>> Ada laporan-laporan dari sistem telepon, sistem penjadwalan,
sistem voice response dan perangkat teknologi lainnya. Ada
pula statistik produktivitas, ukuran monitoring kualitas, laporan
sales, survey kepuasan pelanggan dan seabrek-abrek daftar lainnya.
Pembuatan laporan dengan volume menggunung ini mungkin telah
menghabiskan begitu banyak waktu dan sumber daya Anda, bahkan
seringkali tanpa tujuan yang jelas.
Jika tidak ada ukuran-ukuran yang jelas mengenai keefektifan
Call Center dan keseluruhan misi perusahaan, percuma saja Anda
repot-repot mengumpulkan dan menganalisis data Anda. Akhirnya?
Anda pun bakal kesulitan menjawab pertanyaan sederhana tersebut.
Karenanya, 3 cara efektif mengukur kinerja Call Center berikut
ini sangat penting diperhatikan.
1. Menentukan Tujuan
Daripada Anda susah-susah mencoba menyusun dan memroses data-data
yang menumpuk di database, di meja kerja, dan di filling
cabinet, kenapa Anda tidak mencoba untuk lebih selektif?
Fokuslah pada apa yang benar-benar penting untuk kebutuhan
Anda, begitulah saran Gail Sprague, seorang pakar Call
Center dari Vanguard Communications. Tetapkan sumber dan
jenis data apa yang berdampak langsung pada kebutuhan dan
sasaran bisnis perusahaan Anda. Apakah ingin menyediakan
customer service yang lebih baik, memperbaiki proses dan
work flow, atau meningkatkan pendapatan dan mengurangi
biaya?
Gail menyarankan agar jumlah fokus pengukuran pun dibatasi.
Fokuslah pada tiga sampai lima pengukuran yang sungguh-sungguh
merefleksikan keberhasilan Call Center Anda. Misalnya, jika
Call Center Anda bertujuan menghasilkan duit, mungkin Anda
cukup memonitor abandon rate-nya, service level dan volume
penjualan. Jika Anda mengelola help desk atau technical support,
mungkin Anda lebih mementingkan masalah penyelesaian “done
in one” dan kepuasan pelanggan. Setelah ukuran-ukuran
diperoleh, tentukan mana yang penting untuk Call Center,
tujuan bisnis dan customer Anda, ujar Gail.
Sasaran-sasaran yang Anda tentukan untuk Call Center Anda
tentunya bertujuan utama memenuhi kepentingan bisnis dan
operasional terpenting untuk perusahaan Anda. Namun, jangan
lupa untuk meninjau masing-masing sasaran secara rinci – hal
apa saja yang terlibat, hasil akhirnya seperti apa, dan sumber
daya dan skill apa yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan
itu – dan, pastikan tidak bentrok satu sama lainnya.
Misalnya, jika tujuan bisnis utamanya adalah penghematan,
mungkin Anda akan mementingkan handling time lebih pendek.
Namun, jika kepuasan pelanggan juga tujuan utama, mungkin
akan timbul konflik. Agen Call Center yang ditugasi menangani
volume telepon yang tinggi jelas tidak punya waktu untuk
membangun percakapan yang hangat dengan si penelepon, atau
malah bisa jadi memutuskan begitu saja percakapan hanya untuk
mengejar target AHT (average handling time).
Untuk menghindari hal ini, jangan melulu berpatokan pada
pengukuran sebagai satu-satunya sasaran. Jadikan kebutuhan-kebutuhan
bisnis dan operasional terpenting sebagai sasaran utama dan
gunakan ukuran-ukuran sebagai panduan untuk mencapainya. 2. Bagaimana Cara Mengukurnya?
Setelah Anda menentukan ukuran-ukuran terpenting yang sesuai
tujuan bisnis dan misi perusahaan Anda, langkah berikutnya
bagaimana Anda mengukurnya? Menurut Gail, Anda tidak bisa
bergantung pada standar industri, karena memang standar
industrinya tidak ada. Mengacu pada survei statistik? Ini
pun kurang tepat, karena setiap Call Center berbeda, dengan
tujuan dan sasaran berdasarkan pengalaman dan ekspektasi
yang berbeda pula.
Namun, lanjut Gail, mengetahui apa yang dilakukan Call Center
pesaing juga berguna, seperti apa saja yang berhasil atau
gagal mereka terapkan, serta pelajaran-pelajaran apa yang
mereka peroleh. Beberapa studi benchmarking tersedia untuk
membantu Anda mengetahui apa yang diukur Call Center lain
dan bagaimana mereka melakukannya. Namun, perhatikan hal-hal
yang hanya benar-benar berhubungan dengan tujuan bisnis Anda,
saran Gail.
Selain itu, kunci pengukuran yang baik adalah konsistensi.
Review kembali kebijakan dan prosedur bisnis untuk memandu
penanganan contact, proses dan pengukuran-pengukuran yang
terkait, guna memastikan bahwa semua pihak bekerja dengan
cara yang sama. Jadi, prosedur call handling yang baku sangat
penting. Bagaimana Anda mengukur sama pentingnya dengan apa
yang Anda ukur. Ukurlah dengan cara standar, dan pertahankan
konsistensi di seluruh proses dan prosedur.
Untuk setiap pengukuran yang telah Anda pilih, tentukan dengan
jelas data yang akan dikumpulkan. Periksa keakuratan sumber.
Pastikan bahwa prosedur-prosedur baku terlaksana dengan baik
untuk memastikan bahwa pengukuran tersebut merefleksikan
kinerja sesungguhnya. Jika data itu berasal dari sistem (misalnya:
ACD, IVR, CIS, dsb.), maka Anda perlu bekerjasama dengan
tim technology support untuk memahami data dari sistem ini,
dan memastikan bahwa data tersebut mencerminkan pengukuran
yang Anda butuhkan. Ingat, bad data in, bad data out, begitu
tandas Gail. 3. Pelaksanaan pengukuran
Pengukuran itu sendiri bukanlah sebuah tujuan, namun lebih
merupakan indikasi mengenai bagaimana jalannya usaha Anda.
Dengan menganalisis pengukuran yang mencerminkan tujuan
bisnis perusahaan Anda secara hati-hati, Anda bisa mengetahui
banyak mengenai bagaimana jalannya Call Center Anda.
Ketika pengukuran dimulai, data pun mulai mengalir masuk.
Agar Anda tidak kesulitan, susunlah data ke dalam format
yang mudah dipahami dan digunakan. Bentuk-bentuk seperti
grafik batang, pie chart, dan matriks pembanding lebih mudah
dipahami dan diolah dibandingkan system-generated report
yang standar.
Selain ukuran-ukuran akurat dan tepat untuk kondisi Call
Center Anda, Anda juga membutuhkan benchmark dan target.
Masing-masing chart dan grafik harus merefleksikan target
jangka panjang Call Center Anda. Dan, jika Anda memiliki
data benchmark yang bagus, bandingkan seberapa baikkah kinerja
Call Center Anda terhadap benchmark ini.
Jika hasil pengukuran sudah diperoleh, komunikasikan hasilnya,
ujar Gail. Pengukuran digunakan oleh berbagai pihak untuk
kepentingan yang berbeda-beda, jadi komunikasikan dengan
jelas tujuan-tujuan dan pengukuran-pengukuran ke seluruh
tim Anda.
Karena pengukuran-pengukuran dan tujuan-tujuan yang terkait
dengannya memiliki dampak yang luas, jangan simpan hasilnya
untuk Anda sendiri. Setiap pihak di Call Center perlu mengetahui
apa yang diharapkan dari mereka, dan bagaimana upaya mereka
memberikan kontribusi pada keberhasilan Call Center. Intinya,
sampaikan pesan bahwa semua pihak bertanggung jawab untuk
mencapai sasaran bisnis tertinggi yang terefleksikan di dalam
hasil pengukuran.
Para karyawan di bagian lain pun perlu mengetahui apa yang
terjadi di Call Center. Apakah marketing plan bekerja efektif
dan banyak telepon masuk dari konsumen? Apakah ada tanggapan
mengenai produk baru yang diluncurkan? Orang-orang marketing,
product development dan bagian-bagian lainnya akan lebih
memahami Call Center secara lebih baik dan kerjasamanya pun
akan lebih erat. Action Plan
Kadang-kadang, hasil pengukuran tidak memenuhi sasaran yang
telah ditentukan. Inilah saat yang tepat untuk mereview
lingkungan, proses dan prosedur Call Center Anda, serta
mengembangkan action plan untuk memenuhi tujuan Anda. Misalnya,
katakanlah seorang manajer Call Center mencatat total waktu
transaksi dan jumlahnya melebihi target. Analisis proses
adalah langkah logis berikutnya untuk menciptakan pola
kerja yang lebih efisien.
Setelah proses ditentukan, technology assessment adalah langkah
berikutnya, saran Gail. Otomatisasi membuat target total
waktu transaksi lebih realistis. Sebuah planning yang dibuat
berdasarkan analisis pengukuran dapat membantu Anda mengerjakannya
lebih baik, lebih pintar dan lebih cepat.
Ada kalanya target tidak bisa dipenuhi – misalnya karena
tidak realistis, staf kurang, atau muncul hambatan-hambatan
lainnya. Jadi penting untuk meninjau ulang dan memperbaiki
ukurannya dulu, bukannya memaksakan terus beroperasi padahal
target tidak akan terpenuhi dengan kondisi demikian.
Dengan mengerjakan langkah-langkah di atas, paling tidak
menurut Gail, Anda bisa menjawab pertanyaan seperti tersebut
di awal artikel ini dengan tepat. Jelaskan mengenai pengukuran
yang Anda lakukan, bagaimana memperhitungkannya dan bagaimana
kaitannya dengan tujuan bisnis perusahaan. Jelaskan kepada
mereka siapa yang memanfaatkan ukuran-ukuran ini, serta bagaimana
dan apa action plan yang diambil ketika target tidak terpenuhi.
Lebih penting lagi, Anda bisa memperlihatkan progress Call
Center Anda dari waktu ke waktu. Inilah karakteristik manajemen
Call Center yang baik, dan mungkin akan terdengar indah di
telinga direksi perusahaan Anda, tutup Gail. (Disarikan
dari “Three Steps for Creating Effective
Call Center Measures and Reports”, oleh Gail Sprague,
Vanguard Communications.)
|