Volume II No 13 - Desember 2003-Januari 2004
   


OUTSOURCING

 

Mengapa banyak perusahaan melakukan alihdaya
atau outsourcing? Bagaimana kecenderungannya
di masa datang?

Keputusan suatu perusahaan untuk melakukan alihdaya (outsourcing), dewasa ini, tak selalu dikarenakan ketidakmampuan melakukannya sendiri. Pertimbangan biaya memang selalu dijadikan alsan, tetapi nilai strategisnya juga tak kurang menjadi perhatian yang sangat penting.

Sehingga, alihdaya dilakukan dengan berbagai pertimbangan dan alasan, yang boleh jadi dari satu perusahaan ke perusahaan lainnya sangat berbeda. Pertimbangan biaya, ketersediaan SDM yang sesuai, kesibukan yang tak memungkinkan melakukannya sendiri, atau karena ada pihak lain yang mampu melakukan lebih baik dan dengan biaya yang terjangkau.

Namun, secara prinsipil alihdaya berarti penyerahan pengerjaan atau penyediaan layanan tertentu ke pihak ketiga dengan berbagai opsi dan bentuk kerjasama. Begitu juga, pola alihdaya yang dilakukan sangat bervariasi, apakah itu dilaksanakan langsung oleh vendor atau melalui mitra lokal, misalnya perusahaan penyedia jasa alihdaya yang dikenal sebagai application service provider (ASP).

Memanfaatkan sumber daya dari luar negeri untuk mendapatkan layanan alihdaya, juda kini menjadi pilihan yang cukup kompetitif bagi perusahaan-perusahaan besar, khususnya sejak anggaran teknologi informasi (TI) terus cenderung menurun mulai tahun 2000 hingga saat ini.

Selain itu, alihdaya juga menjadi pilihan bagi perusahaan untuk mengantisipasi tingginya perputaran tenaga kerja TI, yang bukan tidak mungkin hal itu akan menjadi hambatan dalam menjalankan bisnisnya secara lebih baik. Karena, ketika penerapan TI telah dilakukan secara intensif, tuntutannya adalah bagaimana tersedianya SDM yang memiliki keterampilan dan keahlian dalam menjalankannya.

Meningkat
Tak heran bila kebutuhan terhadap jasa alihdaya ini semakin meningkat dari tahun ke tahun. Hingga akhir tahun 2003 ini misalnya, sekitar 41% proyek pengembangan TI baru di seluruh dunia dilakukan melalui alihdaya. Lembaga riset Meta Group mengungkapkan bahwa jumlah pengembangan yang diserahkan kepada penyedia jasa alihdaya dan kontraktor eksternal (di luar perusahaan) selama tahun 2002 saja telah mencapai 35,9% dari total proyek di seluruh dunia.

Sementara, permintaan pengalihdayaan di dalam negeri juga meningkat akhir-akhir ini. Yang menarik, sejumlah vendor global juga semakin gencar kembali memasuki pasar Indonesia, di antaranya IBM, Microsoft, Oracle dan Hewlett-Packard (HP).

Selain itu, sejalan dengan meningkatnya intensitas penerapan otonomi daerah diperkirakan semakin mendongkrak permintaan jasa alihdaya, baik dari institusi pemerintahan maupun badan usaha yang dimiliki pemda, di antaranya perbankan daerah.

Di sisi lain, berlangsungnya Pemilu tahun 2004 mendatang ini, dinilai Djarot Soebiantoro, Presiden Direktur PT Sigma Cipta Caraka, justru akan menciptakan kondisi yang lebih baik lagi bagi perkembangan bisnis alihdaya. “Sebab, di tengah krisis, perusahaan-perusahaan cenderung melakukan alihdaya, yang dianggapnya akan lebih aman bagi mereka.”

Penelitian yang dilakukan majalah CIO misalnya, menunjukkan bahwa lebih dari dua-pertiga perusahaan yang disurvei melakukan alihdaya layanan TI-nya. Dari sekitar 120 perusahaan yang melakukan alihdaya itu, lebih dari setengahnya (51%) mengungkapkan bahwa perusahaannya telah melakukan alihdaya sejak tiga tahun lalu.

6 ALASAN MELAKUKAN ALIHDAYA

Dalam pandangan Richard Kartawijaya, General Manager & Director Operation, PT Motorola Indonesia Telecommunication, setidaknya ada enam alasan utama mengapa suatu perusahaan melakukan alihdaya (outsourcing), yakni:

Pertama, pengurangan biaya dilihat dari total bisnis atau cost relative reduction. Alihdaya diharapkan akan meningkatkan pendapatan. Misalnya, kalau semula pendapatannya cuma 500, bagaimana dengan alihdaya akan naik menjadi 700, sedang biaya TI yang dikeluarkan naik dari 50 menjadi 60. Jadi, pengaruhnya harus dilihat dari total pendapatan. Dengan kenaikan itu, rasionya semakin mengecil. Karenanya, pendapatannya juga akan meningkat. Dari sisi biaya, alihdaya memungkinkan mengatur pengeluaran TI secara lebih baik.

Kedua, munculnya dorongan agar teknologi diubah atau ditingkatkan. Akibatnya, perusahaan kekurangan orang yang bisa mengaplikasikan teknologi baru itu. Atau, ada penggunaan TI untuk keperluan bisnis secara besar-besaran (large scale business). Alihdaya juga membuka peluang akses terhadap munculnya keterampilan baru dengan tanpa harus mempertahankan orang. Lagi pula, jika perusahaan harus investasi TI sendiri, biaya yang dibutuhkan cukup besar dan waktu penanganannya tidak bisa cepat. Dengan alihdaya diharapkan para pebisnis dapat mengoptimalkan penggunaan TI sejalan dengan strategi bisnis perusahaannya.

Ketiga, mutu pelayanan (quality of service) terhadap pengguna harus terus meningkat. Padahal implementasi TI yang ada sudah tidak memadai lagi karena kualitasnya terbatas. Dengan alihdaya diharapkan kualitas layanan bisa menjadi lebih baik.

Keempat, karena merger dan akuisisi yang terus-menerus terjadi. Hal ini menyebabkan alihdaya menjadi pilihan yang bijaksana, karena tidak terlalu berisiko.

Kelima, dengan melakukan alihdaya, memungkinkan perusahaan mengubah proses bisnis dalam organisasinya agar mampu merespon berbagai perubahan yang terjadi dalam lingkungan di mana bisnis tersebut berkembang.

Keenam, alihdaya memungkinkan suatu organisasi bisa lebih fokus pada bisnis intinya (core business). Sedang kegiatan-kegiatan lainnya yang mendukung telah dilakukan oleh pihak ketiga (outsourcer).•

Hampir seperempatnya (24%) mengungkapkan bahwa alihdaya yang dilakukan perusahaannya dilaksanakan antara tahun 1997 dan 1999, dan sekitar 25% lainnya dilakukan sejak tahun 1996.

Sebaliknya, tiga perempat jumlah perusahaan (77%) mengungkapkan bahwa pembiayaan alihdaya yang dikeluarkan perusahaannya akan terus ditingkatkan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, termasuk tahun 2003 dan 2004. Hal ini semakin menunjukkan kecenderungan peningkatan intensitas dan volume kegiatan yang dialihdayakan di masa dating.

Dorongan
Perkembangan teknologi dan penerapan TI yang semakin cepat, begitu juga seiring perubahan-perubahan yang terjadi dalam lingkungan bisnis terasa semakin dinamis, yang kemudian hal itu memicu terjadinya kompetisi yang semakin ketat.

Penerapan TI yang terus meningkat, karena kebutuhan dan didukung oleh berkembangnya, baik perangkat keras maupun perangkat lunak TI, semakin meningkatkan biaya yang harus dikeluarkan suatu perusahaan dalam penanganan implementasi TI-nya. Sehingga, biaya operasional yang harus dikeluarkannya semakin membengkak.

Sementara itu, lingkungan bisnis yang berubah dengan cepat semakin menuntut dukungan sistem TI yang digunakan untuk mampu bergerak cepat mengadaptasi berbagai perubahan itu. Perusahaan-perusahaan yang memang tidak memiliki keahlian tertentu dalam pengelolaan TI, dapat dipastikan akan menghadapi kenyataan yang tidak mudah.

Di satu sisi harus menyiapkan proses bisnis baru yang secara intensif memanfaatkan TI, namun pada saat yang sama ia juga harus menyiapkan pembangunan infrastrukturnya. Hal ini jelas memunculkan ketimpangan dalam pelaksanaannya, sehingga alihdaya dianggap sebagai solusi strategis, baik dalam konteks biaya, SDM, keahlian dan keterampilan dalam menanganinya.

Namun, Richard Kartawijaya, General Manager & Director Operation, PT Motorola Indonesia Telecommunication, mengungkapkan bahwa alihdaya juga bukan pekerjaan simpel. Karena, selain untuk menghemat biaya, alihdaya juga diharapkan akan mendorong perusahaan untuk melakukan berbagai perubahan mendasar dalam berbisnis, atau melakukan bisnis dengan cara-cara yang berbeda.

Selain itu, perusahaan juga dapat semakin berkonsentrasi pada berbagai kegiatan bisnis intinya, sedang dukungan lainnya diperoleh dari pihak ketiga, yaitu perusahaan pengalihdaya (outsourcer). Ke depan, tampaknya alihdaya akan menjadi cara yang strategis bagi suatu perusahaan dalam menjalankan bisnisnya dan akan semakin banyak perusahaan yang akan menggunakan pola alihdaya ini. •TI

foto-foto: mithun / art: gunawan

© 2003 - 2004 eBizzAsia. All rights reserved.