Bisnis telekomunikasi konvensional diperkirakan, cepat atau lambat, akan punah dan tergantikan dengan bisnis Infokom. Kalau bisnis telekomunikasi masa lalu lebih tertuju pada komunikasi suara (telepon), maka ke depan dengan Infokom cakupan dan layanannya pun akan semakin luas dan bervariasi. Ini tentu sangat didukung perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, terutama Internet.
Simak saja, kalau dahulu Anda berkomunikasi baik lokal, regional (sambungan langsung jarak jauh, SLJJ) maupun sambungan langsung internasional (SLI) lebih sebagai komunikasi suara dengan biaya yang cukup tinggi, kini telah muncul alternatif lain. Kalau komunikasi data lewat fax, telegraf, dan layanan kabel lainnya, hal itu kini pun telah mengalami perubahan. Kalau dahulu Anda membaca majalah atau Koran melalui media cetak, kini pun telah muncul alternatif lain yang lebih menjanjikan dan bahkan interaktif.
Meski penggunaannya belum meluas sebagaimana komunikasi suara saat ini, namun layanan Voice-over-IP (VoIP) tampaknya akan menjadi pilihan yang semakin menjanjikan. Selain diperkirakan biayanya lebih murah, hal itu pun dapat dilakukan langsung dari rumah atau bahkan melalui perangkat bergerak, seperti ponsel atau smartphone. Belum lagi, kalau komunikasi itu digunakan dalam kelompok (conference call), kini malah sudah ada yang bersifat visual yang disebut video conference, yang memungkinkan beberapa orang dari berbagai lokasi yang berjauhan, mungkin saja antar negara, untuk berkomunikasi suara secara tatap muka langsung dan real time. Bukan saja jarak menjadi tidak berarti, layanannya pun semakin mudah diperoleh, bahkan di perangkat mobile.
Artinya layanan komunikasi suara yang sekarang ada harus bersiap-siap untuk digerogoti oleh yang namanya VoIP ini, baik itu komunikasi lokal, SLJJ maupun SLI. Tak ayal, nantinya bisa jadi VoIP atau inisiatif komunikasi berbasis IP lainnya akan mengambil sebagian besar, kalau tak seluruhnya, komunikasi suara konvensional yang ada sekarang ini.
Akses Internet, yang merupakan layanan baru dalam dunia Infokom, merupakan bentuk revolusioner akses informasi. Akses Internet kini tak lagi hanya terpaku di desktop melainkan dapat dilakukan dari berbagai perangkat mobile. Artinya untuk mendapatkan informasi yang bersifat real time dan dalam kapasitas besar karena didukung infrastruktur broadband, akan mengubah banyak hal dalam kehidupan manusia. Begitu juga dalam dunia bisnis Infokom maupun berbagai bisnis baru yang memanfaatkan Internet dan www sebagai medium perdagangannya.
Dengan akses Internet kapasitas besar, tidak saja pengguna dapat mengakses atau mentransfer data dalam jumlah besar, tetapi varian produk dan layanannya pun akan sangat bervariasi, mulai dari data dan informasi, hingga musik online, streaming video atau video on demand, baik itu bersifat tetap (di rumah, kantor dll.) maupun bergerak (broadband mobile).
Model-model bisnis dan perdagangan online akan semakin meningkat penerapannya dan menggantikan model-model bisnis konvensional, artinya terjadi pergeseran dari brick and mortar ke click and mortar atau fully click. Belum lagi munculnya berbagai alternatif komunikasi nirkabel dalam lingkungan terbatas, misalnya dengan munculnya Bluetooth, infra red, ultra wideband, dan sebagainya. Tak ayal dalam waktu dekat akn muncul berbagai produk elektronik yang memiliki alamat IP, sehingga memungkinkan terjadinya komunikasi secara jarak jauh, misalnya menghidupkan AC dari jarak jauh.
Akses Internet pun tampaknya tak hanya dimonopoli oleh perangkat-perangkat TI, seperti desktop, laptop, melainkan dapat diakses di ponsel, PDA dan bahkan di berbagai perangkat elektronik, seperti kulkas, dan sebagainya.
Perkembangan ini semua tentu akan sangat berdampak terhadap bisnis telekomunikasi yang kini disebut Infokom ke depan. Dengan semakin meningkatnya penerapan infrastruktur IP (IP communications infrastructure), maka bisnis Infokom akan mengambil peran yang semakin besar. Apalagi, jika hal itu sangat didukung oleh kapasitas yang besar (broadband).
Bukan saja hal itu membuat terjadi perubahan besar-besaran dalam bisnis telekomunikasi menjadi Infokom, melainkan juga mengubah peta bisnis dan, bahkan, memunculkan model-model bisnis yang sama sekali baru, yang sebelumnya tak ada. Hal itu, tentu akan memberi peluang yang semakin luas pada para pemain baru, meski pemain lama, jika mampu beradaptasi secara lebih mendasar akan sangat berperan, namun peluangnya akan terbuka lebar.
Munculnya kompetensi baru dalam berbagai hal yang juga baru, tentu akan melahirkan para pemain baru yang mampu secepatnya menguasai kompetensi itu. Hal itu, jelas melahirkan tingkat kompetisi yang semakin tinggi dan sekaligus menantang siapa saja untuk masuk ke arena baru itu. Lahannya jelas, yakni bisnis penyediaan akses atau infrastruktur, pengembangan aplikasi (dan model bisnis) dan pengembangan konten. Tantangan inilah yang ke depan ini akan semakin banyak dihadapi dan merupakan jalan baru bisnis telekomunikasi era baru, yang disebut Infokom. • Insa
foto: muflihun |