Volume II No 12 - November 2003
   


Menuju Contact Center Kelas Dunia

 

Untuk menciptakan sebuah pelayanan pelanggan (customer contact center-CCC) kelas dunia, tak bisa semata-mata tergantung pada teknologi. Yang dibutuhkan mungkin lebih pada pendekatan bisnis yang lazim dan komitmen yang tulus untuk meraih tingkat pelayanan pelanggan yang lebih tinggi. Ted Manakas, senior vice president FrontRange Solution, yang lama berkecimpung dalam bidang solusi piranti lunak customer relationship mengatakan, bahwa untuk menjadikan CCC kelas dunia setidaknya dibutuhkan penggabungan empat elemen penting yaitu orang, pelatihan, perangkat dan proses.

Prosesnya dimulai dari pemilihan orang yang tepat. Singkatnya, rekrut orang yang memiliki lebih dari sekedar skill teknis. Orang yang tepat memiliki skill interpersonal yang baik, apakah itu melalui telepon maupun komunikasi Web. Secara kualitatif masing-masing berbeda. Kemudian, lengkapi mereka dengan pelatihan dan tool-tool terbaik, menjaga produktivitas proses sambil selalu mengutamakan pengalaman pelanggan.

Menentukan orang yang tepat
Seorang profesional tidak sekedar mencari pekerjaan. Mereka mencari lingkungan yang memungkinkan mereka memanfaatkan dan mengembangkan skill profesionalnya. Mereka memahami customer service secara menyeluruh. Ada suatu tingkat empati tertentu ketika mereka berinteraksi dengan customer, yang bisa membuat perbedaan antara customer yang bertahan dan yang membelot. Sebagai yang terdepan dalam menangani pelanggan, tentu Anda menginginkan hal itu tertangani oleh orang yang tepat.

Menurut Manakas, untuk mencapai tingkat percaya diri seperti itu, dapatkan best practice untuk rencana rekrutmen, pengembangan dan retention plan. Biasanya penyediaan SDM mencakup 70 persen dari sebuah anggaran teknologi informasi (TI). Tentunya, Anda ingin memastikan bahwa Anda memiliki proses yang memadai untuk merekrut, menyewa, melatih dan mempertahankan orang terbaik.

Selain itu, Manakas juga menegaskan perlunya program pengembangan karir. Seorang karyawan yang baik ingin merasakan kemajuan dalam pekerjaannya dengan kesempatan untuk maju dan berkembang sesuai dengan usaha dan kinerja di atas rata-rata. Sediakan insentif untuk mendorong dan merencanakan karir mereka di masa depan. Insentif ini, antara lain bisa berupa tingkat bayaran yang memadai, penilai kinerja regular dan pengakuan atas prestasinya, karir cepat, kesempatan dalam jajaran manajemen, dan pelatihan.

Mempertahankan Karyawan
“Hampir tidak artinya investasi di software layanan dan pendukungnya, jika Anda tidak memiliki metoda formal pelatihan untuk staf Anda,” tegas Manakas. “Seorang staf terbaik sekalipun menginginkan pengembangan dan pelatihan.”

Meski mereka memiliki tingkat skill interpersonal dan teknik yang tinggi, pelatihan tambahan bisa membuat perbedaan dari sekedar seorang staf customer service menjadi seorang profesional customer service kelas dunia. Pelatihan internal secara berkelanjutan, seminar-seminar, memanggil trainer khusus dari luar adalah beberapa cara menyediakan pendidikan bagi para profesional contact center Anda.

Sebagian besar staf yang under qualified atau tidak mempunyai kesempatan untuk maju lebih banyak disebabkan sistem training yang buruk dan tidak memadai. Untuk menghindari tren ini, sediakan program peningkatan ketrampilan formal, yang meliputi ketrampilan komunikasi, melayani pelanggan, ketrampilan teknis, dan proses.

Manakas juga mengingatkan bahwa mempertahankan karyawan juga merupakan mempertahankan pengetahuan (knowledge retention). Misalnya, jika Anda menggunakan sistem yang dikembangkan sendiri, ketergantungan pada satu orang profesional TI mengandung risiko. Segala sesuatu yang diketahuinya mengenai sistem Anda kemungkinan besar hanya ada di dalam kepalanya saja, atau berupa catatan-catatan yang belum tentu dimengerti orang lain atau Anda sendiri. Jika orang tersebut meninggalkan perusahaan Anda, hilang pula intellectual property-nya.

Pemberdayaan Staf
Staf CCC Anda membutuhkan perangkat-perangkat untuk bisa melakukan tugasnya. Solusi yang Anda gunakan untuk berinteraksi dengan customer bisa menjadi sarana pendorong ataupun perusak moral karyawan dan komitmen menuju tingkat keunggulan tertentu. Sebuah sistem yang sulit untuk di-install dan diimplementasikan, sulit digunakan serta memiliki kapabilitas terbatas untuk bisa melihat record dan sejarah seorang customer bisa-bisa membuat frustasi, bahkan untuk seorang staf yang ahli sekalipun.

Dalam mengatasinya, Manakas menyarankan untuk memilih solusi perangkat lunak yang memungkinkan interaksi proaktif dan informatif setiap waktu, bandel, mudah ditingkatkan dan bisa dikustomisasi sesuai kebutuhan bisnis Anda.

“Optimalnya, perangkat ini harus merupakan sebuah solusi yang bisa berintegrasi dengan fungsi automated sales and marketing dan bisa menyediakan 360-degree view mengenai customer Anda,” imbuh Manakas. Bukankah lebih enak bisa memiliki seluruh informasi mengenai seorang customer dengan cukup mengklik sebuah mouse? Tidak saja ini menambah apresiasi customer, melainkan juga memungkinkan staf CCC Anda lebih akrab dengan pelanggan.

Proses yang proaktif
Pengoperasian yang proaktif menjaga dan meningkatkan produktivitas customer. Langkah ini memberikan kesempatan bagi staf CCC Anda memperbesar kemungkinan pelanggan mau membeli setiap berinteraksi dengan mereka. Menangani masalah pelanggan dengan cepat dan akurat menggunakan proses terotomasi sangat penting guna mempertahankan hubungan pelanggan yang menguntungkan.

Panggilan pelanggan yang bisa terjawab pada tahap pertama lebih diinginkan baik oleh pelanggan, maupun karyawan Anda, dan juga jauh lebih murah. Ketika support staff Anda “dipersenjatai” dengan perangkat yang memungkinkan mereka bertindak proaktif dan efektif, CCC Anda akan memiliki kinerja tinggi tanpa harus memperbanyak panggilan.

Menurut Manakas, dalam membangun strategi proses CCC, Anda memerlukan empat komponen utama sebagai berikut:

1. Informasi lancar dan accessible. Staf yang dibekali dengan pengetahuan yang lengkap dari segala bidang bisa dengan cepat dan akurat menyelesaikan masalah pelanggan. Hal itu memungkinkan mereka membeli kembali produk Anda dan memberi referensi ke pihak lain. Memberdayakan staf Anda dengan informasi yang bersifat on-demand dan caller specific – mulai dari marketing resource hingga informasi produk dan status account – berdampak langsung pada jumlah call yang bisa mereka selesaikan. Hasilnya, produktivitas dan revenue meningkat

2. Melakukan pengukuran untuk menentukan tingkat keberhasilan. Lakukanlah pengukuran kuantitatif untuk menentukan apakah suatu tindakan yang diambil memberikan hasil positif atau perubahan arah yang dibutuhkan. Jangan sampai Anda berulang-ulang melakukan praktik yang tidak efektif.

3. Perimbangan biaya dengan kompleksitas dan fleksibilitas fungsional. Alokasikan SDM, teknologi dan keuangan dengan tepat sekaligus menentukan hasil yang wajar dari pengalokasian tersebut. Dalam banyak kasus, untuk mencapai CCC kelas atas dibutuhkan perencanaan dan pengalokasian sumber daya yang sekaligus mempertimbangkan pertumbuhan dan peningkatan di masa depan.

4. Bertindaklah proaktif, bukan reaktif. Efisiensi dan efektivitas merupakan karakteristik dari sebuah solusi CCC yang proaktif. Skalabilitas sudah lebih awal diperhitungkan, workflow-nya efisien, memanfaatkan knowledge, turnover dikurangi, motivasi dan produktivitas meningkat, dan strategi pemecahan masalahnya bisa dengan mengendalikan jumlah panggilan yang masuk. Melalui aplikasi tool, strategi dan teknik best practice, SDM yang dibutuhkan untuk mendukung pelangganbaru, tuntutan baru, sistem baru dan layanan baru bisa diminimalkan dan biayanya pun terkendali.

5.“Ketika seluruh elemen ini dipertimbangkan dan diimplementasikan ke dalam sebuah perencanaan layanan dan support, Anda akan memperoleh win-win situation,” ujar Manakas. Paling tidak, Anda bisa membentuk seorang staf CCC yang bersedia dan siap terjun sekalipun permasalahan yang dihadapi pelanggan sangat rumit. Lebih penting lagi, Anda bisa memanjakan pelangga, yang selalu mengharapkan layanan yang konsisten dan personalized dari Anda, tutupnya. •aa

Foto-foto: dok. ebizzasia

© 2003 eBizzAsia. All rights reserved.