|
Kata “konvergensi” mungkin bukan konsep yang
terlalu jamak dikaitkan dengan “Media” di benak
kebanyakan orang Indonesia. Seperti umumnya para pengguna
di dunia, kata ini nyaris kurang dimengerti dan cenderung
dianggap sangat “teknis”, dan mungkin karenanya
tidak banyak dimafhumi.
Masalahnya, cakupan kontekstual kita masing-masing membatasi kemampuan kita untuk
menangkap gambaran makro dari issue yang ada. more
...
Menurut survei IDC (International Data Corporation) tahun
2003, tantangan utama manajemen dalam masalah keamanan sistem
informasi adalah kurangnya sumber daya manusia (36%), disusul
monitoring (19%), tidak adanya kebijakan dan prosedur (17%)
serta integrasi antar solusi teknologi keamanan sistem informasi
(12%). Walaupun survei ini tidak dilakukan di Indonesia,
tetapi masalah yang dihadapi perusahaan-perusahaan di Indonesia,
terutama perusahaan besar, kurang lebih sama. Kecuali, mungkin,
menurut pandangan penulis, tidak adanya kebijakan dan prosedur,
menempati urutan kedua di Indonesia. more...
Dalam World Summit of Information Society (WSIS) di Geneva
pada bulan Desember 2003, para pemimpin bangsa-bangsa sepakat
mengatasi “digital divide” dengan menaruh target
bersama bahwa pada tahun 2010 seluruh desa telah terhubung,
dan terhubung dengan community access center pada 2015. Tujuannya
adalah aksesibilitas bagi setiap orang sampai ke pelosok
yang terjauh. Tonggak sasaran ini tentu memberi inspirasi
dan motivasi bagi setiap ekonomi untuk mengarahkan usahanya
mencapai tujuan secepatnya. Sebelum melangkah kepada sasaran,
dalam disiplin perencanaan perlu kita kaji sebetulnya apa
manfaat yang ingin diraih dari semua upaya ini. more
...
“Seberapa besar sebenarnya biaya untuk membangun toko
online?” demikian tanya salah satu peserta seminar
saya di sela-sela rehat makan siang di Surabaya, November
2002 lalu. Persoalannya tak hanya seberapa besar biayanya,
melainkan akankah toko online tersebut berhasil. Jelas, siapa
sih yang tidak ingin berhasil menjual lewat internet?
more
...
Implementasi teknologi informasi (TI) adalah suatu bentuk
perubahan di dalam perusahaan atau organisasi. Dengan begitu,
kita tidak bisa memisahkan persoalan teknis, yang terkait
dengan TI, dengan persoalan non-teknis, seperti manajemen
perubahan. Hal ini harus dipikirkan dan dicarikan solusinya
secara komprehensif demi kesuksesan implementasi TI tersebut.
Hanya saja, pengalaman menunjukkan bahwa seringkali suatu
proyek implementasi TI menganggap manajemen perubahan sebagai
persoalan sekunder, sehingga tidak dipikirkan dengan baik.
Seringkali perhatian yang sangat serius diberikan hanya pada
aspek teknis TI. Hal inilah yang berpotensi menggagalkan
proyek implementasinya di berbagai perusahaan atau organisasi. more
...
|