FILIPINA
Otoritas
Pelabuhan
Filipina
Terapkan ePort
Sebagai bagian dari program modernisasi 10 tahunan-nya, otoritas
pelabuhan Filipina atau Philippine Ports Authority (PPA) baru-baru
ini meluncurkan ePort, sebuah fasilitas berbasis Web yang memungkinkan
para pemilik dan agen kapal mengirimkan dokumen secara elektronik
untuk pengurusan kapal dan kargo.
ePort akan menangani seluruh dokumentasi pelabuhan yang diperlukan,
antara lain Notice of Arrival (NOA), izin berlabuh atau Application
of Berth/Anchorage (AOBA), manifest kargo domestik, deklarasi
ekspor dan bill of ladding untuk kargo-kargo keluar.
Fasilitas ini pada awalnya akan diterapkan di South Harbor
di Manila dan pada akhir tahun ini direncanakan akan beroperasi
penuh di enam pelabuhan utama negeri tersebut.
Menurut Raul Santos, asisten general manager PPA, ePort akan
memangkas waktu transaksi dokumen sampai seperempat dari waktu
yang dibutuhkan dengan cara lama karena seluruh dokumen kapal
dapat dikirim dan diverifikasi oleh otoritas pelabuhan melalui
Internet.
Selain melalui Internet, lanjut Santos, ePort juga memanfaatkan
media thumbdrive USB yang dapat dihubungkan ke port USB sebuah
PC. Thumbdrive ini berisi seluruh dokumen pengelola kapal,
dan dapat digunakan jika dokumen-dokumen tersebut tidak dimungkinkan
untuk dikirim melalui Internet. Pihak PPA akan menyediakan
beberapa terminal komputer yang difungsikan sebagai counter
elektronis dimana para pengelola kapal dapat melakukan transaksinya.
“ePort ini dirancang untuk sebuah cara transaksi
yang lebih ramping dan aman dengan otoritas pelabuhan. Fasilitas
ini juga
memungkinkan PPA dengan mudah memantau seluruh transaksi pengapalan,
sekaligus meningkatkan efisiensi baik untuk pemilik kapal dan
agen pelabuhan,” tandas Santos.
ePort merupakan tahap awal dari strategi PROMPT (Providing
Reliable Operation and Management of Ports thru Technology)
yang dicanangkan PPA. Proyek senilai 750 juta peso (sekitar
113 milyar rupiah) ini akan mengembangkan, mengimplementasikan
dan mengelola sebuah sistem informasi yang terintegrasi untuk
pengoperasian bisnis PPA yang bersifat mission critical.
Proyek ini akan berjalan selama tiga tahun dan rencananya akan
menjangkau 28 kantor PPA dan pelabuhan di seluruh Filipina.
Proyek-proyek yang ditangani di bawah program PROMPT ini antara
lain manajemen pengoperasian pelabuhan (dimana ePort adalah
salah satu bagiannya), manajemen inventaris dan enjiniring,
sistem manajemen akunting dan keuangan, legal support dan manajemen
real estate.
Menurut Alfonso Cusi, general manager PPA, setelah program
komputerisasi selama tiga tahun, PPA akan meneruskan modernisasi
pelabuhan-pelabuhan dengan program-program lainnya, antara
lain dengan membangun link transaksi elektronis dengan otoritas
pelabuhan mancanegara serta meningkatkan kapasitas pelabuhan-pelabuhannya.•
INDIA
India Bangun
Switch ATM
Nasional
Bank Sentral India atau Reserve Bank of India baru-baru ini
menunjuk Euronet Worldwide, sebuah perusahaan penyedia teknologi
e-payment untuk mengoperasikan switch ATM bersama nasional.
Sementara itu sebagai bank settlement-nya ditunjuk Industrial
Development Bank of India. Jaringan ATM bersama ini dinamakan
Cashnet.
Sebagai switch ATM bersama pertama India yang berskala nasional,
Cashnet mendukung ATM dari beberapa bank terkemuka yang beroperasi
di anak benua tersebut, antara lain Citibank, Industrial Development
Bank of India, Standard Chartered Bank dan Unit Trust of India
Bank.
Cashnet akan menyediakan akses ke lebih dari 1.300 ATM untuk
6 juta pemegang kartu debit maupun kredit di lebih dari 100
kota di India.
Para nasabah dapat menggunakan ATM manapun yang menjadi bagian
dari jejaring Cashnet. Transaksi ini akan didukung oleh sambungan
online antara masing-masing bank dengan pusat pemrosesan Euronet
yang berlokasi di Mumbai. Sambungan ini membentuk jejaring
ATM bersama pertama di India, yang menawarkan pemrosesan transaksi
online end-to-end melintasi seluruh jejaring.
Jejaring ini akan diimplementasikan dengan menggunakan piranti
lunak dari Euronet, yang juga digunakan Euronet untuk mengoperasikan
jejaring ATM bersamanya di Eropa dan melayani lebih dari tujuh
juta transaksi setiap bulannya. Switch Cashnet ini akan memroses
transaksi ATM dan menyediakan laporan settlement harian untuk
bank-bank anggotanya.
Jejaring Cashnet ini juga memungkinkan para nasabah untuk menikmati
akses tambahan melalui jenis-jenis transaksi yang diperluas,
yang memberi kemudahan akses ke account keuangan nasabah. Jenis-jenis
transaksi yang dilayani Cashnet ini meliputi penarikan tunai,
cek saldo, mini-statements, perubahan PIN, permohonan buku
cek dan pembayaran lewat ATM.•
MALAYSIA
Produsen Ban
Malaysia
Terapkan
eDealer
Dalam industri manufaktur, ketika persaingan
bisnis semakin ketat, dan marjin keuntungan
semakin mepet, customer service yang lebih
baik serta response time untuk pengiriman
barang semakin singkat merupakan kebutuhan
yang mutlak harus dipenuhi. Para pelanggan
masa kini cenderung sudah terbiasa menuntut
respon dalam hitungan menit dan bukan jam
lagi. Di sisi produsen, sistem delivery ‘just
in time’ atau JIT, dimana komponen
atau barang dipesan ‘sesaat sebelum’ dibutuhkan
dan bukan ‘kalau-kalau’ dibutuhkan
sudah merupakan fitur standar.
Sudah bukan zamannya lagi para pemasok atau
peritel membuat para end customer menunggu
untuk memperoleh barang-barang yang diinginkannya.
Alih-alih, para pemasok atau peritel akan
menawarkan produk alternatif dari produsen
lain karena mereka pun tidak ingin kehilangan
pelanggannya. Nah, disinilah peran teknologi
informasi sangat dibutuhkan untuk memuluskan
proses transaksi antara produsen, pemasok
dan peritel, atau lebih dikenal dengan transaksi
B2B.
Tuntutan ini semacam itulah yang mendorong
Divisi Manufaktur Ban dari Sime Darby, sebuah
konglomerasi terkemuka Malaysia menerapkan
sistem transaksi B2B secara elektronis. Menurut
penjelasan Faridah Nasir, Group IT Manager
Sime Darby, sistem yang dinamakan eDealer
ini merupakan sebuah aplikasi berbasis web
yang dirancang untuk memungkinkan para dealer
Sime Tyres mengakses seluruh informasi berkaitan
dengan order yang mereka lakukan, seperti
rincian order, status pengiriman dan order-order
terdahulu. Selain itu, para dealer juga dapat
mengecek statistik pembelian, seperti volume
dan serah terima, informasi-informasi yang
terkait dengan akunting misalnya saldo dan
statement account, serta menganalisis karakteristik
pola pembelian yang mereka lakukan.
Selain memuat berbagai informasi yang terkait
dengan pengadaan barang, eDealer juga memungkinkan
penggunanya melakukan transaksi langsung
melalui fitur Order Entry Procedure. Fitur
ini merupakan sebuah aplikasi real-time yang
memungkinkan para dealer mencari barang di
katalog online, melihat promosi, memeriksa
ketersediaan stok barang, serta mengirimkan
order ke Sime Tyres melalui Internet. Fasilitas
ini bekerja penuh 24 jam sehari, 7 hari seminggu
dan 365 hari setahun. Antarmukanya dirancang
sedemikian rupa sehingga terlihat lugas dan
sederhana guna memudahkan pengoperasiannya
oleh para dealer.
Sistem eDealer ini dikembangkan di atas arsitektur
berbasis teknologi Java dengan menggunakan
WebSphere Studio dari IBM. Sementara servlet
Java dan JavaServer Pages (JSP) yang membentuk
business logic dan bagian presentasinya dijalankan
diatas WebSphere Application Server juga
dari IBM.
Solusi ini telah diluncurkan ke seluruh dealer
Sime Tyres. Perusahaan berharap dalam enam
bulan mendatang transaksi yang memanfaatkan
sistem eDealer ini bisa mencapai 50 persen
dari total pasar ban yang digarapnya.•
Go back to previous page |