Dalam dunia ritel, WiFi ( Wireless Fidelity ) sedang popular – tetapi tidak hanya bagi para pengakses Internet public seperti di coffee shop dan toko buku. Konektivitas nirkabel yang berbasis teknologi WiFi ini dapat juga digunakan untuk kegiatan memindahkan inventori secara lebih cepat, memobilisasi para floor manager dan meningkatkan kepuasan pelanggan. Hal itu karena jejaring komunikasi (LAN- local area network ) nirkabalnya diperluas dari pusat distribusi ke stock room (gudang), ke lokasi penjualan, dan bahkan ke dalam kantor perusahaan.
Teknologi WLAN (menggunakan standar radio 802.11 yang sekarang umum disebut dengan WiFi) telah menjadi teknologi inventori yang handal. Sekarang kondisinya meluas. Manajer TI di perusahaan-perusahaan ritel besar diminta untuk membangun infrasttruktur nirkabel guna mendukung berbagai perangkat nirkabel dan aplikasi bergerak ( mobile ) yang baru, yang diterapkan untuk skala perusahaan.
Di Minneapolis, ada satu peritel AS yang sangat yakin akan manfaat mobilitas nirkabel – sebagaimana terbukti dalam toko-toko dan pusat distribusinya – dimana di kantor pusat perusahaan yang baru seluruhnya akan menggunakan infrastruktur nirkabel, yang mencakup lebih dari 1.200 titik akses yang melayani sekitar 5.000 laptop dan PDA untuk seluruh karyawan perusahaan yang memerlukannya.
Tantangan Baru
Pengembangan jejaring WLAN ( Wide Local Area Network ), saat ini, boleh diktakan jauh lebih mudah, apalagi kalau dibandingkan antara yang nirkabel denngan yang menggunakan kabel. Begitu mudahnya, sehingga cukup “plug-and-play”, karena bersifat nirkabel, sehingga dalam waktu singkat jejaring komunikasi Anda telah tersedia dan Anda siap menggunakannya.
Namun, jika penggunaannya cukup luas, sehingga jejaring yang dibangun juga cukup luas, maka kalangan profesional TI mengakui bahwa pengelolaan jejaring merupakan suatu tantangan yang serius. Misalnya saja, ketika Anda akan memperbarui piranti lunak yang digunakan, merekonfigurasi piranti keras atau mengembangkan suatu aplikasi baru, maka diperlukan suatu cara yang terotomatisasi untuk menjangkau dan menyentuh masing-masing dari titik akses dan perangkat yang digunakan pengguna.
Secara fisik, mendatangi ratusan titik akses dan ribuan perangkat mobile yang tersebar luas hingga ke pusat-pusat distribusi secara nasional dan internasional, bisa menjadi suatu mimpi buruk para praktisi TI perusahaan. Untungnya, solusi manajemen WLAN menyediakan perangkat yang dapat mengotomatisasi proses tersebut, sehingga perusahaan dapat menghemat biaya.
Jejaring nirkabel, pada dasarnya, lebih dinamik ketimbang jaringan berkabel. Dan, karena peralatan-peralatan dan standar-standar nirkabel baru terus berkembang, modifikasi dan peningkatan infrastruktur WLAN generasi-pertama hanya akan menambah kompleksitas masalah. Tidak semua perangkat manajemen WLAN bisa menangani jaringan multi-vendor yang begitu cepat berkembang itu. Dengan begitu, para profesional TI harus melakukan perencanaan yang sekaligus antisipatif terhadap pertumbuhan jaringan, dan seharusnya menjadi lebih selektif dalam menentukan pilihan.
Visibilitas Real-Time
Perangkat pengelolaan WLAN yang baik harus menyediakan visibilitas real-time dalam keseluruhan jejaring termasuk semua titik akses dan perangkat yang digunakan pengguna. Ia menampilkan konfigurasi spesifik perangkatn individual seperti firmware, software , radio dan setting pengamanan. Perangkat tersebut menunjukkan status jejaring dalam konteks kelancaran trafik, bottleneck (mulai macet) , dan kinerja secara keseluruhan.
Meski menyediakan informasi yang mutakhir di kantor pusat itu penting, namun yang lebih penting adalah kemampuan mengendalikan perangkat jejaring dari jarak jauh dan secara otomatis dapat dilakukan cukup dari satu pusat kendali.
Perangkat pengelolaan WLAN memungkinkan para administrator jejaring guna menciptakan profil umum dari setting perangkat di titik akses dan perangkat bergeraknya. Profil-profil itu dapat dengan cepat disebarkan dalam suatu jejaring yang luas guna melakukan deteksi dan penemuan, reset, dan pembaruan perangkat keras sistem.
Dengan begitu, jika manajer TI yang harus secara individual mengonfigurasi lebih dari 20 titik akses nirkabel secara bersamaan, maka dengan mudah ia dapat mengevaluasi nilai layanannya. Mereka dapat menetapkan kebijakan melalui setting profil, dan profil tersebut didistribusikan sehingga dapat diterapkan di seluruh jejaring guna menangani perangkat keras yang menjadi tanggungjawabnya.
Tergantung desain jejaringnya, profil tersebut dapat disimpan dan diterapkan, dan didistribusikan ke seluruh jejaring atau ditempatkan di pusat operasi terpusat atau regional. Para pengguna dapat memastikan bahwa setiap perangkat keras yang digunakan akan secara otomatis dievaluasi dalam kurun waktu tertentu tanpa membebani bandwidth jejaring. Setiap kali terjadi perbedaan, maka hal itu dapat dilaporkan ke administrator jejaring, karena telah diberi alert oleh sistem.
Bila perlu perubahan, administrator TI dapat memperbarui piranti lunaknya atau me-reset konfigurasi dari pusat kendali . Perubahan itu secara otomatis dilakukan dari tiap titik akses. Sedang untuk perangkat mobile dilakukan lewat udara.
Kunci Pengamanan Jejaring
Pengelolaan secara terpusat menjadi sangat penting, terutama bila dikaitkan dengan pemeliharaan pengamanan jejaring dan menjaga integritas data perusahaan, termasuk data mengenai pelanggan.
Namun, perlu disadari bahwa tidak satupun teknologi, produk, atau prosedur yang bisa menjamin keamanan jejaring. Untuk mengamankan tiap jejaring berkabel atau nirkabel, para profesional TI harus mengoptimalkan kemampuan berbagai komponen dan prosedur, yang semuanya harus digunakan bersama. Hal ini biasanya mencakup perangkat keras firewall jejaring, peranti lunak enkripsi, dan juga prosedur-prosedur pengendali akses fisik, seperti nama dan password untuk sign-on .
Ketika suatu teknologi diterapkan ke suatu jejaring, semua komponen pengaman harus dapat dikelola secara efisien di suatu infrastruktur yang lebih dinamis. Setiap titik akses baru membuka pintu baru ke dalam suatu jejaring. Peranti penanganan WLAN sangat membantu para administrator TI untuk memelihara keamanan dengan menerapkan dan membuat konfigurasi dan setting yang sesuai, dan secara dinamis memutakhirkan daftar kendali akses di seluruh infrastruktur nirkabel.
Suatu solusi manajemen yang fleksibel akan membantu mengelola pengamanan di semua komponen jejaring sehingga menyulitkan bagi para penyusup untuk menjelajahi, merusak dan membuka kode-kode enkripsinya.
Sebagai contoh, suatu peranti pengelolaan yang baik dapat secara otomatis merotasi kunci–kunci enkripsi WEP dalam suatu jejaring nirkabel. Sementara perangkat nirkabel yang lebih baru bahkan dapat mendukung teknologi pengamanan baru guna menfasilitasi enkripsi yang lebih handal. Satu solusi manajemen jejaring yang baik dapat mengotomatisasi rotasi kunci enkripsi WEP untuk meningkatkan keamanan jejaring di seluruh perangkat keras yang ada, sambil mendukung – dan menyediakan jalur migrasi ke – berbagai perkembangan standar pengamanan jejaring nirkabel.
Juga, jika ada titik akses yang ditambahkan ke suatu jejaring, maka solusi manajemen WLAN yang baik secara otomatis akan mendeteksi berbagai perangkat yang tak terotorisasi untuk membantu departemen TI mengambil langkah-langkah yang tepat guna mengendalikan akses jejaring.
Efisien dan Handal
Pengelolaan yang efisien merupakan sesuatu yang sangat penting dalam menunjang keberhasilan pengembangan jejaring nirkabel. Suatu solusi manajemen WLAN bisa sangat menyederhanakan administrasi jejaring sehingga mudah diterapkan dengan biaya administratif yang terkendali dan menghasilkan kinerja dan pengamanan yang lebih handal.
Pertimbangkan pentingnya solusi manajemen jaringan multi-vendor dalam lingkungan nirkabel Anda. Carilah perangkat WLAN yang dapat dengan mudah dintegrasikan dengan sistem manajemen jejaringan Anda yang sudah ada. Insa Foto: dok. ebizzasia
|