Perubahan
lingkungan bisnis dan teknologi informasi (TI) semakin
memberi tantangan berat bagi kalangan manajer TI. Bagaimana
Anda melihatnya dan apa saja tantangan itu?
|
|
Sebagai
seorang manajer Teknologi Informasi (TI), yang secara pengetahuan
didukung oleh pendidikan formal sekolah komputer bergengsi ditambah
dengan pengalamannya bertahun-tahun bekerja di perusahaan TI,
membuat Kiko tidak berpuas diri. Dia sadar, betapapun lulusan
perguruan tinggi dan dengan pengalaman yang cukup banyak, namun
masalah yang dihadapinya sehari-hari semakin menyadarkan dirinya
bahwa pengetahuan dan ketrampilannya kudu ditambah. Itu kalau
dia tidak ingin ketinggalan dibandingkan teman-teman lainnya,
bukan saja yang seangkatan, melainkan juga dari angkatan yang
lebih baru.
Namun, yang lebih penting lagi, bukan bersaing dengan teman-teman
seangkatannya. Kiko sangat menyadari bahwa kemajuan dan perkembangan
TI sangat pesat, sehingga perlu kejelian dalam memahami berbagai
produk maupun solusi, dari yang baru hingga yang sudah lama,
dan bagaimana relevansinya dengan tuntutan pekerjaan yang dihadapi
saat ini.
“Kalau kita ikuti terus perkembangan TI saat ini, banyak
sekali perkembangan baru dan bahkan lebih canggih. Tapi, saya
tidak
sembarangan mencoba-coba teknologi yang baru. Harus lebih selektif,” ujarnya
saat ditanya bagaimana pandangannya menghadapi kemajuan TI dewasa
ini.
Adi, yang juga seorang manajer TI suatu perbankan, juga mengamini
apa yang diungkapkan Kiko. “Tidak setiap kemajuan teknologi
kami adop untuk diterapkan di sini. Kami harus selektif, karena
yang kami tuju adalah bagaimana teknologi yang kami terapkan
benar-benar dapat menjawab kebutuhan yang kami hadapi. Jadi tidak
semata-mata menerapkan teknologi baru yang lebih canggih saja,” ungkap
Adi di kantornya yang sangat asri di bilangan Bintaro.
Hal yang sama juga ditegaskan oleh Uun Widhi Untoro, President
Director, IFS Solutions Indonesia. “Dalam menerapkan suatu
aplikasi, memang tidak selalu harus bertumpu pada teknologi yang
baru dan canggih saja. Yang pertama-tama, kebutuhannya apa, kemudian
tujuan penerapannya apa, targetnya apa, baru bagaimana hal itu
bisa disolusi,” tegas Uun.
Memang, dalam menerapkan suatu teknologi faktor kelangsungan
dukungan yang diberikan menjadi pertimbangan sangat penting.
Jangan sampai teknologi yang baru diterapkan ternyata sudah jauh
tertinggal, sehingga tak nyambung dengan perkembangan dan kemajuan
yang baru. Karenanya, dalam berbagai aplikasi, skalabilitas atau
kemampuan untuk ditingkatkan di masa datang, juga menjadi pertimbangan
penting, sehingga ketika ada kebutuhan baru, secara teknologis
hal itu terdukung dengan baik. Begitu juga, jika perkembangan
itu harus didukung oleh teknologi yang baru, memperbaruinya juga
dimungkinkan.
Namun, satu hal yang sangat penting adalah, sebagaimana disadari
baik oleh Kiko maupun Adi, bahwa kemajuan TI sangat pesat, karenanya
perlu selektif dalam memilih dan menerapkannya. Sebaliknya, mereka
sendiri, sebagai seorang manajer TI, harus benar-benar menyadari
bahwa pengetahuan dan ketrampilan yang mereka miliki saat ini
harus terus ditingkatkan. Bukan saja karena semakin tingginya
persaingan dalam bidang kerja yang mereka geluti, melainkan juga
tuntutan pekerjaan mereka sejalan dengan kemajuan TI yang sangat
pesat, baik dalam aspek peranti lunak maupun perangkat keras
dan solusi integrasi serta kolaborasi.
Berikut ini ada beberapa pertimbangan yang layak menjadi perhatian
kalangan manajer TI dalam melihat tantangan profesi mereka di
masa datang. Boleh jadi hal ini tidak sepenuhnya tepat, tetapi
pandangan ini setidaknya semakin mendorong Anda untuk melakukan
introspeksi di tahun 2004 ini untuk kemudian melangkah ke tahun-tahun
mendatang dengan visi yang lebih baik.
Bagaimana pun, Anda pasti setuju bahwa meningkatkan kemampuan
dan ketrampilan di profesi Anda sebagai seorang manajer TI, bukan
saja sangat penting melainkan strategis bagi mempertahankan posisi
Anda sekarang ini dan sekaligus membuat Anda menjadi lebih baik
dari sebelumnya.
Memang tak ada yang tahu bagaimana dan apa yang akan terjadi
di lingkungan Anda atau dengan Anda sendiri. Namun, kalau Anda
menoleh kembali ke 3 atau 5 tahun yang lalu, apa yang sebenarnya
telah Anda lakukan, bagaimana Anda melakukannya, bagaimana dan
di mana posisi Anda sekarang, mungkin hal-hal berikut ini akan
memberi Anda gambaran optimisme dan ke mana arah yang akan Anda
tuju. Berikut ini beberapa ketrampilan yang diperkirakan akan
menjadi perhatian banyak kalangan manajer TI dan selayaknya Anda
kuasai dengan baik.
Terlibat dengan lebih banyak kontraktor dan aplikasi
alihdaya (outsource): Dewasa ini, banyak kalangan manajer TI yang telah
bekerjasama dengan berbagai kontraktor TI dan mengalihdayakan
berbagai aplikasi dan fungsi-fungsi TI-nya. Di masa datang, semua
manajer TI akan melakukan hal yang sama. Kalau sekarang ini ada
kecenderungan perusahaan-perusahaan untuk melakukan alihdaya
fungsi TI, maka 5 atau 10 tahun ke depan hal itu diperkirakan
akan semakin meningkat. Jika hal itu tak dapat dilakukan di dalam
negeri, maka alihdaya akan lebih banyak dilakukan di luar negeri.
Pertimbangannya lebih pada profesionalisme pelayanan dan biaya
yang sangat kompetitif. Ini berarti, di masa datang perusahaan-perusahaan
akan semakin realistis dalam menangani masalah TI mereka.
Selain melakukan alihdaya sejumlah fungsi TI, maka mereka diperkirakan
tidak akan menambah jumlah pekerja TI yang bersifat tetap. Mereka
lebih memilih mempekerjakan pekerja TI paruh-waktu atau temporer.
Karenanya, kalangan manajer TI masa datang akan terkait dengan
berbagai hal, antara lain menangani pekerja TI tetap dan temporer,
kerjasama alihdaya, baik di dalam maupun di luar negeri, meningkatkan
ketrampilan pekerja TI yang ada, yang semua itu akan membutuhkan
kemampuan pengelolaan yang lebih baik.
Karenanya kalangan manajer TI semakin dituntut untuk meningkatkan
kemampuannya dalam penanganan proyek TI, yang mungkin selama
ini masih dianggap hal yang sulit dilakukan. Atau merasa bahwa
kemampuan mengelola, bukan bidang pekerjaan utama. Padahal, tantangan
ke depan tak bisa tidak akan terkait dengan pengelolaan berbagai
aspek tersebut di atas. Bisa jadi malah lebih banyak hal yang
harus dikelola, yang terkait dengan tanggungjawab sebagai manajer
TI.
Optimalisasi waktu pengerjaan proyek: Kalau selama ini Anda telah
berhasil menangani proyek penerapan ERP misalnya, itu bagus.
Pengalaman Anda semakin bertambah. Tetapi, jangan bangga dulu.
Nantinya, perusahaan-perusahaan tak lagi bisa mentoleransi penerapan
suatu aplikasi yang memakan waktu lebih lama atau bahkan yang
tak selesai-selesai. Kalaupun selesai, waktu yang dibutuhkan
sangat lama, sehingga tidak lagi efisien dan konpetitif dalam
peningkatan daya saing.
Ke depan, diperkirakan penerapan aplikasi akan lebih bersifat
kompartemen atau bahkan modul-modul, sehingga dapat diterapkan
secara lebih cepat. Bisa jadi, perusahaan tak akan banyak melakukan
kustomisasi, meski konsekuensinya mengurangi fleksibilitasnya.
Namun, tantangannya menjadi lebih berat, karena aplikasi apapun
yang Anda terapkan tuntutan utamanya adalah apakah hal itu akan
meningkatkan nilai atau keuntungan kompetitif perusahaan Anda.
Karenanya, kalangan manajaer TI semakin dituntut untuk menerapakan
suatu aplikasi yang tepat, dapat dilakukan secara cepat, dan
berdampak pada peningkatan daya saing perusahaan. Pengelolaan
waktu yang baik akan membuat Anda semakin mampu menangani proyek
implementasi TI Anda secara baik, cepat dan berdampak positif
bagi perusahaan. Lebih dari dari, manajemen perusahaan tidak
akan lebih sabar menunggu implementasi yang Anda lakukan cepat
selesai dan segera memberi manfaat bagi kemajuan perusahaan.
Mengelola suatu tim kecil yang supergeneralis: Dengan semakin
banyaknya pekerjaan yang ditangani, baik oleh kalangan kontraktor
maupun perusahaan pengalihdaya, maka di masa datang Anda akan
memiliki lebih banyak karyawan regular. Lebih jauh lagi, staf
Anda adalah mereka-mereka yang sangat terlatih dan berketrampilan
tinggi dan yang generalis (flexible generalists).
Karenanya, jika perusahaan Anda membutuhkan staf baru, maka tantangan
Anda adalah bagaimana mendapatkan orang-orang yang memiliki banyak
pengalaman dalam banyak aspek, yang terkait dengan berbagai platforms
dan aplikasi. Dengan pengalaman semacam itu mereka akan lebih
leluasa berpindah dari satu aplikasi ke aplikasi lain, dari satu
proyek ke proyek lain secara cepat. Juga, dapat dengan mudah
memilih teknologi yang dibutuhkan secara lebih baik.
Dan yang lebih menarik, mereka-mereka yang terbaik dalam tim
Anda akan berkesempatan membantu Anda dalam melakukan pekerjaan
yang berat. Yakni mengelola berbagai macam proyek dengan platform
dan aplikasi yang berbeda, tingkat keahlian orang-orang yang
sangat variatif, serta sumber-sumber luar yang juga berbeda,
serta tantangan menyelaraskan antara sumber di dalam dan yang
dari luar perusahaan. Karenanya, meski Anda memiliki tim yang
kecil, maka itu harus terdiri dari orang-orang yang benar-benar
memiliki kompetensi tinggi – supergeneralis.
Terus-menerus Melakukan Peningkatan Paradigma (paradigm
shifts): Kalau sekarang ini ada kecenderungan bahwa kombinasi antara aplikasi
open source dan semakin murahnya harga perangkat keras membuat
perusahaan-perusahaan TI mengubah pandangan mereka mengenai pengembangan
aplikasi dan perawatan (maintenance), tetapi tak berapa lama
lagi hal itu akan segera berubah. Karena, pengembangan peranti
lunak maupun peranti keras kini semakin dimungkinkan dilakukan
oleh banyak perusahaan. Artinya, ke depan akan semakin mungkin
terjadinya perubahan-perubahan yang bahkan drastis dalam melihat
dan menangani TI. Untuk itu, tantangan Anda sebagai manajer TI
adalah bagaimana Anda dapat menangani dengan baik apa yang sesungguhnya
menjadi tren bukan apa yang sekedar hype. Karena hal itu yang
akan mendukung keberhasilan Anda.
Masa Depan Mulai Dari Sekarang
Kalau Anda pikir apa yang dikemukan ini cukup mewakili tren
yang ada sekarang ini ke depan, maka sebaiknya sekaranglah
saatnya Anda menyiapkan diri ke arah itu. Tapi, hal itu tidak
menutup pandangan Anda sendiri sesuai dengan pengetahuan
dan pengalaman yang telah Anda miliki. Apapun perkembangannya,
ke depan perubahan-perubahan yang bahkan drastis sekalipun
mungkin terjadi, khususnya yang terkait dengan bidang dan
tanggungjawab Anda sebagai manajer TI. Untuk itu, semakin
cepat Anda menyadari perubahan dan tren yang berkembang dan
semakin cepat pula Anda menyiapkan diri untuk itu, maka akan
semakin siaplah Anda menghadapi tantangan masa depan dalam
profesi Anda. •
TI dari berbagai sumber dan wawancara
Foto-foto: dok. ebizzasia |