Istilah broadband dan multimedia merupakan jargon yang sering dibicarakan, bahkan menjadi tema yang ikut mendorong “ Bubble Burst ” industri telekomunikasi yang lalu. Broadband sebagai teknologi telah lama ada, namun sebagai hasil dan layanan adalah perjalanan yang belum berhenti bahkan masih pada tahap awal. Manfaat nyata terjadi pada saat teknologi hadir sebagai layanan yang pas diterima dan tumbuh bersama komunitas penggunanya.
Perubahan lingkungan bisnis mengakibatkan semakin ketatnya persaingan, baik antara operator penyedia layanan berbasis jaringan tetap ( fixed-line ) dengan operator layanan mobile maupun operator baru. Operator incumbent perlu mempertimbangkan pemanfaatan teknologi baru ini untuk meningkatkan pendapatan dan efisiensi pengelolaan bisnis melalui penyediaan layanan baru. Salah satu teknologi yang banyak dijadikan pertimbangan untuk dimanfaatkan adalah teknologi Next Generation Network dengan basis jaringan IP ( Internet Protocol ) dan jaringan akses broadband .
Akses internet kecepatan tinggi ( broadband ) mengalami booming di berbagai bagian dunia. Layanan ini memberi peluang pasar baru bagi operator jaringan tetap ( fixed-line ) pada saat mereka telah memperkaya kapabilitas jaringan teleponnya dengan ‘ broadband-capable '. Berbagai teknologi kompresi dan coding, seperti teknologi xDSL ( Digital Subscriber Line ) dan variasinya, telah membuat kabel tembaga yang semula hanya menyalurkan suara, berubah menjadi kabel ‘emas' yang mampu menyalurkan layanan broadband multimedia . Teknologi IP yang semakin matang memberi ruang inovasi layanan infokom yang terbuka luas mulai dari internet kecepatan tinggi, aplikasi bisnis, komunikasi multimedia, content gaming , hingga TV interaktif.
Indra M. Utoyo • Deputy Head, Telkom Multimedia Division,
PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk.
Foto-foto: dok. ebizzasia
Artikel selengkapnya bisa Anda jumpai di majalah eBizzAsia volume II nomor 18 bulan Jui 2004. Untuk mendapatkannya Anda bisa hubungi Ibu Liliek di (021) 7193264 |