
Apa
Perbedaan
Content
Management dengan
Knowledge
Management? Terima
kasih sebelumnya. Pak Eko, saya ingin tahu apakah
ada perbedaan antara Content Management dengan
Knowledge Management? Dimana penekanannya?
Atau justru di antara keduanya sama saja?
Vivi Irmayanti,
Pengembangan Bisnis, Medan.
Pada
awal mulanya, sekilas memang tidak terlihat perbedaan yang
jelas dan mendasar antara content management dan knowledge
management. Kedua konsep ini berkembang dari sebuah paradigma
yang serupa, yaitu sebagai berikut:
•
Merupakan sebuah konsep manajemen (perencanaan, pengelolaan,
penggunaan, dan pengawasan) yang berbasis sistem;
•
Dimana dalam sistem tersebut data dan informasi merupakan
komponen sumber daya utama yang menjadi fokus pengelolaan;
•
Dengan tujuan akhir untuk membantu organisasi mencapai obyektifnya;
dan
•
Menggunakan teknologi informasi dan komunikasi sebagai media
penunjang aktivitas.
Dasar pemikiran yang melatarbelakangi dikembangkannya konsep
ini bersumber dari disadarinya bahwa data dan informasi merupakan
sumber daya penting kelima (setelah money, materials, methods/machines,
dan men) yang harus dikelola sungguh-sungguh oleh organisasi
semacam perusahaan di era new economy saat ini. Prinsip tersebut
lahir dari teori yang memperlihatkan bahwa data dan informasi
merupakan sumber dasar atau bahan baku dari knowledge atau
pengetahuan – yang merupakan salah satu kunci keunggulan
kompetitif sebuah perusahaan di era moderen.
Dalam teori tersebut dikatakan bahwa data yang merupakan
representasi dari fakta yang ditemukan dalam aktivitas sehari-hari
jika diolah akan menjadi informasi; dimana informasi tersebut
jika diolah lebih lanjut akan menjadi pengetahuan; yang pada
akhirnya akan menjadi sumber kearifan (wisdom) bagi para
pelaku bisnis di sebuah perusahaan (pimpinan usaha, manajemen,
dan perangkatnya).
Untuk memudahkan pembedaan istilah data, informasi, knowledge,
dan wisdom, dapat dipergunakan contoh sebagai berikut:
•
Data: 1234567.89
•
Informasi: “saldo tabungan anda naik 8087% menjadi
$1234567.89”
•
Knowledge: “sejauh pengetahuan saya, tidak mungkin
saya memiliki uang sebanyak itu”
•
Wisdom “lebih baik saya bicara dengan manajer bank
sebelum saya menggunakan uang dalam tabungan tersebut, karena
mungkin saja terjadi kesalahan yang dapat merugikan banyak
orang”
Melalui pemikiran tersebut lahirlah dua varian manajemen
informasi yang dikenal sebagai content management dan knowledge
management dengan perbedaan karakteristik (Grafik 2).
Berdasarkan tabel di atas dapat digambarkan bahwa Content
Management merupakan suatu proses pengelolaan dokumen beserta
isinya yang dipublikasikan dengan memanfaatkan beragam aplikasi
teknologi informasi dan komunikasi agar dapat dipergunakan
oleh secara baik oleh segenap manajemen dan karyawan perusahaan
yang membutuhkannya.
Dalam operasionalnya, kerap dibentuk sebuah tim (dapat bersifat
struktural, fungsional, proyek, atau penugasan khusus) yang
secara khusus memiliki tanggung jawab untuk mencari, menyeleksi,
menyusun, dan mendistribusikan sejumlah dokumen elektronik
ke berbagai entiti organisasi melalui berbagai cara dan media,
seperti: internet, website, telepon genggam, personal digital
assistant, web-TV, dan lain sebagainya. Sifatnya dikatakan
statis dan pasif karena merupakan suatu proses tanpa interaksi
karena aktivitas penyediaan konten dilakukan oleh suatu tim
tertentu dan dikomunikasikan secara satu arah (disusun oleh
sebuah tim, dan dibaca oleh sejumlah komunitas yang membutuhkan).
Berbeda dengannya, Knowledge Management merupakan suatu paradigma
pengelolaan informasi yang berasal dari pemikiran bahwa pengetahuan
yang murni sebenarnya tertanam dalam benak dan pikiran setiap
individu atau manusia – sehingga harus ditemukan mekanisme
penyeberannya (information and experience sharing) agar terjadi
peningkatan pengetahuan dari masing-masing pelaku kegiatan
di dalam perusahaan.
Oleh karena itulah dalam implementasinya yang terjadi adalah
pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk mencari,
membentuk, dan menyebarkan berbagai ide, gagasan, pengetahuan,
dan pengalaman dari satu atau sekelompok orang ke satu atau
sekelompok orang lainnya di dalam sebuah perusahaan.
Teknologi yang dimaksud harus memungkinkan terjadinya interaksi
dua atau multi arah antar berbagai manusia yang berniat untuk
saling mempertukarkan pengetahuan dan pengalaman yang dimilikinya,
sehingga dari hari ke hari terjadi proses pengoleksian atau
peningkatan pengetahuan bagi masing-masing individu yang
terlibat. Contoh aplikasi teknologi informasi yang terkait
dengan konsep ini adalah: intranet, email/mailing list, corporate
portal, web collaboration, tele conference, chatting, dan
lain sebagainya. •
|