FILIPINA
Inovasi Infokom Untuk Industri Pariwisata
Kemajuan
teknologi informasi (TI) kini tidak saja dirasakan industri
jasa keuangan, manufaktur, logistik serta industri-industri
lain yang IT intensive dalam pengelolaannya, namun industri
yang sangat mengandalkan keramahan serta human touch, seperti
industri pariwisata dan hospitality pun tak luput dari sentuhannya.
Di kalangan negara-negara Asia Tenggara, Filipina adalah salah
satu negara yang kini tengah berupaya memperbaiki dan meningkatkan
pengelolaan industri pariwisatanya dengan memanfaatkan TI,
baik infrastruktur maupun aplikasinya. Contohnya Boracay,
salah satu tempat tujuan wisata terkemuka di Filipina.
Baru-baru ini, Philippine Long Distance Telephone Co. (PLDT)
dan Panay Telephone Corp. (Pantelco) menandatangani perjanjian
kerjasama membantu pariwisata melalui penggunaan layanan teknologi
informasi dan komunikasi inovatif.
Berdasarkan perjanjian ini, berbagai tempat tujuan wisata
di Boracay, salah satu pulau di propinsi Aklan yang terletak
345 kilometer di selatan Manila dapat menyediakan layanan
komunikasi data, seperti IP-VPN (Internet Protocol-Virtual
Private Network), akses Internet dan layanan manajemen properti
sehingga pengoperasiannya lebih efisien dan menguntungkan.
PLDT akan menyediakan solusi data, sementara Pantelco akan
menyediakan sambungan ke seluruh pelosok Boracay dan bertindak
sebagai channel partner di wilayah tersebut dengan menyediakan
franchise untuk layanan local exchange. Kedua perusahaan ini
juga bekerjasama menangani aktivitas pemasarannya.
Menurut vice president dan Head for Corporate Business Group
PLDT, Alfredo Panlilio, dengan perangkat infokom yang tepat,
bisnis yang terkait dengan pariwisata dapat tertolong untuk
selalu bisa bersaing dengan pesaingnya di tempat-tempat tujuan
wisata lainnya, baik di Asia maupun dunia.
“Ini adalah permulaan dari kerjasama yang saling menguntungkan,
tidak saja antara PLDT dan Pantelco, namun juga dengan para
pemilik tempat peristirahatan di Boracay,” ujar Nerissa
Ramos, vice president dan Head of Business Solution PLDT.
Sementara Cedric Sazon, General Manager Pantelco menambahkan
bahwa pengiriman atau diseminasi informasi yang memakan waktu
lama dari resor-resor di Boracay ke kantor-kantor pusatnya
di Manila atau ke tempat-tempat lainnya di Filipina menjadi
suatu hal serius di industri pariwisata.
“Apa yang kami tawarkan kepada klien-klien potensial
kami adalah apa yang tidak bisa mereka lakukan selama ini.
Kami sudah memiliki teknologinya. Apa yang bisa mereka lakukan
adalah melihat bagaimana mereka bisa memanfaatkannya untuk
kepentingan mereka sendiri,” ujar Sazon.
PLDT meluncurkan paket solusi pertamanya untuk industri hospitality
tahun lalu. Melalui sebuah kerjasama dengan Micros Fidelio,
salah satu perusahaan piranti lunak terkemuka yang mengkhususkan
diri untuk penyediaan solusi bagi industri hospitality, PLDT
kini mampu menyediakan solusi total yang terdiri dari aplikasi
manajemen properti hotel dan restoran, serta solusi-solusi
jejaring.
Dengan kerjasama ini, PLDT, Pantelco dan Micros Fidelio kini
mampu membawa solusi-solusi IP-VPN, akses Internet dan property
management ke pasar pariwisata dan hospitality. •
INDIA
India
Incar Enam Pasar TI Baru
Asosiasi
perusahaan piranti lunak dan jasa teknologi informasi nasional
(National Association of Software & Service Companies
- Nasscom) India belum lama ini mengumumkan enam sektor baru,
yang memiliki potensi pertumbuhan besar dan belum tergarap
dengan baik oleh industri TI India.
Selain mempertahankan pasar yang sudah mapan, Nasscom, seperti
diberitakan Financial Express India menyarankan untuk mulai
memusatkan perhatiannya pada pasar TI yang kini tengah tumbuh,
antara lain Product Data Management (PDM), Content Management
(CM), Enterprise Application Integration (EAI), Business Intelligence
(BI), aplikasi-aplikasi nirkabel (wireless) serta Straight
Through Processing (STP).
Menurut Nasscom, pasar di sektor-sektor tersebut di atas kini
tengah tumbuh dan menjadi sumber pertumbuhan bagi perusahaan
piranti lunak dan jasa TI India. Pertumbuhan tahunan CAGR
(compounded annual growth rate)-nya berkisar 11-44 persen,
yang setara dengan 11-44 milyar dolar AS.
Sedang pasar global layanan piranti lunak kolaborasi PDM diproyeksikan
tumbuh menjadi 11 milyar dolar 2006 mendatang. Meski para
pemain besar seperti EDS, IBM, Integraph, NEC Systes dan Accenture
sudah lebih dulu masuk, menurut India bisa bermain di dukungan
dan pemeliharaan implementasi aplikasi, integrasi aplikasi
satu dengan lainnya (CAD/ERP) dan migrasi data dari aplikasi
lama ke aplikasi PDM.
Untuk Content Management, yang meliputi perencanaan, perancangan,
implementasi, pelatihan dan dukungannya, India bisa melayani
perusahaan yang sudah menggarap pasar ini seperti Accenture,
EDS, CSC, IBM, Cap Gemini, E&Y dengan solusi-solusi manajemen,
dukungan layanan platform interaktif, pengembangan aplikasi
untuk set-top box, pengelolaan database dan datamining. Pasar
CM sendiri, menurut Nasscom, pada 2006 mendatang akan bernilai
27 milyar dolar dengan CAGR 44 persen.
Enterprise Application Integration (EAI) adalah pasar yang
juga berpotensi besar dengan nilai 43,4 milyar dolar tahun
2005 mendatang. India memiliki peluang besar untuk menggarap
berbagai segmen di sektor EAI, seperti pengintegrasian platform
dengan menggunakan middleware, integrasi dan manajemen data,
integrasi business logic dan transaksi serta integrasi proses.
Business Intelligence pun tidak lepas dari bidikan Nasscom.
Dengan CAGR 12 persen, pasar sektor BO, yang kini dikuasai
IBM, Cognos, Oracle, SAP dan Accenture ini diperkirakan akan
menyentuh angka 18,1 milyar dolar tahun 2005 mendatang. Perusahaan
India memiliki peluang antara lain di integrasi sistem, implementasi
aplikasi, kustomisasi, dukungan dan pemeliharaan, data warehousing/mining
serta konsultasi.
Teknologi nirkabel yang kini tengah naik daun juga menjadi
incaran India. Dengan nilai pasar global sebesar 37,5 milyar
dolar pada tahun 2006 mendatang, India bisa memasuki segmen-segmen
tertentu di aplikasi nirkabel, seperti pengembangan protocol,
desain jejaring, integrasi ke legacy system, pengembangan
aplikasi jejaring nirkabel, dan implementasi, dukungan serta
pemeliharaan aplikasi-aplikasi vertikal tertentu.
Sektor terakhir yang belum tergarap dengan baik, namun memiliki
potensi di masa depan, adalah otomasi end-to-end dari proses
trading, atau Straight Through Process (STP). Di pasar STP
yang diproyeksikan tumbuh menjadi 6,3 milyar dolar tahun 2004
mendatang, India berpotensi menguasai segmen pengembangan,
pemeliharaan serta dukungan untuk aplikasi yang customised,
serta mengerjakan alih daya untuk pemrosesan transaksinya.•
CINA
Cina Promosikan Platform Linux untuk Korporat
“Oracle
China, perusahaan subsidiary Oracle Corporation, dan perusahaan
lokal terkemuka yang bergerak di bidang sistem operasi dan
aplikasi berbasis Linux, Red Flag Software Co., Ltd., baru-baru
ini melakukan perjanjian aliansi strategis untuk menyebarkan
solusi-solusi berbasis Linux di negeri Tirai Bambu tersebut.
Para pengguna korporat di Cina nantinya akan bisa menerapkan
infrastruktur Oracle Unbreakable di platform Linux buatan
Red Flag, namun tetap menerima dukungan teknis penuh. Aliansi
strategis antara kedua penyedia Linux terkemuka di Cina ini
diharapkan membawa keuntungan bagi para pelanggan dengan membantu
mereka mengurangi biaya operasi komputasi perusahaan secara
dramatis, namun tetap mempertahankan kinerja, kehandalan dan
security ptingkat tinggi.
Sejauh ini, Oracle China Development Center dan Red Flag telah
menyelesaikan sertifikasi Oracle9i Database yang berjalan
di sistem operasi Red Flag Linux. Kedua perusahaan tersebut
kini dalam proses mensertifikasi jajaran produk Oracle lainnya,
yang akan berjalan di sistem operasi terbaru Red Flag Data
Center Linux, antara lain Oracle9i Application Server, Oracle
Collaboration Suite dan Oracle e-Business Suite.
Aliansi ini juga memungkinkan para pelanggan memperoleh dukungan
teknis dengan cepat dan terintegrasi dari kedua perusahaan
ini dari laboratorium pendukung yang akan didirikan Oracle
Software Research and Development Center (Beijing) Co., Ltd.
dan Red Flag dalam waktu dekat ini. Oracle China Development
Center yang berlokasi di Beijing ini akan memainkan peran
penting dalam pengembangan produk, sertifikasi, litbang dan
dukungan teknis bagi Oracle dan Red Flag yang tengah mempromosikan
Linux secara agresif di Cina.
“Pemerintah Cina mendorong berbagai organisasi dan perusahaan
untuk menerapkan Linux karena cost effectiveness-nya yang
tinggi serta kinerjanya yang superior,” ujar Hu. Ia
pun menambahkan bahwa tujuan kerjasamanya dengan Red Flag
dan beberapa penyedia aplikasi lokal adalah memberikan berbagai
produk, aplikasi dan layanan Linux kelas dunia, yang sesuai
dengan kebutuhan para pengguna di Cina.
Linux, menurut laporan International Data Corporation (IDC)
yang berjudul “Worldwide Relational and Object-Relational
Database Management Systems Software Forecast and Analysis,
2002-2006” merupakan platform yang paling pesat pertumbuhannya
di dunia. Khusus untuk pasar relational database yang menggunakan
platform Linux, menurut IDC dalam tahun 2006 mendatang akan
tumbuh menjadi sebesar 5,1 milyar dolar AS.
Beberapa laporan lainnya yang dilakukan para pengamat industri
dan keuangan juga melaporkan bahwa penggunaan server berbasis
Linux pun tumbuh cukup pesat, yaitu sekitar 50 persen per
tahunnya. Di Cina sendiri, menurut Evans Data Chinese Development
Survey, hampir 65 persen pengembang piranti lunak Cina diperkirakan
akan membuat aplikasi-aplikasinya berbasis platform Linux.
Pesatnya pertumbuhan Linux di Cina juga diakui Liu Bo, presiden
dan CEO Red Flag Software. “Linux diterapkan dengan
laju yang begitu tinggi di Cina, sementara produk-produk (berbasis
Linux) untuk korporat pun telah cukup matang dan siap digunakan.
Jadi aliansi ini tidak saja merupakan tonggak terpenting bagi
Red Flag dan Oracle, namun juga bagi perkembangan Linux di
Cina,” ujarnya.•
Go to next page |