Kecenderungan
perusahaan-perusahaan kelas dunia, termasuk di dalam negeri,
dalam menghadapi tahun 2004 ini lebih dari sekadar mempertahankan
profitabilitas, melainkan mendorong pertumbuhan. Karenanya,
inovasi untuk mendorong pertumbuhan itulah yang kini menjadi
prioritas utama para CEO. Berikut ini 10 kecenderungan penerapan
teknologi informasi (TI) teratas untuk tahun 2004.
Aplikasi-aplikasi TI berorientasi-bisnis semakin
banyak diterapkan. Penghematan tidak berarti kehilangan big
picture bisnis yang ditangani. Pengeluaran untuk penerapan
aplikasi TI tetap masih dibutuhkan, namun efektivitasnya
terhadap pencapaian bisnis menjadi pertimbangan penting.
Karenanya, aplikasi-aplikasi berorientasi bisnis, seperti
jasa keuangan, ritel, transportasi, manufaktur akan lebih
banyak diperhatikan. Meningkatkan kemampuan TI perusahaan,
baik perangkat keras maupun piranti lunak, termasuk infrastruktur
juga menjadi perhatian yang semakin besar.
Infrastruktur nirkabel semakin banyak digelar dan
meningkat permintaannya. Perkembangan hotspot Wi-Fi dunia diperkirakan
akan meningkat dua kali lipat. Di dalam negeri sendiri
muncul konsorsium yang diperkirakan akan mendorong perkembangannya.
Hotspot Wi-Fi publik akan lebih menonjol di lingkungan
hotel, kafe, bandara, mal dan lokasi publik lainnya. Di
Amerika, McDonald dan Starbuck menjadi lokasi dimana hotspot
Wi-Fi banyak tersedia. Di lingkungan perusahaan pun Wi-Fi
atau W-LAN semakin banyak diterapkan, sepenuhnya atau dikombinasikan
dengan komunikasi berbasis kabel yang telah ada.
Penerapan RFID (Radio Frequency Identification)
semakin menarik perhatian. Meski teknologi baru ini masih tahap
awal penerapannya, seperti dilakukan peritel dunia Wal-Mart
di Amerika dan Metro di Jerman, tampaknya akan segera
menarik minat banyak industri lainnya untuk menerapkannya.
Selain industri ritel, industri transportasi, logistik
dan distribusi terlihat sangat tertarik menerapkan RFID
ini. Kendala memang masih ada, namun manfaatnya bagi
dunia usaha juga tak kalah menariknya. Penerapannya bisa
terkait dengan Wi-Fi, misalnya dalam pengecekan barang
di gudang secara jarak jauh.
Adopsi penggunaan Linux akan semakin meningkat. Meski
menurut IDC Microsoft tak perlu khawatir akan penerapan
Lindows
(Windows versi Linux) sebagai sistem operasi (OS-Operating
System) hingga tahun 2007, karena peran Lindows belum
cukup besar, namun tren penggunaannya bertumbuh sangat
cepat. Tahun 2004, 11% server-server yang terjual di
Amerika akan menggunakan OS Linux, 34% Windows dan 37%
Unix. Belakangan ini, Lindows juga berharap akan menjadi
OS bawaan untuk laptop atau notebook.
Alihdaya (outsourcing) masih menjadi pilihan
menarik dalam konteks penerapan TI di perusahaan. Apakah di lakukan
di dalam negeri atau di luar negeri (offshore), alihdaya
masih menjadi pilihan menarik kalangan industri. Offshore
outsourcing diperkirakan terus meningkat, tidak lagi
hanya untuk jangka pendek, melainkan berubah menjadi
strategi bersaing di masa datang. Daya tarik dan keuntungan
melakukan alihdaya masih menjadi pertimbangan penting,
baik segi kapasitas kemampuan, penanganan SDM, teknologi
dan dukungan teknis.
Enterprise Application Integration (EAI) mengalami
percepatan. EAI mencakup beberapa kategori produk yang semakin jelas.
Knowledge Management sepenuhnya menjadi bagian dari teknologi
Enterprise Content Management dan Enterprise Integration
Management. Penerapannya tampaknya semakin meningkat pada
tahun 2004 ini.
Peningkatan produktivitas akibat ledakan mobile
technology. Peningkatan produktivitas akibat penerapan teknologi
bergerak, terutama terjadi di industri perbankan, healthcare
dan jasa (field services) lainnya. Peningkatan produktivitas
akibat penerapan TI ini akan berjalan lebih baik, karena
para pelanggan juga menggunakan TI untuk meningkatkan
produktivitas dan menurunkan biaya. Di industri healthcare,
teknologi yang digunakan akan mengurangi terjadinya kesalahan
medis, seperti diagnosis, pengobatan dan pemberian resep.
Tahun 2004 akan lebih menentukan bagi XML dan Web
Services. Perusahaan-perusahaan yang sekarang ini telah memiliki
strategi Web Services siap menuju ke gelombang kedua.
Kalau gelombang pertama lebih didominasi oleh integrasi,
gelombang kedua oleh produktivitas. Web Services akan
mengotomatisasi tugas-tugas tertentu, menghemat waktu
dan menghasilkan keluaran dengan sumberdaya yang lebih
sedikit. Perusahaan-perusahaan kecil dan menengah akan
mampu menyediakan layanan-layanan baru yang sebelumnya
hanya dapat disediakan perusahaan-perusahaan besar.
Gelombang Tsunami informasi akan menjadi tantangan utama
bisnis yang mendorong inovasi teknologi. Jumlah informasi
melipat dua setiap 18 bulan dan terus mengalami percepatan.
Gelombangnya tak dapat dihentikan, tetapi dapat ditaklukkan.
Karenanya, intelligent dan smart software, khususnya
agent-based software, akan berkembang pesat dan menjadi
solusi satu-satunya dalam menghadapi krisis Tsunami informasi
yang akan menghantam dunia bisnis. Self-healing networks,
autonomous computing, predictive software, adaptive workflows,
vigilant security software dan self-assembly chip technology
akan menjadi hal yang biasa.
VoIP (Voice over Internet Protocol) atau IP Telephony
akan semakin banyak digunakan. IP Telephony akan menjadi pilihan komunikasi suara bervisi
masa depan karena mudah digunakan, hemat biaya dan lebih
produktif. Selain dapat berkomunikasi suara, menerima dan
mengirim e-mail, dan mengirim faks dapat dilakukan melalui
satu perangkat IP telephony saja. Penerapannya tidak saja
mendorong produktivitas karyawan, melainkan juga penghematan
pembiayaan operasional perusahaan.
Sumber: Gartner, IDC, Forrester dan Workflow Institute