Volume II No 12 - November 2003
   

Agus Pracoyo
Mengantisipasi Lebaran Attack

 

 

“Kartu Lebaran? Buat apa beli kartu lebaran? Kamu seperti GaTek (gagap teknologi) aja, kan kita bisa pakai e-mail untuk kirim ucapan selamat lebaran,” begitulah komentar seorang teman sewaktu saya membeli karu lebaran tahun lalu. Memang e-mail, selain SMS, saat ini menjadi media yang umum dipakai untuk silaturahmi pada momen-momen seperti Lebaran, Natal dan Tahun baru. Bahkan ucapan selamat Lebaran yang dikirim lewat e-mail lebih bervariasi dengan adanya animasi dan sisipan musik.

Tetapi, ini juga momen yang tidak disia-siakan oleh para pengacau keamanan untuk melancarkan aksinya dengan menyebarkan virus, program trojan, dsb. Beberapa programmer virus bahkan sengaja menunggu momen liburan Natal untuk meluncurkan “album” barunya seperti virus Navidad (yang berarti Natal dalam bahasa Spanyol), atau W32.Music.A.Worm.

Kenapa pada hari raya?
Alasannya sederhana saja. Pertama, pada momen hari raya seperti Lebaran dan Natal, biasanya orang diliput suasana silaturahmi, dan keakraban sehingga tidak curiga terhadap e-mail yang bertujuan “baik”. Kedua, liburan pada hari raya biasanya lama dan sifatnya massal.

Tahun 2003 ini saja, pemerintah menetapkan 9 hari libur untuk Lebaran, sehingga kemungkinan ada orang yang duduk di depan komputer untuk mengawasi pengacau keamanan sangat kecil. Kalau saja Mr. Shimomura tidak kebetulan mampir ke kantor temannya dalam perjalannya untuk bermain ski di Lake Tahoe untuk merayakan Natal dan Tahun Baru, mungkin Mr. Kevin Mitnick yang dinobatkan sebagai bapak para hacker, tidak pernah tertangkap sampai sekarang.

Serangan apa saja yang mungkin muncul pada liburan hari raya?

Virus hanya salah satunya. Pengacau-pengacau lainnya juga tidak kalah berminatnya pada momen seperti ini. Pengambil-alihan nama domain banyak terjadi pada saat liburan panjang dengan memanfaatkan kelemahan sistem yang hanya mengandalkan konfirmasi lewat e-mail untuk perubahan informasi suatu nama domain.

Kejadian pencurian akses, spamming, denial of service attack, mengubah tampilan web juga memberikan kontribusi yang tidak sedikit pada momen seperti ini. Mereka bebas bergerak karena merasa yakin tidak ada yang me-monitor.

Apakah perusahaan di Indonesia cukup beralasan untuk dijadikan target?
Kalau kita mencari berita pada search engine dengan keyword “Indonesia” dua tahun yang lalu tidaklah sebanyak sekarang. Kejadian-kejadian seperti bom bali, bom hotel Marriot, berita tentang Hambali maupun Al Ghozi, menambah terekposnya Indonesia di dunia internasional. Hal ini juga diperkirakan akan memicu para hackers luar untuk “mengetahui” Indonesia secara lebih mendalam, termasuk hari-hari libur di Indonesia. Kegiatan para hackers ini sering diawali dari motif rasa ingin tahunya dan sekedar iseng. Tetapi, biasanya, sering kebablasan menjadi motif lainnya, jika melihat targetnya begitu menarik untuk diutak-atik.

Kejadian politik dan kejadian lainnya di dalam negeri dapat menjadi pemicu serangan para hackers ke Indonesia. Seperti pada saat periode jajak pendapat di Timor-Timur, beberapa situs pemerintah diubah tampilannya oleh hacker yang mengklaim dari Portugal.

Apa yang perlu disiapkan agar kita tenang pada saat mudik lebaran?
Jarang ada orang pengganti untuk melakukan tugas administrasi keamanan informasi pada saat kita liburan Lebaran atau Natal. Jikapun ada, biasanya hanya operator/helpdesk yang terbatas untuk fungsi monitoring saja. Karena itu persiapan perlu dilakukan bagi para administrator agar liburan menjadi lebih tenang.

Di bawah ini adalah tips yang dapat dipakai dalam persiapan menjelang liburan panjang :

Back-up. Back-up secara penuh terhadap data maupun sistem perlu dilakukan sebagai bagian dari tindakan untuk mengantisipasi recovery jika terjadi ganguan keamanan pada saat liburan.

Pastikan hanya layanan (services) yang diperlukan saja yang aktif. Jadi misalkan jika server kita diperuntukkan hanya untuk layanan web maka layanan web saja yang aktif. Beberapa orang masih terlalu mengandalkan semata-mata pada Firewall, sehingga mereka tidak terlalu peduli dengan layanan-layanan yang aktif pada server mereka. Langkah ini untuk mengurangi ancaman keamanan yang datang dari dalam, yang biasanya tidak dilindungi oleh firewall maupun sebagai proteksi tambahan jikalau terjadi salah konfigurasi pada Firewall.

Jika anda mempunyai server yang digunakan untuk development maupun uji coba, pastikan mesin tersebut dalam keadaan mati. Umumnya server-server ini tersambung ke jaringan dan konfigurasi keamanannya sangat lemah, seperti masih mempergunakan default password dari vendor, tidak diaplikasikan patch. Selain itu, banyak program contoh dan tools yang biasanya di-install pada server development dan uji coba; tujuannya untuk mempermudah programmer untuk membuat aplikasinya, tetapi disisi lain meningkatkan kerentanan keamanan.

Aplikasikan patch keamanan terkini dan lakukan uji penetrasi sekurang-kurangnya dari luar untuk memastikan tidak ada layanan yang tidak diinginkan yang dapat diakses dan juga untuk memastikan tidak ada isu kerentanan (vulnerabilities) pada sistem. Uji penetrasi juga diperlukan untuk mengecek apakah ada sistem dengan password yang mudah ditebak.

Pastikan bahwa fungsi pemutakhiran (update) database antivirus secara otomatis aktif pada setiap server.

Non aktifkan akses untuk mitra perusahaan maupun kontraktor yang memang tidak diperlukan selama liburan.

Jika perusahaan mempunyai modem yang digunakan untuk akses jarak jauh (remote access), pastikan bahwa jumlah nada dering sebelum modem menjawab cukup besar, misalkan saja 3. Hal ini untuk mencegah war-dialing. Mungkin orang tidak peduli terhadap hal ini, karena berpikir bahwa nomor telepon untuk akses ke modem mereka tidak disebarluaskan. Tetapi bayangkan jika seseorang mempunyai informasi nomor telepon suatu perusahaan dari kartu nama maupun dari sumber lainnya, maka jika kita mencoba menelpon ke 20 nomor sebelum dan 20 nomor sesudah, kemungkinan menemukan satu diantaranya adalah nomor modem cukup besar. Hal ini dipermudah lagi dengan adanya program untuk melakukan pengecekan secara otomatis.

Untuk mengurangi keberhasilan brute force attack, suatu serangan yang bertujuan untuk mendapatkan akses dengan mencoba berbagai macam kombinasi password, ubah konfigurasi sistem password menjadi lebih ketat. Misalkan saja mengecilkan jumlah maksimum kesalahan memasukkan password suatu ID sebelum sistem mengunci ID tersebut (account lockout threshold), misalkan menjadi hanya 2 kali, dan tingkatkan lama penguncian tersebut (account lock-out duration), misalkan saja 1 jam. Dengan konfigurasi seperti ini, jumlah kombinasi password yang dapat dicoba selama satu minggu untuk menebak suatu ID maksimum sebanyak 336.

Aktifkan fitur auto-reply e-mail untuk account penting seperti account yang dipakai untuk korespondensi masalah teknis maupun administrasi yang berhubungan dengan nama domain.

Jika tidak ada yang mengawasi petugas kebersihan maupun pegawai kontraktor lainnya selama liburan, lebih baik jangan berikan akses ke ruang penting seperti ruang server.

Jika memungkinkan, alihkan atau gandakan log dari suatu server ke mesin lainnya. Tujuannya, agar menyulitkan hacker menghapus log setelah melancarkan aksinya, ataupun jika berhasil, kita masih mempunyai backup log-nya.

Sebarkan pengumuman kepada karyawan untuk tidak lupa men-download dan mengaktifkan database antivirus terkini sebelum liburan dan setelah liburan.

Jika tugas pengawasan selama liburan diserahkan kepada operator Jaga, berikan petunjuk praktis tindakan yang diperlukan jika melihat hal-hal yang membahayakan keamanan. Misalkan, jika tampilan pada server web diubah oleh pengacau, segera cabut koneksi network web server-nya tapi mesin jangan dimatikan.

Jika perusahaan mempunyai sistem pencegah intrusi (Intrusion Prevention System), fitur automatic blocking terhadap intrusion dapat diaktifkan. Tetapi perlu kehati-hatian dalam penerapannya, sebab jika tidak, dapat menjadi bumerang bagi perusahaan.

Jangan lupa buat check list terhadap apa-apa yang perlu dilakukan dan juga buat catatan tentang apa-apa yang telah dilakukan.

Apa yang perlu dilakukan setelah pulang dari mudik lebaran ?
Bagi administrator, hal pertama yang perlu dilakukan setelah pulang mudik adalah kembali melihat catatan-catatan log sistem untuk mengecek apakah ada kejadian gangguan keamanan yang terjadi. Sedangkan bagi karyawan lainnya, pastikan database antivirus yang terpasang adalah yang terkini. Cara yang cukup efektif untuk mengingarkan karyawan adalah dengan menempelkan pengumuman dengan ukuran huruf yang cukup besar pada setiap pintu masuk ruangan.•

Agus Pracoyo • channel manager / security consultant pada PT. Indokom Primanusa dengan alamat e-mail: pracoyo@ipnsecurity.com

Foto-foto: dok. ebizzasia

© 2003 eBizzAsia. All rights reserved.