Volume II No 14 - Maret 2004
   


Memanfaatkan Aset Informasi untuk Mengatasi Masalah Pelanggan

 

Layanan pelanggan atau customer service kini tidak melulu dilayani manusia, yang biasanya melalui saluran suara yang tersedia di call center. Berkat dukungan teknologi komunikasi yang semakin canggih dan beragam, call center kini tengah berevolusi menjadi contact center, yang tidak saja memanfaatkan saluran suara, melainkan juga Web dan moda komunikasi lainnya

Seiring meningkatnya kompleksitas produk yang ditawarkan berbagai perusahaan, dan tingginya harapan pelanggan untuk mendapatkan respon yang cepat kapanpun waktunya, membuat call center dan situs Web kewalahan memberi tanggapan yang relevan atas permasalahan yang dihadapi customer. Situasi yang agak chaos ini mungkin menjangkiti hampir seluruh support center, dan berdampak pada meningkatnya panggilan dan memperlama waktu respon. Akibatnya, biaya operasinya membengkak.

Mendapatkan, menyimpan dan menggunakan ulang aset pengetahuan sebelumnya memang membutuhkan banyak sumberdaya. Namun, sekarang situasinya berbeda. Sejumlah perusahaan kini menggunakan pendekatan baru untuk menjawab pertanyaan pelanggan, mengatasi masalahnya, yang semuanya bisa diatasi pada saat kontak pertama dengan pelanggan. Pendekatan baru ini secara dramatis meningkatkan kepuasan pelanggan dan juga mengurangi biaya penyerahan jasa.

Pendekatan baru ini menurut Michel Manago, CEO Kaidara Software, sebuah perusahaan penyedia customer support solutions, bisa didukung oleh teknologi retrieval, yang membantu swalayan melalui Web dan contact center personal, sehingga memungkinkan memberikan dukungan layanan yang superior. Di sisi lain, pengembangan sumber daya pengetahuan dalam sebuah organisasi juga berperan penting dalam peningkatan efisiensi dan penghematan pengeluaran perusahaan.

Penggunaan teknologi retrieval baru

“ Tujuan akhir dari sebuah support center adalah untuk menjawab pertanyaan pelanggan dengan tepat, menyelesaikan masalahnya dengan cepat, dan memperbaiki masalah mereka dengan efisien,” tegas Manago. Dengan diperkenalkannya teknologi baru yang bisa mendapatkan, mempertahankan, dan memanfaatkan kembali pengalaman di masa lalu, akan diperoleh peningkatan kinerja dalam penyelesaian masalah pelanggan dan menghindari munculnya masalah yang sama di kemudian hari.

Kemajuan-kemajuan teknologi retrieval yang bisa diterapkan secara universal telah memberi manfaat pada situs-situs web swalayan, dan pada saat bersamaan juga memberdayakan personel contact center dengan bantuan tools yang bermanfaat untuk membantu memandu mereka dalam memberikan saran kepada pelanggan.

Situs-situs web swalayan, yang kini semakin banyak dijadikan lini terdepan dalam layanan dan dukungan pada pelanggan baru akan efektif jika mereka mampu dengan cepat dan tepat menanggapi permintaan pelanggan melalui identifikasi informasi yang paling tepat dan sesuai untuk masalah yang dihadapi.

Hambatan utama dalam memberikan respon yang efisien seringkali adalah sindrom “no match found”, atau malah kebalikannya, terlalu banyak item yang ditampilkan dalam daftar hasilnya. Persis ketika kita tengah mencari kata kunci tertentu di Web, dengan menggunakan search engine tertentu, misalnya Google atau Yahoo.

Menurut Manago, ada enam permasalahan yang paling umum dijumpai dalam sebuah stius Web swalayan, yang sesungguhnya bisa dihindari dengan teknologi retrieval baru ini.

Pencarian Angka. Search technology atau teknologi pencarian yang ada biasanya tidak mampu memahami nilai angka dalam konteks. Misalnya, ketika Anda memasukkan keyword (kata kunci) pencarian “lebih besar dari 8 kilometer dan lebih dari 5 liter,” hasil yang keluar mungkin berupa record-record apa pun yang berisi angka 8 dan 5, selain record-record yang cocok dengan kata kunci tadi. Hasil semacam inilah yang mungkin muncul dalam daftar hasil pencarian dengan menggunakan teknologi pencarian standar. Selain itu, respon yang berisi nilai “lebih besar dari 8 kilometer,” sebagaimana yang diminta pengguna, tidak akan muncul.

Sinonim dan Konteksnya
. Jika informasi yang dicari berisi kata “cyan” dan “aquamarine,” sementara kata kunci yang dimasukkan pengguna adalah “blue,” secara tipikal akan dihasilkan “no match”. Dalam konteks harapan pengguna, respon berisi cyan dan aquamarine mungkin bisa diterima, tetapi umumnya search engine tidak akan merespon hal semacam itu.

Hubungan Semantik. Jika pengguna mencari informasi mengenai “pohon”, sementara data yang tersedia juga meliputi informasi mengenai ‘akar’, ‘daun’, ‘batang’, dan ‘ranting’, pengguna mungkin akan mendapat manfaat dari respon semacam itu. Sayangnya, teknologi pencarian umumnya tidak akan pernah memberikan hasil seperti itu, karena hubungan konseptual antara “pohon” dan komponennya tidak dipahami oleh aplikasi tersebut.

Istilah yang digunakan pengguna. Permintaan pengguna diberikan dengan menggunakan istilahnya sendiri atau yang umumnya dikenal sebagai “bahasa alami.” Tanpa pemahaman semantik atas permintaan pengguna, misalnya, kata “crimson” adalah bayangan merah atau bahwa “hot” berarti temperatur di atas ambang yang ditentukan, kata-kata yang dipilih pengguna tidak dipahami sesuai konteksnya.

Membandingkan dengan pengalaman sebelumnya. Ini merupakan langkah mencocokkan pertanyaan pengguna dengan pengalaman sebelumnya untuk menjawab pertanyaan yang sama. Kalkulasi kemiripan hanya memberikan respon yang paling sesuai, paling relevan, tetapi seringkali mengarah pada hasil “no match found”, atau malah jawabannya terlalu banyak sehingga justru membuat pengguna kewalahan.

Misguidance. Pengguna bisa diberikan pertanyaan-pertanyaan untuk memperjelas sebuah permintaan, guna membedakan lebih jauh antara berbagai kemungkinan respon jika ternyata jumlah respon awal lebih besar dari batasannya. Petanyaan yang diajukan ke pengguna biasanya dihasilkan secara dinamis berdasarkan kemampuannya membedakan antara berbagai alternatif, yang seringkali tidak terdefinisi secara baik, dan tidak dibangun dengan baik, karena memang bukan itu core technology-nya.

Adanya teknologi baru memungkinkan mengidentifikasi hubungan konseptual, sinonim, dan nilai numerik dalam upaya membantu mencocokkan respon yang tepat atas permintaan. Dengan search engine generasi baru, pengguna tidak dibatasi pada sebuah decision tree yang tetap untuk mengidentifikasi respon yang paling relevan. Kombinasi dari mode interaksi ini memberi pengguna pengalaman yang mirip dengan ketika ia bertemu muka dengan seorang teknisi trampil sungguhan. Seorang teknisi yang trampil akan merujuk ke pengalamam masa lalu guna memahami permasalahan saat ini, dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan untuk mencari tindakan koreksi yang diambilnya.

Pentingnya Pengembangan dan Pemeliharaan Sumberdaya Pengetahuan

Teknologi memang memungkinkan suatu support system menjadi maju. Yang membedakan suatu sistem teknologi adalah metodologi, pengembangan sumberdaya pengetahuan, pemeliharaan, dan faktor-faktor yang disesuikan dan diprogram ke dalam teknologi tersebut.

Menurut Manago, ada beberapa pertimbangan untuk memilih sebuah sistem support, yang memaksimalkan kemampuan dan keahlian sumber daya manusia di dalam suatu perusahaan, untuk direplikasi melalui berbagai saluran kontak (contact channels).

Kapitalisasi Sumber daya Pengetahuan. Pengumpulan, penyimpanan, dan penggunaan kembali aset pengetahuan, dan terus memeliharanya, dulu membutuhkan komitmen sumber daya yang sangat tinggi.

“Dengan sebuah pendekatan yang dipikirkan secara matang, serta teknologi dan standar yang maju, Anda bisa mengeliminasi sebagian besar biaya pengembangan dan pemeliharaan aset pengetahuan tersebut. Simpan dan gunakan kembali aset tersebut, karena mereka akan menjadi ujung tombak dalam upaya mewujudkan support system yang superior,” saran Manago.

Penataan secara otomatis. Sistem semacam ini mampu mengambil sumberdaya pengetahuan dan mengkategorisasikannya tanpa harus membuat decision tree secara manual. Merancang sebuah sistem yang bisa secara otomatis memasukkan update dan tambahan data, dapat mengurangi biaya pemeliharaan sistem.

Dukungan bahasa yang konsisten dan disederhanakan. Kemampuan mendukung berbagai bahasa dari suatu sumber pengetahuan tunggal, akan memastikan bahwa jawaban yang diberikan sistem dan personel pendukung konsisten di manapun tempatnya. “Menggunakan sebuah sumber pengetahuan tunggal, akan mengeliminir lumbung-lumbung informasi yang terpisah. Ke depan, dukungan untuk integrasinya pun akan lebih mudah,” tutur Manago.

Menggunakan semua sumber pengetahuan yang tersedia. Informasi tak terstruktur dan bersifat teks-bebas sangat banyak dijumpai dalam sebuah contact center. Menggunakan semua informasi dan mengaksesnya dengan efisiensi yang sama dengan informasi terstruktur, akan membuat semua data termanfaatkan sebagai resource, bukan malah sebagai beban.

Menggunakan arsitektur yang non-intrusive. Saran Marago, buatlah sebuah tempat penyimpanan atau repository yang menggunakan tabel database standar dari aplikasi lain, termasuk reporting and analysis tools. “Dengan menggunakan (standar) tabel dari aplikasi yang ada, keseluruhan administrasi database sistem maupun proses back-up-nya tidak perlu dimodifikasi,” jelas Marago.

Apa dampaknya?

Dengan menggabungkan teknologi retrieval mutakhir dengan best practices dalam pengembangan knowledge resource sistem CRM, sebuah perusahaan mampu lebih cepat menyediakan layanan dan dukungan dengan membagi pengalaman perusahaan untuk menjawab pertanyaan, menyelesaikan masalah, dan melakukan perbaikan dengan cepat. Efisiensi yang segera diperoleh dalam pengoperasian sebuah contact center, secara langsung akan berdampak pada pendapatan perusahaan bersangkutan.

Hasil yang diharapkan meliputi:

  • Peningkatan panggilan dari saluran swalayan ke layanan berbantuan orang lebih kecil.


  • Peningkatan panggilan dari personil dukungan primer ke sekunder lebih kecil
    Persyaratan pelatihan teknis untuk support agent yang lebih rendah.


  • Mengurangi perbaikan yang tidak tepat.


  • Mengurangi biaya pengembangan dan pengelolaan aset pengetahuan utama.


  • Mengeliminir decision tree yang dibuat secara manual dan harus diperbarui terus menerus.


  • Mengeliminir duplikasi upaya untuk mendukung multiple language.


  • Mampu menyediakan troubleshooting dan data diagnostic dalam berbagai bentuk.
Ujian sesungguhnya dari sebuah customer contact adalah memiliki moda interaksi yang mampu memberikan pengalaman kepada pelanggan, mirip dengan pengalamannya ketika berhubungan dengan seorang teknisi trampil. Berbagai perusahaan kini menyediakan ketrampilan para teknisi trampil tersebut ke ribuan pelanggan pada “sentuhan pertama”, dengan mengeksploitasi aset pengetahuan yang sudah ada dan menggunakan interaksi atau pengalaman masa lalu yang relevan untuk menyelesaikan masalah saat ini.

“Kini jawaban-jawaban yang tepat tersebut tidak lagi terbatas pada satu bahasa dan satu saluran dari berbagai sumber informasi yang terpisah. Melainkan, kini tersedia di berbagai saluran dan bahasa, selalu terbarui dan langsung tersedia pada permintaan pertama,” tutup Manago. •MM/Aa

Foto-foto: dok. ebizzasia

© 2003 - 2004 eBizzAsia. All rights reserved.