Volume II No 15 - Maret 2004
 


10 Trends of Enterprise
IT 2004

 

 

Kecenderungan perusahaan-perusahaan kelas dunia, termasuk di dalam negeri, dalam menghadapi tahun 2004 ini lebih dari sekadar mempertahankan profitabilitas, melainkan mendorong pertumbuhan. Karenanya, inovasi untuk mendorong pertumbuhan itulah yang kini menjadi prioritas utama para CEO. Berikut ini 10 kecenderungan penerapan teknologi informasi (TI) teratas untuk tahun 2004.

Aplikasi-aplikasi TI berorientasi-bisnis semakin banyak diterapkan. Penghematan tidak berarti kehilangan big picture bisnis yang ditangani. Pengeluaran untuk penerapan aplikasi TI tetap masih dibutuhkan, namun efektivitasnya terhadap pencapaian bisnis menjadi pertimbangan penting. Karenanya, aplikasi-aplikasi berorientasi bisnis, seperti jasa keuangan, ritel, transportasi, manufaktur akan lebih banyak diperhatikan. Meningkatkan kemampuan TI perusahaan, baik perangkat keras maupun piranti lunak, termasuk infrastruktur juga menjadi perhatian yang semakin besar.

Infrastruktur nirkabel semakin banyak digelar dan meningkat permintaannya. Perkembangan hotspot Wi-Fi dunia diperkirakan akan meningkat dua kali lipat. Di dalam negeri sendiri muncul konsorsium yang diperkirakan akan mendorong perkembangannya. Hotspot Wi-Fi publik akan lebih menonjol di lingkungan hotel, kafe, bandara, mal dan lokasi publik lainnya. Di Amerika, McDonald dan Starbuck menjadi lokasi dimana hotspot Wi-Fi banyak tersedia. Di lingkungan perusahaan pun Wi-Fi atau W-LAN semakin banyak diterapkan, sepenuhnya atau dikombinasikan dengan komunikasi berbasis kabel yang telah ada.

Penerapan RFID (Radio Frequency Identification) semakin menarik perhatian. Meski teknologi baru ini masih tahap awal penerapannya, seperti dilakukan peritel dunia Wal-Mart di Amerika dan Metro di Jerman, tampaknya akan segera menarik minat banyak industri lainnya untuk menerapkannya. Selain industri ritel, industri transportasi, logistik dan distribusi terlihat sangat tertarik menerapkan RFID ini. Kendala memang masih ada, namun manfaatnya bagi dunia usaha juga tak kalah menariknya. Penerapannya bisa terkait dengan Wi-Fi, misalnya dalam pengecekan barang di gudang secara jarak jauh.

Adopsi penggunaan Linux akan semakin meningkat. Meski menurut IDC Microsoft tak perlu khawatir akan penerapan Lindows (Windows versi Linux) sebagai sistem operasi (OS-Operating System) hingga tahun 2007, karena peran Lindows belum cukup besar, namun tren penggunaannya bertumbuh sangat cepat. Tahun 2004, 11% server-server yang terjual di Amerika akan menggunakan OS Linux, 34% Windows dan 37% Unix. Belakangan ini, Lindows juga berharap akan menjadi OS bawaan untuk laptop atau notebook.

Alihdaya (outsourcing) masih menjadi pilihan menarik dalam konteks penerapan TI di perusahaan. Apakah di lakukan di dalam negeri atau di luar negeri (offshore), alihdaya masih menjadi pilihan menarik kalangan industri. Offshore outsourcing diperkirakan terus meningkat, tidak lagi hanya untuk jangka pendek, melainkan berubah menjadi strategi bersaing di masa datang. Daya tarik dan keuntungan melakukan alihdaya masih menjadi pertimbangan penting, baik segi kapasitas kemampuan, penanganan SDM, teknologi dan dukungan teknis.

Enterprise Application Integration (EAI) mengalami percepatan. EAI mencakup beberapa kategori produk yang semakin jelas. Knowledge Management sepenuhnya menjadi bagian dari teknologi Enterprise Content Management dan Enterprise Integration Management. Penerapannya tampaknya semakin meningkat pada tahun 2004 ini.

Peningkatan produktivitas akibat ledakan mobile technology. Peningkatan produktivitas akibat penerapan teknologi bergerak, terutama terjadi di industri perbankan, healthcare dan jasa (field services) lainnya. Peningkatan produktivitas akibat penerapan TI ini akan berjalan lebih baik, karena para pelanggan juga menggunakan TI untuk meningkatkan produktivitas dan menurunkan biaya. Di industri healthcare, teknologi yang digunakan akan mengurangi terjadinya kesalahan medis, seperti diagnosis, pengobatan dan pemberian resep.

Tahun 2004 akan lebih menentukan bagi XML dan Web Services. Perusahaan-perusahaan yang sekarang ini telah memiliki strategi Web Services siap menuju ke gelombang kedua. Kalau gelombang pertama lebih didominasi oleh integrasi, gelombang kedua oleh produktivitas. Web Services akan mengotomatisasi tugas-tugas tertentu, menghemat waktu dan menghasilkan keluaran dengan sumberdaya yang lebih sedikit. Perusahaan-perusahaan kecil dan menengah akan mampu menyediakan layanan-layanan baru yang sebelumnya hanya dapat disediakan perusahaan-perusahaan besar.

Gelombang Tsunami informasi akan menjadi tantangan utama bisnis yang mendorong inovasi teknologi. Jumlah informasi melipat dua setiap 18 bulan dan terus mengalami percepatan. Gelombangnya tak dapat dihentikan, tetapi dapat ditaklukkan. Karenanya, intelligent dan smart software, khususnya agent-based software, akan berkembang pesat dan menjadi solusi satu-satunya dalam menghadapi krisis Tsunami informasi yang akan menghantam dunia bisnis. Self-healing networks, autonomous computing, predictive software, adaptive workflows, vigilant security software dan self-assembly chip technology akan menjadi hal yang biasa.

VoIP (Voice over Internet Protocol) atau IP Telephony akan semakin banyak digunakan. IP Telephony akan menjadi pilihan komunikasi suara bervisi masa depan karena mudah digunakan, hemat biaya dan lebih produktif. Selain dapat berkomunikasi suara, menerima dan mengirim e-mail, dan mengirim faks dapat dilakukan melalui satu perangkat IP telephony saja. Penerapannya tidak saja mendorong produktivitas karyawan, melainkan juga penghematan pembiayaan operasional perusahaan.

Sumber: Gartner, IDC, Forrester dan Workflow Institute

© 2003 - 2004 eBizzAsia. All rights reserved.