Volume I Nomor 11 - Oktober 2003


DR. Ir. Richardus Eko Indrajit M.Sc., M.B.A. dilahirkan di Jakarta pada 24 Januari 1969. Menyelesaikan studi sarjananya di Jurusan Teknik Komputer Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya pada 1992. Setelah memperoleh gelar insinyur di bidang teknik komputer, Eko berhasil mendapatkan beasiswa dari Pertamina untuk melanjutkan studi pasca sarjananya di Amerika. Pada 1993, Eko diterima di Harvard University dan berhasil mendapatkan gelar Master of Applied Computer Science pada 1995. Pada saat yang sama, Eko belajar pula di Boston University dan Massachusetts Institute of Technology (MIT). Sekembalinya ke tanah air, Eko bergabung dengan sebuah perusahaan konsultan multinasional sambil mengambil program jarak jauh Master of Business Administration di Leicester University, Inggris. Kemudian Eko mengambil program riset doctoral dari University of the City of Manila dan berhasil mendapatkan gelar Doctor of Business Administration pada pertengahan 1999. Saat ini, selain bekerja sebagai konsultan independen yang telah membantu sejumlah perusahaan swasta di berbagai jenis industri dan institusi pemerintahan dalam merencanakan dan mengembangkan teknologi informasinya Eko juga aktif mengajar di beberapa universitas terkemuka di Indonesia, seperti Program Pasca-Sarjana Universitas Bina Nusantara-Curtin University, Program Sarjana ITS Surabaya Program Magister Komputer Teknologi Informasi Universitas Indonesia, dan Institut Kesenian Jakarta. Di samping mengajar Eko berperan secara aktif sebagai konsultan dan peneliti khusus Kelompok Kerja Ketahanan Nasional dan Wakil Ketua Kelompok Kerja Sistem Manajemen Nasional Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas). Tak kurang dari 12 buku telah ditulisnya, yang mencakup Teknologi Informasi, eBusiness, Supply Chain Management (SCM), Linux, Penuntun Mencari Informasi di Internet, dan lain sebagainya.•
 

Apa Perbedaan Content Management dengan Knowledge Management?

Terima kasih sebelumnya. Pak Eko, saya ingin tahu apakah ada perbedaan antara Content Management dengan Knowledge Management? Dimana penekanannya? Atau justru di antara keduanya sama saja?

Vivi Irmayanti,
Pengembangan Bisnis, Medan.

Pada awal mulanya, sekilas memang tidak terlihat perbedaan yang jelas dan mendasar antara content management dan knowledge management. Kedua konsep ini berkembang dari sebuah paradigma yang serupa, yaitu sebagai berikut:

• Merupakan sebuah konsep manajemen (perencanaan, pengelolaan, penggunaan, dan pengawasan) yang berbasis sistem;

• Dimana dalam sistem tersebut data dan informasi merupakan komponen sumber daya utama yang menjadi fokus pengelolaan;

• Dengan tujuan akhir untuk membantu organisasi mencapai obyektifnya; dan

• Menggunakan teknologi informasi dan komunikasi sebagai media penunjang aktivitas.

Dasar pemikiran yang melatarbelakangi dikembangkannya konsep ini bersumber dari disadarinya bahwa data dan informasi merupakan sumber daya penting kelima (setelah money, materials, methods/machines, dan men) yang harus dikelola sungguh-sungguh oleh organisasi semacam perusahaan di era new economy saat ini. Prinsip tersebut lahir dari teori yang memperlihatkan bahwa data dan informasi merupakan sumber dasar atau bahan baku dari knowledge atau pengetahuan – yang merupakan salah satu kunci keunggulan kompetitif sebuah perusahaan di era moderen.

Dalam teori tersebut dikatakan bahwa data yang merupakan representasi dari fakta yang ditemukan dalam aktivitas sehari-hari jika diolah akan menjadi informasi; dimana informasi tersebut jika diolah lebih lanjut akan menjadi pengetahuan; yang pada akhirnya akan menjadi sumber kearifan (wisdom) bagi para pelaku bisnis di sebuah perusahaan (pimpinan usaha, manajemen, dan perangkatnya).
Untuk memudahkan pembedaan istilah data, informasi, knowledge, dan wisdom, dapat dipergunakan contoh sebagai berikut:

• Data: 1234567.89
• Informasi: “saldo tabungan anda naik 8087% menjadi $1234567.89”
• Knowledge: “sejauh pengetahuan saya, tidak mungkin saya memiliki uang sebanyak itu”
• Wisdom “lebih baik saya bicara dengan manajer bank sebelum saya menggunakan uang dalam tabungan tersebut, karena mungkin saja terjadi kesalahan yang dapat merugikan banyak orang”

Melalui pemikiran tersebut lahirlah dua varian manajemen informasi yang dikenal sebagai content management dan knowledge management dengan perbedaan karakteristik (Grafik 2).

Berdasarkan tabel di atas dapat digambarkan bahwa Content Management merupakan suatu proses pengelolaan dokumen beserta isinya yang dipublikasikan dengan memanfaatkan beragam aplikasi teknologi informasi dan komunikasi agar dapat dipergunakan oleh secara baik oleh segenap manajemen dan karyawan perusahaan yang membutuhkannya.

Dalam operasionalnya, kerap dibentuk sebuah tim (dapat bersifat struktural, fungsional, proyek, atau penugasan khusus) yang secara khusus memiliki tanggung jawab untuk mencari, menyeleksi, menyusun, dan mendistribusikan sejumlah dokumen elektronik ke berbagai entiti organisasi melalui berbagai cara dan media, seperti: internet, website, telepon genggam, personal digital assistant, web-TV, dan lain sebagainya. Sifatnya dikatakan statis dan pasif karena merupakan suatu proses tanpa interaksi karena aktivitas penyediaan konten dilakukan oleh suatu tim tertentu dan dikomunikasikan secara satu arah (disusun oleh sebuah tim, dan dibaca oleh sejumlah komunitas yang membutuhkan).

Berbeda dengannya, Knowledge Management merupakan suatu paradigma pengelolaan informasi yang berasal dari pemikiran bahwa pengetahuan yang murni sebenarnya tertanam dalam benak dan pikiran setiap individu atau manusia – sehingga harus ditemukan mekanisme penyeberannya (information and experience sharing) agar terjadi peningkatan pengetahuan dari masing-masing pelaku kegiatan di dalam perusahaan.

Oleh karena itulah dalam implementasinya yang terjadi adalah pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk mencari, membentuk, dan menyebarkan berbagai ide, gagasan, pengetahuan, dan pengalaman dari satu atau sekelompok orang ke satu atau sekelompok orang lainnya di dalam sebuah perusahaan.

Teknologi yang dimaksud harus memungkinkan terjadinya interaksi dua atau multi arah antar berbagai manusia yang berniat untuk saling mempertukarkan pengetahuan dan pengalaman yang dimilikinya, sehingga dari hari ke hari terjadi proses pengoleksian atau peningkatan pengetahuan bagi masing-masing individu yang terlibat. Contoh aplikasi teknologi informasi yang terkait dengan konsep ini adalah: intranet, email/mailing list, corporate portal, web collaboration, tele conference, chatting, dan lain sebagainya. •

© 2003 eBizzAsia. All rights reserved