|
Bertahun-tahun
menangani pembuatan manual pemanufaktur komputer PC ternama,
ternyata berdampak penting bagi masa depan SerCom Solutions
(www.sercomsolutions.ie). Beralih dari perusahaan percetakan
komersial, SerCom mengubah fokusnya menjadi perusahaan
teknologi informasi (TI).
SerCom secara eksklusif
fokus pada jasa pelayanan sektor teknologi tinggi (hi-tech
sector), meski sebelumnya hanya memasok manual teknis.
Perubahan ini sangat penting ketika tahun 1989, SerCom
menyediakan layanan supply-chain management secara penuh.
Selama ini, memang tak banyak perusahaan yang menyediakan
solusi end-to-end yang bersifat menyeluruh, melainkan
masih bersifat terpisah-pisah. Kondisi inilah yang dilihat
SerCom sebagai peluang untuk benar-benar memberikan suatu
layanan yang bernilai-tambah kepada para pelanggannya.
Hari ini, SerCom menjadi perusahaan yang memiliki keunggulan
dan berbeda dibandingkan dengan para kompetitornya. Begitu
juga, posisinya sebagai perusahaan penyedia solusi e-Business
global, dimana secara spesifik – “everything
behind the buy button” – membuatnya sangat
kompetitif dan unik.
Guna mencapai hal itu, SerCom menetapkan tujuan bisnis
pada dua hal penting: (1) Membangun supply chain virtual
terpadu untuk para pemasok, klien dan pelanggannya klien
SerCom, (2) Membantu klien dan pemasok berkemampuan e-Commerce.
Untuk itu, SerCom membentuk suatu tim lintas fungsi yang
bertanggungjawab – dibawah pengawasan yang ketat
seorang manajer proyek – merancang dan membangun
suatu sistem supply chain management (SCM) yang berbasis
web. Juga memperbarui semua sistem internal, sehingga
mampu melayani para pelanggannya dengan suatu sistem
pelayanan yang sepenuhnya otomatis.
Dengan sistem baru ini, semua pelanggan SerCom dapat
melihat informasi mengenai account dan produk mereka
melalui web. Akses dan sumber informasi gratis ini memungkinkan
para pelanggan memperoleh data dan informasi yang akurat
mengenai bagaimana kinerja perusahaan mereka dan produk-produk
apa saja yang tengah dikirim, kepada siapa dan kapan.
Dengan begitu, kini para pelanggan dapat dengan mudah
menikmati berbagai fungsionalitas layanan dari sistem
web service SerCom Solutions. Dengan adanya fitur-fitur
baru tersebut, saat ini SerCom dapat melayani jasa e-fulfillment
langsung ke lokasi di mana pelanggannya berada. Mereka
sangat menyadari bahwa tujuan pelayanan mereka adalah
menyediakan apa yang disebut ‘everything behind
the buy button’.
Latar Belakang
Awalnya perusahaan ini didirikan tahun 1978 sebagai sebuah
percetakan komersial. Namun akhir 1970an, ketika Brian
Stokes mendapat pesanan untuk mencetak laporan perusahaan,
baru dia sadar bahwa perusahaannya kurang representatif
untuk itu. Hal itulah yang kemudian mendorongnya untuk
mengambil peluang itu dan bertekad membangun suatu
percetakan yang canggih.
Kemudian lahir percetakan yang khusus menangani laporan-laporan
perusahaan yang bersifat konfidensial (Confidential
Report Printing - CRP). Karena fokus yang kuat untuk melayani
pelanggan, niche market yang jelas dan investasi yang
besar pada perangkat percetakan modern dan canggih, membuat
perusahaan baru ini sangat sukses.
Pesanan membuat manual produk komputer PC dari perusahaan
komputer ternama, juga berdampak sangat baik bagi masa
depan CRP. Meski disadari kebutuhan terhadap manual produk
ini lebih atas kebutuhan dan produknya bisa sangat bervariasi,
misalnya dicetak dalam bahasa yang berbeda-beda, namun
CRP terus berupaya mendapatkan pesanan itu.
Selain itu, CRP sangat sadar bahwa keberhasilannya lebih
dikarenakan kemampuannya dalam memberikan pelayanan yang
prima, yakni hasil cetakan yang bukan saja bermutu tinggi,
juga selesai tepat waktu. Akhirnya, banyak klien yang
memesan ulang.
Ditambah lagi, dewasa ini Irlandia telah menjadi negara
terbesar kedua di dunia sebagai pengekspor peranti lunak
komputer dan pusat perakitan komputer PC. Hal ini pula
yang kemudian mendorong munculnya kebutuhan yang sangat
banyak dari perusahaan komputer untuk mencetak buku-buku
manual, baik peranti lunak maupun peranti keras.
Karena kondisi itu, tahun 1983 perusahaan ini secara
penuh memokuskan diri di lahan bisnis pencetakan manual
komputer bermutu tinggi dan sekaligus mengubah namanya
menjadi Printech.
Hampir dua dekade Printech menikmati pertumbuhan dan
profitabilitas sebagai perusahaan penyedia hasil-hasil
cetakan untuk perusahaan-perusahaan TI. Pengalaman ini
sangat terkait dengan komitmen yang tinggi untuk terus
merespon berbagai perubahan yang cepat yang terjadi di
pasar.
Karenanya, ketika semakin banyak perusahaan mengontrakkan
pembuatan manual maupun CD mereka kepada perusahaan lain,
Printech meresponnya dengan mendiversifikasi model bisnisnya.
Proses ini, dikenal sebagai proses fulfillment, yang
kegiatannya termasuk juga penerjemahan manual, pemaketan
dan sekaligus pengepakannya.
Tak lama setelah itu, Printech merasakan perlunya mengembangkan
pergudangan dan memasang jalur pengepakan, sebagai upaya
meningkatkan kemampuan pengelolaan produksi dan penyediaan.
Tahun 1993 Printech membangun perusahaan di Skotlandia
dan tahun 1999 di Limerick, yang kemudian mengubah namanya
menjadi SerCom Solutions.
Strategi baru ini menuntut investasi baru yang cukup
besar untuk pembelian peralatan percetakan modern yang
mampu menangani pesanan partai besar dan pengendalian
produksi yang lebih baik. Ketika perusahaan terus tumbuh
dan investasinya meningkat, dirasa pentingnya meningkatkan
equity. Dan tahun 1995, Development Capital Corporation
(DCC) membeli sebagian saham SerCom.
Saat ini, SerCom telah menjadi salah satu penyedia solusi
alihdaya supply chain management yang bermutu tinggi
bagi perusahaan-perusahaan TI dan Telekomunikasi papan
atas, baik di Irlandia, Eropa dan Amerika Serikat. Kompetensi
inti SerCom antara lain mencakup: percetakan, replikasi
peranti lunak (software replication), pemrograman, software
assembly, hardware assembly, dan fulfillment.
Kondisi Pasar
Sejak 1986, SerCom secara eksklusif fokus dalam pelayanan
sektor teknologi tinggi. Dengan hadirnya Internet,
perusahaan ini menyadari bahwa hal itu telah mengancam
bisnisnya - physical fulfillment. Karenanya, untuk
mempertahankan bisnis SerCom dalam era itu, harus juga
memanfaatkan Internet.
Bulan Oktober 1999, SerCom meminta Ebeon untuk melakukan
studi kelayakan mengenai peluang pasar e-fulfilment.
Hasil studi itu memberi gambaran sebagai berikut:
•
Pesaing tradisional SerCom fokus dalam penyediaan kanal
dan layanan baru yang ditujukan untuk pengelolaan fungsi-fungsi
kunci para kliennya – yang secara efektif menjembatani
proses yang menghubungkan dua aset sangat penting klien
- produk dan pelanggan.
•
Yang perlu diperhatikan SerCom saat ini adalah munculnya
para pemain baru, yang sekaligus membawa platform teknologi
yang telah teruji.
Melihat peluang yang terbuka, terutama karena belum adanya
perusahaan penyedia layanan yang bersifat end-to-end
komprehensif. Karenanya, SerCom menyiapkan solusi eBusiness
yang mencakup semua modul e-fulfillment, termasuk provisi
layanan Electronic Software Delivery (ESD) lengkap. Meski
secara umum tak semua industri telah menerapkan ESD secara
penuh, namun semua indikator mengarah pada penyelesaian
masalah yang terkait dengan delivery channel tradisonal
yang ada selama ini.
Peluang
SerCom memandang Internet bukan saja sangat penting,
melainkan strategis dalam rencana bisnis mereka. Akibatnya,
proyek bisnis yang mereka usulkan fokus pada upaya
mengintegrasikan kemampuan supply chain management
dan e-Commerce.
•
Information flow – klien memiliki akses terbatas
menyangkut perkembangan produk atau pesanan pelanggan
dalam supply chain. Pelanggan SerCom tergantung pada
laporan yang dibuat secara manual setiap bulan dikirim
melalui faks dan e-mail. Aliran informasi menjadi sesuatu
yang sangat penting di masa datang, terutama jika dikaitkan
dengan program fulfillment yang kompleks.
•
Fulfillment – ketika pesanan terus meningkat, baik
jumlah maupun kompleksitasnya, sistem yang ada sekarang
ini tak lagi mampu mengatasi berbagai kebutuhan tersebut.
Pesanan dalam jumlah besar cenderung menurun, sedang
permintaannya mengikuti perkembangan kebutuhan. Saat
ini, tak ada fasilitas yang mampu memantau dan mengelola
status pesanan dalam supply chain.
•
Web based ordering – semua pesanan ditangani melalui
EDI (Electronic Data Interchange), faks atau telepon.
SerCom perlu menyediakan layanan pemesanan yang canggih
untuk para pelanggan dan menyediakan fasilitas ESD.
•
Perpaduan antara pelanggan dan pemasok perlu terus ditingkatkan
untuk memperbaiki efisiensi dan komunikasi.
Pergantian sistem
Sistem MRP tradisional yang digunakan untuk mengelola
pemrosesan pesanan, pengadaan dan logistik tak memiliki
tampilan web dan tak mampu mengelola pesanan yang beragam.
Sistem ini juga digunakan untuk mengelola dan mengawasi
tingkat sediaan di gudang. Boleh dikata sudah ketinggalan
jaman, kehilangan fungsionalitas dan tak mampu mengecek
silang antara pasokan dan pesanan.
Karenanya, daripada memperbaiki sistem yang lama, akhirnya
diputuskan untuk memperbarui semua sistem:
•
ERP (Enterprise Resource Planning) yang baru akan menangani
semua operasi fulfillment internal, termasuk perencanaan,
logistik, pemrosesan pesanan, pengadaan dan pembayaran.
•
Sistem ERP ini akan diintegrasikan sehingga dapat mengakses
semua transaksi ERP melalui web.
•
Pemesanan dapat dilakukan melalui web melalui penyediaan
fasilitas hosting fulfillment sites atas nama para pelanggan
dan sekaligus menangani semua proses mulai dari pemesanan
hingga pengapalan
•
Sistem pergudangan ditingkatkan guna mengakomodasi pesanan ‘supply
on demand’ yang kompleks dengan memanfaatkan RF
(Radio Frequency) guna mencatat dan memantau pergerakan
produk dan stok di gudang.
•
Platform Business-to-Business digunakan untuk membantu
mengefisienkan komunikasi dengan pelanggan dan pemasok
dan menyelaraskannya dengan supply chain.
Tim Proyek
Tim proyek terdiri dari wakil masing-masing departemen
yang dipimpin oleh seorang manajer proyek yang berwibawa.
Tim ini merumuskan berbagai macam fungsionalitas yang
dibutuhkan di masing-masing departemen dalam bentuk
suatu dokumen cetak biru. Dokumen ini berisi rencana
rinci, berikut tahap-tahapan proses yang akan dijalankan.
Solusi yang Dipilih
SerCom memilih platform berbasis web yang andal, yang
mampu mengintegrasikan secara baik tampilan front-end
dengan ERP back offie. Tim implementasi terdiri dari,
selain tim awal pembuat dokumentasi, dilengkapi dengan
delapan konsultan Radio Frequency (RF), sehingga membentuk
suatu tim terpadu.
Guna memastikan keberhasilannya, juga dibentuk komite
yang terdiri dari manajer senior dan anggota direksi,
yang selain komit terhadap tahap-tahap implementasi,
juga mendukung dengan berbagai keputusan dan kebijakan
yang diperlukan untuk mengatasi berbagai isu yang muncul,
yang diperkirakan akan menjadi hambatan kerja tim implementasi.
Implementasi
Pengimplementasian harus mengikuti dokumen cetak biru
yang telah ditentukan, yang merupakan wujud keinginan
dari masing-masing departemen terhadap berbagai fungsionalitas
yang dibutuhkan. Karenanya, setiap penyimpangan dari
dokumen akan menyebabkan keterlambatan penyelesaian
proyek. Dengan proses bertahap ini masing-masing anggota
tim, yang juga merupakan bagian dari masing-masing
departemen, dapat belajar banyak. Untuk penanganan
proyek ini SerCom tak kurang menghabiskan investasi
sebasar 4-5 juta Euro.
Hambatan
Meski peluncuran ERP berjalan lancar, karena direncanakan
dan dikelola secara baik, namun sebenarnya tim sempat
ragu karena ketidakfahaman mengenai produk maupun belum
berpengalaman dalam menerapkannya. Keraguan muncul apakah
tim mampu menyelesaikan tepat waktu. Tetapi, pada saat
itu, komite mengambil keputusan untuk menambah batas
waktu penyelesaian proyek selama satu bulan. Diharapkan
setiap anggota tim akan komit untuk menyelesaikannya
dan sekaligus mempunyai rasa memiliki yang tinggi terhadap
proyek.
Kenyataannya, memang semuanya tak berjalan mulus, karena
ada saja berbagai perbedaan pandangan dan friksi di antara
sesama anggota tim. Hanya saja, keberadaan komite sangat
mendukung, bukan saja komitmennya, melainkan juga keputusan
yang diambil secara cepat ketika hal itu memang dibutuhkan
tim.
Meski disadari proyek berbasis web itu tidak mudah, namun
karena adanya dokumentasi yang rinci, kemudian terbuka
peluang untuk mengatasi setiap masalah yang muncul, baik
karena dukungan konsultan dan komitmen manajemen, maka
hal itu tahap demi setahap berhasil diatasi, yang kemudian
mendorong keberhasilan penerapannya.
Peluncuran
Menjelang satu bulan diluncurkan, tim implementasi melakukan
pelatihan terhadap semua karyawan yang akan menggunakan
sistem baru itu. Setiap karyawan mendapatkan pelatihan
secara intensif selama tiga hari ditambah lagi waktu
selama mereka mencoba aplikasi. Berbagai kesalahan
dan kekeliruan dievaluasi dan diperbaiki.
Di samping itu, masing-masing wakil departemen yang berada
dalam tim implementasi dianggap sebagai “superuser”.
Superuser ini mendapatkan suatu pelatihan khusus sebagai
train-the-trainer, yang kemudian menempatkan mereka sebagai
superuser di masing-masing departemen.
Dengan begitu, peningkatan kemampuan dalam menggunakan
aplikasi, selain dimiliki oleh superuser dan karyawan,
proses peningkatannya dapat dilakukan secara internal,
dan untuk selanjutnya tidak tergantung lagi dengan pihak-pihak
luar.
Keuntungan Bagi Pelanggan
Para pelanggan dapat mengakses data dan informasi, baik
mengenai produk maupun account mereka. Sistem yang dibangun
diintegrasikan dengan sistem pelanggan, sehingga memungkinkan
mereka mengakses informasi yang akurat menyangkut bagaimana
perusahaan mereka dijalankan dan produk-produk apa saja
yang tengah dikirim ke siapa dan kapan.
Mereka dapat menikmati berbagai fungsionalitas baru melalui
layanan web service. Fitur baru tersebut memungkinkan
SerCom menyediakan layanan e-fulfillment langsung ke
pelanggan. Misalnya, ketika pelanggan menginginkan pesanan
disampaikan melalui situs web mereka, SerCom secara langsung
mengirimkan peasanan itu ke server mereka dan secara
otomatis akan memenuhi pesanan online tersebut. Mereka
sangat menyadari bahwa layanan mereka bersifat ‘everything
behind the buy button’.
Keuntungan Bagi Perusahaan
Sistem baru ini memungkinkan SerCom meningkatkan efisiensi,
baik internal, terkait dengan pergudangan maupun hubungannya
dengan pelanggan. Selain itu, dukungan teknologi RF
memungkinkan mereka memantau situasi pergudangan, misalnya
bagaimana mereka dapat secara akurat menjaga ketersediaan
barang dengan produksi dan masuknya pesanan dari pelanggan.
Integrasinya dengan perusahaan pengiriman memungkinkan
mereka memantau secara ketat proses pengapalan dan pengiriman.
Meski tak mudah mengaitkan investasi dengan peningkatan
penjualan, namun selain meningkatnya efisiensi, SerCom
mendapat kepercayaan dari pemanufaktur besar dengan adanya
pemesanan ulang. SerCom menempatkan dirinya sebagai penyedia
layanan ‘one-stop shop’ dan terjamin, pengiriman
dalam jumlah besar ke pelanggan dan dengan sistem baru
ini sekaligus menjadikannya perangkat penjualan yang
andal.
Pelajaran penting
- Adanya tim awal yang kemudian menjadi tim implementasi
ditambah sejumlah konsultan. Pemanfaatan tim yang sama
memungkinkan mereka menjaga fase-fase implementasi
dan pemahaman tim internal terhadap proses implementasi.
Selain itu, setiap anggota mempunyai rasa memilki yang
tinggi terhadap keberhasilan proyek.
- Keberhasilan implementasi lebih didukung adanya
dokumentasi cetak biru yang rinci, yang secara patuh
diikuti tahap-tahap
implementasinya, hingga peluncuran sistem yang baru.
- Pelatihan terhadap ‘superusers’ yang dilakukan
tim implementasi mendukung keberhasilan. Dengan begitu,
ketrampilan dan pengalaman implementasi menjadi milik
internal, sehingga mereka bisa lebih mandiri dan tidak
sepenuhnya tergantung terus-menerus dengan konsultan.
- Mendapatkan orang-orang terbaik dari masing-masing
departemen, meski tak mudah bagi para manajer untuk memberikan
orang-orang terbaik mereka. Karenanya, diperlukan seseorang
yang berkemampuan menangani proyek secara baik, memahami
masing-masing departemen dan menguasai TI, serta cukup
mampu mengarahkan tim. Postur semacam sangat mendukung
keberhasilan tim implementasi.•
Foto-foto: istimewa |