Digital Imaging Solutions Volume I Nomor 06 - April 2003
Call Center
 
 
RELATED INTERVIEW

Ignatius Winarto, Lexmark International

Lia Octaviani, PT Samsung Electronics Indonesia
 
foto-foto:
Dahlan Rebo Paing
Retno Hardjanti, Marketing Manager, PT EPSON Indonesia

Bagaimana EPSON melihat perkembangan solusi digital imaging?
Kami melihat solusi digital imaging dari sisi digital printing-nya. perkembangannya cukup pesat. Pertama, kita lihat, kini semakin banyak produk digital camera yang keluar. Kedua, handphone juga mengalami perkembangan teknologi yang pesat, dimana kini handphone pun sudah dilengkapi dengan kamera. Ke depan, penggunaannya diperkirakan semakin luas. Pasarnya masih terbuka lebar. Kita bayangkan saja kalau setiap orang memiliki handphone berkamera digital, tentu semakin banyak orang memiliki kebutuhan untuk mencetak. Printer akan menjadi kebutuhan yang juga meningkat.

Apakah digital imaging solution EPSON bisa dari low-end hingga high-end?
Betul. Tapi ke depan, semua ini akan menjadi barang murah. Sekarang yang namanya digital camera masih terhitung mahal. Tetapi ke depan, ketika semua sudah digital, maka mungkin saja harga digital camera itu sudah turun, dan harga ponsel berkamera digital pun mungkin juga turun. Melihat kondisi market-nya, kami mencoba mengarahkan teknologinya lebih ke printernya.

Apakah ada target market khusus yang akan dibidik?
Targetnya, kami masih fokus di kota-kota besar, dimana penghasilan orangnya rata-rata menengah ke atas. Namun, kami tidak menutup kemungkinan munculnya banyak channel. Contohnya tempat-tempat semacam Fuji Image Plaza yang kini banyak berdiri, atau Kodak serta tempat-tempat sejenis yang lambat laun semakin menjamur. Solusi printer semacam itu akan terus meningkat. Dari sisi pesaing, dulu pernah ada pabrikan semacam Casio, yang mengeluarkan kamera digital lengkap dengan printer-nya. Kemudian Canon juga mengeluarkan produk serupa. Nantinya, Epson juga akan fokus ke situ, dimana dari digital camera bisa langsung dicetak dengan menggunakan printer kami.

Dengan memory card?
Sekarang kan masih menggunakan memory card. Ke depannya, menggunakan kabel, dari kamera merek apapun, apakah itu Sony, Casio dan lain-lain langsung ke printer Epson.

Sekarang produk apa yang menjadi andalan?
Kalau sekarang masih Stylus Photo. Ke depan mungkin tidak ada pemilahan lagi untuk printer inkjet. Kalau sekarang masih ada Stylus Color dan Stylus Photo, ke depan kalau orang bicara Stylus Epson, pasti bisa cetak foto. Mottonya mungkin “Epson is Photo”. Perkembangannya satu-satu. Dari sisi tinta, mungkin ke depan pakai durabrite. Untuk inkjet printer bisa mencetak dari kamera digital merk apapun.

Berapa besar realisasi pasar Epson di Indonesia?
Kami mengambil pasar 30 persen untuk Stylus Photo, karena pasar printer Indonesia sebagian besar printer low end. Sedang untuk photo printer itu 30 persen dari total pasar inkjet yang ada.

Printer mana yang cenderung menarik minat masyarakat.
Yang paling menarik Stylus Photo 925. Printer ini diminati karena sifatnya multi-function. Dapat mencetak secara langsung (direct printing), yang bisa berdiri sendiri tanpa menggunakan PC, misalnya menggunakan memory card.

Dari segmen projector gambarannya bagaimana?
Ke depan akan makin banyak projector yang dijadikan satu dengan kamera. Bahkan kami melihat pesaing kami akan mengeluarkan projector yang disatukan dengan pemutar DVD. Sedangkan Epson dalam waktu dekat mungkin belum akan mengeluarkan produk semacam itu.

Dari pasar projector sendiri bagaimana?
Untuk dunia kami sudah nomor satu, termasuk di Jepang sendiri juga nomor satu. Kalau untuk Asia memang belum besar, tapi di Eropa projector kami sudah banyak digunakan di rumah-rumah.•

© 2003 eBizzAsia. All rights reserved