 |
| Retno Hardjanti,
Marketing Manager, PT EPSON Indonesia |
Bagaimana EPSON melihat perkembangan
solusi digital imaging?
Kami melihat solusi digital imaging dari sisi
digital printing-nya. perkembangannya cukup pesat. Pertama,
kita lihat, kini semakin banyak produk digital camera yang
keluar. Kedua, handphone juga mengalami perkembangan teknologi
yang pesat, dimana kini handphone pun sudah dilengkapi dengan
kamera. Ke depan, penggunaannya diperkirakan semakin luas.
Pasarnya masih terbuka lebar. Kita bayangkan saja kalau setiap
orang memiliki handphone berkamera digital, tentu semakin
banyak orang memiliki kebutuhan untuk mencetak. Printer akan
menjadi kebutuhan yang juga meningkat.
Apakah digital imaging solution
EPSON bisa dari low-end hingga high-end?
Betul. Tapi ke depan, semua ini akan menjadi barang murah.
Sekarang yang namanya digital camera masih terhitung mahal.
Tetapi ke depan, ketika semua sudah digital, maka mungkin
saja harga digital camera itu sudah turun, dan harga ponsel
berkamera digital pun mungkin juga turun. Melihat kondisi
market-nya, kami mencoba mengarahkan teknologinya lebih ke
printernya.
Apakah ada target market khusus
yang akan dibidik?
Targetnya, kami masih fokus di kota-kota besar, dimana penghasilan
orangnya rata-rata menengah ke atas. Namun, kami tidak menutup
kemungkinan munculnya banyak channel. Contohnya tempat-tempat
semacam Fuji Image Plaza yang kini banyak berdiri, atau Kodak
serta tempat-tempat sejenis yang lambat laun semakin menjamur.
Solusi printer semacam itu akan terus meningkat. Dari sisi
pesaing, dulu pernah ada pabrikan semacam Casio, yang mengeluarkan
kamera digital lengkap dengan printer-nya. Kemudian Canon
juga mengeluarkan produk serupa. Nantinya, Epson juga akan
fokus ke situ, dimana dari digital camera bisa langsung dicetak
dengan menggunakan printer kami.
Dengan memory card?
Sekarang kan masih menggunakan memory card. Ke depannya, menggunakan
kabel, dari kamera merek apapun, apakah itu Sony, Casio dan
lain-lain langsung ke printer Epson.
Sekarang produk apa yang menjadi
andalan?
Kalau sekarang masih Stylus Photo. Ke depan mungkin tidak
ada pemilahan lagi untuk printer inkjet. Kalau sekarang masih
ada Stylus Color dan Stylus Photo, ke depan kalau orang bicara
Stylus Epson, pasti bisa cetak foto. Mottonya mungkin “Epson
is Photo”. Perkembangannya satu-satu. Dari sisi tinta,
mungkin ke depan pakai durabrite. Untuk inkjet printer bisa
mencetak dari kamera digital merk apapun.
Berapa besar realisasi pasar
Epson di Indonesia?
Kami mengambil pasar 30 persen untuk Stylus Photo, karena
pasar printer Indonesia sebagian besar printer low end. Sedang
untuk photo printer itu 30 persen dari total pasar inkjet
yang ada.
Printer mana yang cenderung
menarik minat masyarakat.
Yang paling menarik Stylus Photo 925. Printer ini diminati
karena sifatnya multi-function. Dapat mencetak secara langsung
(direct printing), yang bisa berdiri sendiri tanpa menggunakan
PC, misalnya menggunakan memory card.
Dari segmen projector gambarannya
bagaimana?
Ke depan akan makin banyak projector yang dijadikan satu dengan
kamera. Bahkan kami melihat pesaing kami akan mengeluarkan
projector yang disatukan dengan pemutar DVD. Sedangkan Epson
dalam waktu dekat mungkin belum akan mengeluarkan produk semacam
itu.
Dari pasar projector sendiri
bagaimana?
Untuk dunia kami sudah nomor satu, termasuk di Jepang sendiri
juga nomor satu. Kalau untuk Asia memang belum besar, tapi
di Eropa projector kami sudah banyak digunakan di rumah-rumah.• |