-1.300 halaman yang dikerjakan setiap biarawan setahunnya.

Akibatnya, harga jual buku melorot drastis. Sebelum penemuan Gutenberg, buku merupakan barang mewah yang hanya bisa dibeli kalangan tertentu. Ketika Injil Luther diluncurkan pada 1522, harganya sedemikian murah dan tiap keluarga miskin di Jerman bisa membelinya. Pengurangan harga dan biaya pada saat gelombang revolusi informasi ketiga sedemikian besarnya, demikian juga kecepatan dan perluasan penyebarannya.

Fenomena di atas merupakan esensi dari revolusi teknologi besar. Sekalipun katun masih merupakan serat tekstil yang paling digemari, karena mudah dibilas dan dirajut. Untuk memproduksinya, diperlukan 12-14 buruh untuk menghasilkan satu pound benang rajut katun dengan tangan. Bandingkan ini dengan 1-2 buruh perhari untuk 1 pound wool, 2 buruh untuk 5 pound linen atau 6 pound sutra.

Go to next page

© 2003 eBizzAsia. All rights reserved