Kesadaran untuk menumbuhkan citra perusahaan atau suatu bisnis lewat Public Relation — atau yang sudah lama dikenal dengan istilah Humas, walaupun orang PR tidak mau disebut orang HUMAS karena kedua tugas ini sangat berbeda — bermunculan dan tumbuh pesat.
Sebenarnya trend ini memang sudah diramalkan beberapa tahun yang lalu.
Berbeda dengan peran advertising, PR lebih banyak berperan untuk mempertahankan citra yang solid dan bukan untuk menumbuhkan citra di awal seperti yang pernah dikatakan Al Ries.
Apalagi dengan munculnya era free market economy, maka konsumen dihadapkan dengan begitu banyak produk yang membingungkan, di sinilah peran PR sangat berarti.
Maka sekarang ditambah lagi dengan lahirnya era ekonomi baru yang dipelopori oleh Internet, berpadulah strategi promosi dan pemasaran serta PR online dan offline, yang sama-sama berperan untuk membangun dan mempertahankan citra suatu organisasi atau perorangan baik di mata individu, perusahaan maupun pemerintah.
Namun tantangannya dalam dunia pemasaran online, adalah bagaimana mentransformasi strategi offline ke strategi online mengingat platform-nya berbeda, meski prinsip-prinsipnya sama dan berpijak pada dunia offline.
Dalam dunia promosi online, strategi link marketing adalah salah satu contoh bagaimana menerapkan konsep PR offline lewat dunia maya dengan misi sama seperti strategi PR offline.
Bayangkan ratusan situs web, baik lokal maupun mancanegara, menaruh link yang mengacu ke situs web dari suatu organisasi atau perusahaan! Bayangkan juga situs web yang menaruh link tersebut adalah situs web yang terkenal dari salah satu industri yang mirip atau sifatnya complementary, kemudian menaruh link ke situs web yang Anda miliki yang juga memiliki bisnis di suatu industri yang sifatnya complementary dengan situs web yang memberi link!
Bukankah dengan cara ini suatu situs web yang di-link akan dikenal di mata banyak orang atau korporat? Bukankah juga dengan cara ini para pengunjung situs web yang berasal dari suatu situs web terkenal yang memberi link adalah pengunjung yang berkualitas (quality visitors). Bukankah dengan cara ini pula potensi dari word of mouth (kalau istilah e-marketing : click of mouse) mengenai suatu bisnis yang dijalankan dan ditampilkan oleh suatu situs web memberi kesan bagus dan trustable?
Monitorlinks.com adalah salah satu perangkat online yang dapat membantu menganalisa strategi link kita agar berjalan sesuai yang kita harapkan
Manfaat Ganda
Dengan menerapkan strategi linking untuk suatu situs web, maka kita dapat memperolah dua (2) manfaat ganda sekaligus, yaitu pertama, banyaknya situs web yang akan memberikan pengunjung potensial ke situs web yang di-link, dan popularitas dari URL situs web di mata situs pencari.
Kedua, artinya semakin banyak situs web yang me-link ke situs web tertentu, maka popularitasnya semakin naik, sehingga membuat suatu situs web mendapatkan urutan semakin atas dari hasil pencarian karena frase keyword tertentu.
Namun, konsep ini tidaklah sesederhana yang mungkin banyak orang tahu. Google juga memperhitungkan setelah URL suatu situs web diklik, apakah pengunjung berada lama di domain tersebut? Kalau tidak lama, maka click popularity dari situs tersebut sedikit artinya. Karenanya, Google juga mempertimbangkan “kualitas” dari halaman web yang menaruh link. Misalnya situs web yang menaruh link adalah Yahoo!, maka link yang berasal dari Yahoo! memiliki nilai kualitas yang lebih dibandingkan link yang berasal dari situs web yang di-hosting di Geocities, Hypermart.
Namun, kalau kita menerapkan strategi link hanya untuk meningkatkan popularitas di mata situs pencari hal itu adalah langkah yang kurang bijak. Terapkan strategi link demi mendapatkan nilai potensi dari mengarahkan pengunjung yang berkualitas dari situs web yang berkualitas juga.
Suatu URL situs web masih dapat mendatangkan 100 pengunjung yang berkualitas, bahkan meskipun peringkatnya di urutan situs pencari jelek. Hal ini bisa terjadi mengingat traffic tidak akan datang dari banyaknya situs web yang menaruh link, tetapi situs-situs web tersebut tidak di-indeks oleh situs pencari. Hanya saja, pengunjung berkualitas masih bisa diperoleh dari pelanggan atau prospek yang datang dari situs-situs web complementary yang menaruh link ke situs web yang dituju.
Membangun Link
Tantangan dalam membangun link adalah banyaknya waktu yang dibutuhkan, perhatian dan analisa. Jadi, hati-hati kalau ada agen yang menawarkan service membangun link melalui cara otomatis (bulk). Google dapat dengan mudah mengenali apabila 50 situs web yang sama di-link satu sama lain melalui halaman web yang berisi link yang nyaris hampir sama.
Beberapa situs web di luar maupun dalam negeri kita juga ada yang memiliki halaman web tertentu yang berisi banyak link, yang mengacu ke banyak situs web yang terkadang bukan dari industri atau bisnis yang sama, melainkan hanya bertujuan mendapatkan click popularity. Strategi ini sama sekali tidak banyak membantu bisnis tersebut. Dan banyaknya situs web yang mau di-link lebih karena mereka tidak mengerti aturan main yang sesungguhnya.
Google hanya berminat dengan situs web dengan content yang baik dan link dari situs web dengan jenis niche bisnis yang sejenis atau complimentary. Jadi tidak berminat dengan model link yang dibuat-buat atau membodohi situs pencari. Karena itu, Google juga menilai content dari situs web yang memberikan link ke luar.
Untuk memudahkan tugas ini, paling tidak kita harus menggunakan perangkat lunak yang dapat membantu secara cepat mencari situs-situs web sejenis atau yang complimentary. Setelah itu, mengunjunginya satu per satu dan mengirimkan e-mail secara personal, baik kepada recipient yang menerima maupun content e-mail yang sudah dikustomisasi untuk mengajak kerjasama dalam membangun jaringan link (network link). Jadi, jangan melakukan pengiriman e-mail yang mengajak kerjasama dalam bentuk pengiriman bulk e-mail. Hal ini sama seperti jangan pernah mengirimkan surat lamaran dengan isi yang sama ke banyak perusahaan.
Melakukan Analisa Link
Apakah yang dibutuhkan ntuk menganalisa suatu link? Caranya dalah dengan menggunakan sintaks yang diberikan oleh beberapa situs pencari, mengingat tidak semua situs pencari memiliki algoritma yang sama. Sintaks yang bisa digunakan untuk melakukan riset analisa link adalah dengan mengetikkan kata “link” yang diikuti oleh : dan URL-nya. Misalnya ketikkan teks berikut link:http://www.bjoconsulting.com ke kotak pencarian dari situs pencari Google.
Dengan menggunakan sintaks di atas, kita bisa menemukan semua situs web yang me-link ke suatu situs web. Dengan begitu, kita bisa mengetahui hubungan antara situs-situs web lain dengan situs web milik kompetitor. Atau, kita bisa juga memanfaatkan situs web yang berisi halaman yang mengandung banyak link ke situs web lain dari industri yang spesifik.
Analisa link memang pekerjaan yang banyak memakan waktu, namun sangat produktif. Misalnya, sewaktu staf saya melakukan riset terhadap 400 link, ditemukan sejumlah situs web yang me-link ke 3 atau 4 situs web yang berasal dari situs web kompetitor milik pelanggan kami, namun tidak langsung me-link ke situs web milik pelanggan kami tersebut.•
Bob Julius Onggo • Konsultan, Penulis, Pembicara,
dan Praktisi Bisnis Internet (profilnya bisa dilihat
di www.bjoconsulting.com)
Foto-foto: Muflihun
|