
Tak
dapat disangkal, perkembangan dunia bisnis dewasa ini semakin
banyak
dikaitkan dan, bahkan, ditentukan oleh seberapa intensif teknologi
informasi (TI) diterapkan dan digunakan secara optimal di lingkungan
perusahaan. Berbagai solusi, yang mengusung kecanggihan teknologi
dan kekayaan fitur dan fungsionalitas terus dikembangkan. Begitu
juga, kemudahan penggunaan dan penerapannya, misalnya dibuat
dalam bentuk modul-modul, yang memungkinkan penerapannya secara
bertahap tanpa kehilangan konektivitas fungsionalnya, menjadi
daya tarik tersendiri.
Begitulah perlombaan terus memacu lahirnya berbagai solusi
baru dan dengan berbasiskan platform terbaru, yang cenderung
secara teknologi lebih canggih dan rumit, namun dalam penggunaannya
terasa lebih mudah dan terotomatisasi secara lebih luas. Konektivitas
yang luas variannya, kecepatan transfer data dan eksekusi kegiatan
fungsionalnya, serta kemudahan penerapannya menjadi titik-titik
keunggulan yang ditawarkan vendor. Meski, dalam penerapannya,
dibutuhkan kejelian dan pemahaman yang lebih utuh terhadap
kebutuhan dan sasaran yang ingin dicapai.
Hal itu, tentu saja, tak hanya bertumpu pada detil-detil operasionalnya,
melainkan pada kemampuannya memberikan sesuatu yang lebih dari
sekedar teknologis operasional, melainkan strategis fungsional.
Karenanya, solusi-solusi yang lebih baru, mestinya mampu memberikan
lebih banyak kemudahan, area cakupan operasional, termasuk
kemudahan penggunaannya dan penghematan biaya atau investasi
yang ditanamkannya.
Belakangan ini, berbagai solusi baru, khususnya yang berbasis
teknologi internet dan tanpa kabel (wireless) lebih mendominasi
banyak kebutuhan, sehingga kemampuannya mendukung mobilitas
(dan peningkatan produktivitas) bukan lagi suatu impian. Mobilitas,
kini, tak lagi menjadi hambatan dalam menjalankan berbagai
kegiatan bisnis, baik ketika berada di rumah, di kantor, di
jalanan, atau bahkan di luar kota atau di luar negeri sekalipun.
Tahun 2004 ini tampaknya akan lebih banyak didominasi berbagai
solusi perusahaan (enterpise IT) yang bukan saja lebih menarik,
melainkan juga menawarkan berbagai kemudahan dan keunggulan
yang tak ada sebelumnya. Akses dan transfer data secara jarak
jauh dan tanpa kabel misalnya, merupakan sesuatu yang kini
dapat dilakukan dengan mudah.
Karenanya, perkembangan berbagai solusi yang berorientasi-bisnis
lebih banyak menarik perhatian. Selain lebih fungsional,
juga lebih bisa memberi gambaran big picture dari sekadar
operasional
teknis. Hal ini juga didukung oleh kemajuan dalam teknologi
akses tanpa kabel (W-LAN alias Wi-Fi) dari yang berkecepatan
11Mbps hingga 54Mbps, dan bahkan yang tengah dikembangkan,
yaitu standar 802.16 (WiMax – Worldwide Interoperability
for Microwave Access) yang berskala dunia.
Solusi baru yang kini diujiterapkan oleh Wal-Mart di Amerika
dan Metro di Jerman, RFID (Radio Frequency Identification),
juga mulai semakin banyak menarik perhatian, khususnya dari
kalangan industri ritel. Selain menjanjikan banyak kemudahan,
yang lebih menonjol adalah penghematan dan ketersediaan data
yang lebih akurat. Solusi peritel ini tampaknya akan mengalami
guliran bola salju yang semakin hari semakin besar.
Linux yang sebelumnya hampir-hampir tidak diperhitungkan,
secara bertahap kini mulai unjuk gigi. Ini terbukti dengan
munculnya
sistem operasi berbasis Linux – Lindows – yang
akan menyaingi Windows dari Microsoft. Tahun 2004, menurut
IDC, 11% server-server yang terjual di Amerika akan menggunakan
OS Linux, 34% Windows dan 37% Unix. Belakangan ini, Lindows
juga berharap akan menjadi OS bawaan untuk laptop atau notebook.
Semakin menggebu-gebunya penerapan teknologi bergerak (mobile
technology), apakah itu Wi-Fi, CDMA, EDGE dan lain sebagainya
juga mendorong berkembangnya, baik perangkat keras maupun piranti
lunaknya. Produktivitas diperkirakan akan menjadi perhatian
utama penerapan teknologi ini.
Di sisi lain, dengan berbagai pertimbangan kemampuan dan biaya,
pengalihdayaan (outsourcing) solusi TI perusahaan masih akan
meningkat, baik insourcing maupun offshore outsourcing. Strategi
alihdaya ini, selain mampu menghemat biaya, juga memberikan
penyelesaian solusi TI-nya kepada yang benar-benar ahli, sementara
perusahaan bisa lebih fokus pada core competency-nya saja.
Penghematan biaya juga kini dimungkinkan dengan salah satunya
penerapan IP Telephony untuk mengatasi melonjaknya biaya komunikasi
suara dan data. Solusi ini diperkirakan bisa menghemat hingga
70 persen.
Namun, solusi TI perusahaan apapun yang diterapkan, tetap yang
diperlukan adalah kehati-hatian dalam mencermati penerapannya,
sehingga benar-benar menjadi solusi yang diharapkan dengan
sejumlah keuntungan yang bisa diraih, baik dalam jangka pendek
maupun jangka panjang.
Fokus majalah eBizzAsia kali ini tertuju pada “10 Tren
solusi TI perusahaan” yang terangkat di tahun 2004 ini.
Meski tak seluruhnya, kami lebih dalam melihatnya setidaknya
di tiga solusi utama, yakni Wi-Fi atau W-LAN, RFID dan IP Telephony. •Insa
Foto-foto: istimewa