Usia
boleh masih balita, tapi tidak kalah dalam inovasi. Julukan
itu pas diberikan kepada PT Indosat Multimedia Mobile (IM3).
Sejak beroperasi Agustus 2001, inovasi demi inovasi layanan
untuk memanjakan pelanggan digulirkan. Dibandingkan dengan
operator seluler yang sudah beroperasi terlebih dahulu, seperti
Telkomsel, Satelindo dan Excelcomindo, IM3 terbilang paling
progresif dalam mengembangkan layanan kepada konsumen. Setiap
bulannya selalu ada saja layanan baru.
Akhir Juli lalu, kembali perusahaan ini membuat terobosan baru
dengan meluncurkan layanan audio atau video streaming. Di saat
operator lain masih terlelap tidur dan hanyut dalam kontroversi
TelkomFlexi, mereka telah melaju dan mencuri kesempatan dengan
meluncurkan layanan yang secara teoritis baru bisa disediakan
pada transmisi generasi ketiga (3G). Hebatnya, mereka mampu
mewujudkannya dalam generasi sekarang (2,5G). Itu sebabnya
banyak yang terkagum-kagum. “Beberapa media asing bahkan
menghubungi dan menanyakan kebenaran berita itu,” kata
Sumedi Kirono, Direktur Teknik dan Operasi Jaringan IM3.
Keberhasilan ini dimulai dari tim kecil di Surabaya. Mereka
berhasil meng-online-kan kondisi Control Room Surabaya di ponsel
Nokia 7650. Hasilnya, kini layanan Video Streaming sudah bisa
dinikmati oleh pengguna kartu IM3. Tapi tidak semua pengguna
bisa mengakses. Sebab, untuk bisa menikmatinya dibutuhkan telepon
seluler (ponsel) yang memiliki kapasitas besar, yang baru ada
di Nokia 3650, Nokia 7650 dan Sony Ericsson P800. Nokia 7650
tidak memiliki kapasitas sebesar dua ponsel lainnya, yaitu
hanya 4 MB. Memang, Nokia 3650 kapasitasnya juga 4 MB, namun
ia dilengkapi kartu memori berkapasitas 16 MB. Kalau mau meng-install
fitur video streaming, minimal harus memiliki kapasitas sisa
sebesar 1800 KB.
Sebelum resmi diluncurkan, layanan video streaming telah ditunjukkan
di depan Presiden Megawati Soekarnoputri dan Wakil Presiden
Hamzah Haz pada Hari Bhayangkara 1 Juli 2003 di Jakarta. Ketika
itu Presiden Megawati dan rombongannya menyaksikan kepadatan
lalu lintas di Bundaran Waru, Surabaya — salah satu ruas
jalan di Surabaya yang cukup padat karena merupakan pertemuan
lalu lintas dari empat kota (Surabaya, Gresik, Sidoarjo dan
Mojokerto) — melalui ponsel Nokia 3650. Memang gambar
dan geraknya tidak begitu mulus, tapi layanan ini merupakan
terobosan spektakuler.
Secara teknis, gambar lalu lintas tersebut merupakan gambar
langsung yang di-shoot pada saat yang sama di tempat lain,
lalu dikirimkan ke ponsel yang tengah disaksikan oleh Presiden.
Tayangan revolusioner itu bisa disaksikan berkat kerja sama
dengan Kepolisian RI dengan IM3 sebagai penyedia jaringan,
teknologi, sekaligus kontennya. Menonton lalu lintas lewat
ponsel ini sama persis jika menonton televisi di rumah. Cuma
berbeda ukuran layar saja, karena layar ponsel tidak sebesar
televisi.
Di negara-negara yang tingkat teledensitinya tinggi, seperti
di AS, Jepang atau Perancis, layanan video streaming sudah
mereka nikmati, seiring tersedianya transmisi 3G. Dengan transmisi
3G, konsumen bisa menikmati jasa pengiriman pesan dalam bentuk
semua media (teks, suara, gambar, foto, video streaming) secara
real time. Ini bisa terjadi karena teknologi 3G mampu membawa
data dalam jumlah besar dengan kecepatan tinggi yang biasa
diperlukan untuk menayangkan siaran televisi secara langsung.
Itu sebabnya, video streaming belum bisa dinikmati teknologi
GSM (global system for mobile communication) biasa yang masih
kategori 2G. Tapi dengan metode kompresi, video streaming bisa
ditransmisikan lewat teknologi GPRS (general packet radio services)
yang tergolong 2,5G. Ini karena GRPS memungkinkan proses download
ke perangkat ponsel dengan kecepatan hingga 115 Kbps, jauh
lebih besar dibandingkan transmisi GSM saat ini (9,6 Kbps).
GPRS memungkinkan download gambar dan grafik dengan kecepatan
tinggi.
Sejauh ini, video streaming lazim dinikmati pengguna Internet
yang menggunakan komputer personal (personal computer/PC),
baik di kantor, di rumah maupun di warnet (warung internet).
Namun, di dunia seluler, fitur ini baru dikembangkan. Secara
teknis, video streaming merupakan fitur yang berbasis data
multimedia (audio dan video) yang ditransmisikan melalui kabel
atau nirkabel dengan perangkat yang dapat bergerak (mobile).
Layanan ini dapat ditransmisikan dengan menggunakan GPRS sebagai
bearer, pembawa paket data dari sumbernya (server). Itu artinya,
selain vendor penyedia ponsel, dukungan operator seluler menjadi
faktor yang menentukan.
Bagaimana video streaming itu tersedia, bisa diterangkan lewat
ilustrasi berikut. Jika kesebelasan kesayangan Anda sedang
bertanding dan Anda tak sempat mencari televisi untuk menyaksikan
siaran langsungnya, Anda tak perlu kecewa. Sepanjang di tangan
Anda ada ponsel berkapasitas besar, benda tersebut bisa menjadi
penyelamat karena layar ponsel yang mungil dapat “disulap” menjadi
layar televisi, yang menyiarkan pertandingan tadi secara langsung
seperti ditayangkan oleh televisi di rumah Anda.
Jadi, jalur yang dilalui siaran televisi di ponsel agak berbeda
dengan televisi di rumah. Kalau televisi di rumah menangkap
siaran melalui antena yang dipantek di atap rumah, televisi
di ponsel disalurkan melalui GPRS yang dipancarkan melalui
BTS (base transceiver station). Karena itu, pasti ada delay
(tunda) beberapa detik siaran televisi melalui ponsel dibandingkan
dengan televisi di rumah. Sebab, dalam contoh pertandingan
sepakbola itu, siaran langsung tadi masuk dulu ke dalam server
(content provider), baru disalurkan ke ponsel. Dengan pola
kerja seperti itu, sebenarnya video streaming tadi bukan saja
untuk menyalurkan acara televisi, tapi bisa juga menayangkan
rekaman video lain, baik yang komersial maupun yang tidak komersial.
Dengan fitur video streaming, pengguna ponsel bisa mengakses
live time video, interactive applications, wawancara eksklusif
dengan artis, melakukan percakapan dengan bertatap muka dan
highlights acara televisi. Juga laporan kesibukan jalan raya
secara langsung, menyaksikan acara yang disiarkan stasiun televisi
atau menyaksikan video yang disediakan oleh penyedia kontennya.
Selain itu, bisa digunakan untuk karaoke via ponsel.
Badan standarisasi internasional bidang seluler GSM, baik ETSI
(European Telecommunication Standard Institute) maupun 3GPP,
sudah lama mengkaji kemungkinan menampilkan layanan audio/video
streaming di mobile device atau ponsel yang biasa dinamakan
mobile audio/video streaming. Dalam roadmap GSM, layanan ini
baru dapat direalisasikan pada GSM 3G yang kemungkinan baru
akan diimplementasikan secara luas pada tahun 2005.
Artinya, paling cepat masih dua tahun lagi. Sementara pelanggan
sudah banyak yang tak sabar ingin mendapatkan layanan mobile
audio/video streaming secepatnya. Inilah yang mendorong IM3
melakukan terobosan-terobosan untuk segera menyediakan jasa
layanan video streaming. Saat ini, sudah banyak prototipe konten
Mobile Audio/Video Streaming yang bisa diakses melalui situs
WAP wap.im3sby.com dengan menggunakan ponsel Nokia 7650/3650
maupun PDA Pocket PC dan Palm yang sudah di-install fitur RealOne
Player.
Untuk bisa menikmatinya, pelanggan selain harus menggunakan
ponsel berkapasitas besar, juga harus dilakukan setting terlebih
dahulu. Selain itu, ponsel tersebut sudah harus memiliki fitur
RealOne Player (pada Nokia 3650, fitur tersebut sudah built-in).
Layanan yang tersedia saat ini antara lain, LiveCAM, berisi
video live traffic Jl Kayoon Surabaya, live Control Room Surabaya;
LiveTV, berisi channel TV live; video on demand, berisikan
trailer movie, klip video musik, news on demand serta video,
terakhir adalah audio on demand, berisi music on demand. “Kita
tengah menjajaki kerja sama dengan beberapa penyedia konten
seperti untuk video live traffic di jalan-jalan protokol,” kata
Sutji Lantyka, Corporate Communication IM3. Biaya aksesnya
sebesar Rp 20/kb. •KI
|