Volume I Nomor 09 - Juli 2003

FILIPINA

Otoritas Pelabuhan Filipina Terapkan ePort

Sebagai bagian dari program modernisasi 10 tahunan-nya, otoritas pelabuhan Filipina atau Philippine Ports Authority (PPA) baru-baru ini meluncurkan ePort, sebuah fasilitas berbasis Web yang memungkinkan para pemilik dan agen kapal mengirimkan dokumen secara elektronik untuk pengurusan kapal dan kargo.

ePort akan menangani seluruh dokumentasi pelabuhan yang diperlukan, antara lain Notice of Arrival (NOA), izin berlabuh atau Application of Berth/Anchorage (AOBA), manifest kargo domestik, deklarasi ekspor dan bill of ladding untuk kargo-kargo keluar.

Fasilitas ini pada awalnya akan diterapkan di South Harbor di Manila dan pada akhir tahun ini direncanakan akan beroperasi penuh di enam pelabuhan utama negeri tersebut.

Menurut Raul Santos, asisten general manager PPA, ePort akan memangkas waktu transaksi dokumen sampai seperempat dari waktu yang dibutuhkan dengan cara lama karena seluruh dokumen kapal dapat dikirim dan diverifikasi oleh otoritas pelabuhan melalui Internet.

Selain melalui Internet, lanjut Santos, ePort juga memanfaatkan media thumbdrive USB yang dapat dihubungkan ke port USB sebuah PC. Thumbdrive ini berisi seluruh dokumen pengelola kapal, dan dapat digunakan jika dokumen-dokumen tersebut tidak dimungkinkan untuk dikirim melalui Internet. Pihak PPA akan menyediakan beberapa terminal komputer yang difungsikan sebagai counter elektronis dimana para pengelola kapal dapat melakukan transaksinya.

“ePort ini dirancang untuk sebuah cara transaksi yang lebih ramping dan aman dengan otoritas pelabuhan. Fasilitas ini juga memungkinkan PPA dengan mudah memantau seluruh transaksi pengapalan, sekaligus meningkatkan efisiensi baik untuk pemilik kapal dan agen pelabuhan,” tandas Santos.

ePort merupakan tahap awal dari strategi PROMPT (Providing Reliable Operation and Management of Ports thru Technology) yang dicanangkan PPA. Proyek senilai 750 juta peso (sekitar 113 milyar rupiah) ini akan mengembangkan, mengimplementasikan dan mengelola sebuah sistem informasi yang terintegrasi untuk pengoperasian bisnis PPA yang bersifat mission critical.

Proyek ini akan berjalan selama tiga tahun dan rencananya akan menjangkau 28 kantor PPA dan pelabuhan di seluruh Filipina. Proyek-proyek yang ditangani di bawah program PROMPT ini antara lain manajemen pengoperasian pelabuhan (dimana ePort adalah salah satu bagiannya), manajemen inventaris dan enjiniring, sistem manajemen akunting dan keuangan, legal support dan manajemen real estate.

Menurut Alfonso Cusi, general manager PPA, setelah program komputerisasi selama tiga tahun, PPA akan meneruskan modernisasi pelabuhan-pelabuhan dengan program-program lainnya, antara lain dengan membangun link transaksi elektronis dengan otoritas pelabuhan mancanegara serta meningkatkan kapasitas pelabuhan-pelabuhannya.•


INDIA


India Bangun Switch ATM Nasional


Bank Sentral India atau Reserve Bank of India baru-baru ini menunjuk Euronet Worldwide, sebuah perusahaan penyedia teknologi e-payment untuk mengoperasikan switch ATM bersama nasional. Sementara itu sebagai bank settlement-nya ditunjuk Industrial Development Bank of India. Jaringan ATM bersama ini dinamakan Cashnet.

Sebagai switch ATM bersama pertama India yang berskala nasional, Cashnet mendukung ATM dari beberapa bank terkemuka yang beroperasi di anak benua tersebut, antara lain Citibank, Industrial Development Bank of India, Standard Chartered Bank dan Unit Trust of India Bank.

Cashnet akan menyediakan akses ke lebih dari 1.300 ATM untuk 6 juta pemegang kartu debit maupun kredit di lebih dari 100 kota di India.

Para nasabah dapat menggunakan ATM manapun yang menjadi bagian dari jejaring Cashnet. Transaksi ini akan didukung oleh sambungan online antara masing-masing bank dengan pusat pemrosesan Euronet yang berlokasi di Mumbai. Sambungan ini membentuk jejaring ATM bersama pertama di India, yang menawarkan pemrosesan transaksi online end-to-end melintasi seluruh jejaring.

Jejaring ini akan diimplementasikan dengan menggunakan piranti lunak dari Euronet, yang juga digunakan Euronet untuk mengoperasikan jejaring ATM bersamanya di Eropa dan melayani lebih dari tujuh juta transaksi setiap bulannya. Switch Cashnet ini akan memroses transaksi ATM dan menyediakan laporan settlement harian untuk bank-bank anggotanya.

Jejaring Cashnet ini juga memungkinkan para nasabah untuk menikmati akses tambahan melalui jenis-jenis transaksi yang diperluas, yang memberi kemudahan akses ke account keuangan nasabah. Jenis-jenis transaksi yang dilayani Cashnet ini meliputi penarikan tunai, cek saldo, mini-statements, perubahan PIN, permohonan buku cek dan pembayaran lewat ATM.•


MALAYSIA


Produsen Ban Malaysia Terapkan eDealer

Dalam industri manufaktur, ketika persaingan bisnis semakin ketat, dan marjin keuntungan semakin mepet, customer service yang lebih baik serta response time untuk pengiriman barang semakin singkat merupakan kebutuhan yang mutlak harus dipenuhi. Para pelanggan masa kini cenderung sudah terbiasa menuntut respon dalam hitungan menit dan bukan jam lagi. Di sisi produsen, sistem delivery ‘just in time’ atau JIT, dimana komponen atau barang dipesan ‘sesaat sebelum’ dibutuhkan dan bukan ‘kalau-kalau’ dibutuhkan sudah merupakan fitur standar.

Sudah bukan zamannya lagi para pemasok atau peritel membuat para end customer menunggu untuk memperoleh barang-barang yang diinginkannya. Alih-alih, para pemasok atau peritel akan menawarkan produk alternatif dari produsen lain karena mereka pun tidak ingin kehilangan pelanggannya. Nah, disinilah peran teknologi informasi sangat dibutuhkan untuk memuluskan proses transaksi antara produsen, pemasok dan peritel, atau lebih dikenal dengan transaksi B2B.

Tuntutan ini semacam itulah yang mendorong Divisi Manufaktur Ban dari Sime Darby, sebuah konglomerasi terkemuka Malaysia menerapkan sistem transaksi B2B secara elektronis. Menurut penjelasan Faridah Nasir, Group IT Manager Sime Darby, sistem yang dinamakan eDealer ini merupakan sebuah aplikasi berbasis web yang dirancang untuk memungkinkan para dealer Sime Tyres mengakses seluruh informasi berkaitan dengan order yang mereka lakukan, seperti rincian order, status pengiriman dan order-order terdahulu. Selain itu, para dealer juga dapat mengecek statistik pembelian, seperti volume dan serah terima, informasi-informasi yang terkait dengan akunting misalnya saldo dan statement account, serta menganalisis karakteristik pola pembelian yang mereka lakukan.

Selain memuat berbagai informasi yang terkait dengan pengadaan barang, eDealer juga memungkinkan penggunanya melakukan transaksi langsung melalui fitur Order Entry Procedure. Fitur ini merupakan sebuah aplikasi real-time yang memungkinkan para dealer mencari barang di katalog online, melihat promosi, memeriksa ketersediaan stok barang, serta mengirimkan order ke Sime Tyres melalui Internet. Fasilitas ini bekerja penuh 24 jam sehari, 7 hari seminggu dan 365 hari setahun. Antarmukanya dirancang sedemikian rupa sehingga terlihat lugas dan sederhana guna memudahkan pengoperasiannya oleh para dealer.

Sistem eDealer ini dikembangkan di atas arsitektur berbasis teknologi Java dengan menggunakan WebSphere Studio dari IBM. Sementara servlet Java dan JavaServer Pages (JSP) yang membentuk business logic dan bagian presentasinya dijalankan diatas WebSphere Application Server juga dari IBM.

Solusi ini telah diluncurkan ke seluruh dealer Sime Tyres. Perusahaan berharap dalam enam bulan mendatang transaksi yang memanfaatkan sistem eDealer ini bisa mencapai 50 persen dari total pasar ban yang digarapnya.•
 
Go back to previous page

 
 
© 2003 eBizzAsia. All rights reserved