Nokia dikenal sebagai vendor dengan pangsa pasar terbesar, baik di Indonesia, maupun di dunia. Secara global, hingga saat ini, setidaknya Nokia telah menguasai 30 sampai 31 persen pangsa pasar handphone dunia. Dalam
setahunnya, di Indonesia setidaknya diluncurkan 25 tipe produk handphone baru Nokia yang menaungi tujuh
sampai delapan segmen.
Berikut ini, wawancara eBizzAsia dengan Hasan Aula, Country Manager, Nokia Pte. Ltd, Indonesia representative Office, guna mendapatkan gambaran perkembangan dan tren pasar handphone Indonesia, terutama dari sudut pandang Nokia. Berikut petikannya:
Bagaimana Anda melihat pasar handphone Indonesia?
Dari Nokia, kalau kita melihat dua tahun belakangan ini, smartphone perkembangannya cukup luar biasa. Mulai dari handphone yang berkamera, dan kameranya pun bukan lagi biasa, tetapi yang megapixel. Sesuai dengan perkembangan multimedia ke depan, kita lihat bahwa ini merupakan salah satu teknologi yang akan berkembangkan sangat cepat. Saat ini, kameranya sudah megapixel dan teknologinya sudah banyak yang menggunakan Wi-Fi. Juga, teknologi EDGE (Enhanced Data Rates for GSM Evolution) dan color sudah ada yang 200 ribu ke atas.
Ke depan banyak handphone yang memiliki layar yang besar. Dulu, untuk segmen bawah layarnya kan kebanyakan kecil-kecil, dan semakin ke atas layarnya lebih besar. Sekarang, hampir semua segmen telah menggunakan layar yang besar.
Belum lama ini, Nokia meluncurkan tipe 3230 yang ditujukan untuk segmen remaja, tetapi itu terkategori smartphone. Jadi, terlihat bahwa kelas smartphone ini telah mulai masuk ke segmen-segmen bawah dan menengah. Dulu kan di atas, kalau smartphone. Kedua, teknologi, tentunya itu merupakan konvergensi antara teknologi informasi dan seluler. Kita baru saja meluncurkan Nokia Communicator 9500 yang merupakan handphone yang sangat canggih. Handphone ini telah dilengkapi Wi-Fi, dan Bluetooth. Selain itu, teknologi selularnya pun sudah bisa menggunakan GPRS dan EDGE. Juga triband dan kemampuan mobile office-nya pun sudah sangat baik.
Mana segmen yang dianggap dominan?
Kalau kita melihat pasar Indonesia, yang masih merupakan dominant market adalah handphone segmen menengah ke bawah. Kalau dilihat growth-nya sampai tiga tahun ke depan itu masih sangat didominasi oleh handphone yang menengah ke bawah. Sebab yang menengah ke bawah masih cukup banyak penggemarnya, selain itu juga kita melihat affordable income-nya. Nah, kalau kita melihat penetrasi di daerah yang agak jauh, kita melihat kemampuan mereka masih pada handphone yang menengah ke bawah, karena kemampuan pembeliannya terbatas. Namun, mereka itu merupakan potential growth.
Tetapi sebagian, yakni mereka yang suka ganti-ganti handphone, mereka mengadop teknologi yang canggih-canggih. Indonesia ini kan sangat luas, sehingga tak hanya terkonsentrasi di kota-kota besar, misalnya di Jawa saja, melainkan di Sumatera misalnya kan ada kota-kota besar, seperti Palembang, Pekanbaru, Lampung, Padang dan Medan. Itu merupakan kota-kota yang juga pemakai handphone yang cukup tinggi. Jadi, itu trennya.
Bagaimana kemampuannya?
Kalau di seluler sendiri kan kita sudah banyak bicara mengenai GPRS. GPRS ini akan menjadi standar, karena semua handphone pasti akan memiliki kemampuan GPRS. EDGE yang kini mulai berkembang, karena kecepatannya jauh di atas GPRS, sehingga orang bisa mentransfer data secara lebih cepat lagi.
Tantangannya ke depan, nantinya bagaimana konten-konten maupun services bisa benar-benar digunakan oleh para pengguna secara optimal, karena kemampuan handphone-nya tersedia. Apa artinya punyai teknologi EDGE dan kemampuan canggih lainnya kalau mereka sendiri nggak bisa menikmati dan menggunakannya, kan percuma. Jadi, itu merupakan tugas Nokia, selaku vendor, untuk secara bersama-sama dengan pihak ketiga dan operator mengembangkan konten.
Konten apa yang telah dikembangkan?
Sekarang ini, Nokia bekerjasama dengan pihak ketiga dalam upaya mengembangkan aplikasi yang bisa dimanfaatkan oleh pengguna handphone, sehingga akan memberi manfaat yang optimal. Karenanya, ketika meluncurkan Nokia Communicator 9500, kita juga melakukan kerjasama dengan Limas Stock Watch, yang mengembangkan aplikasi pemantauan harga-harga saham. Ada trial voucher yang diberikan kepada pengguna Nokia Communicator 9500, sehingga mereka bisa melakukan trial memantau harga saham dan juga bertransaksi.
Aplikasi ini jelas sangat bermanfaat bagi kalangan pengguna yang merupakan para pebisnis profesional. Itu tantanggannya, yakni bagaimana pengguna dapat mengoptimalkan pemakaian handphone yang canggih tersebut. Ini merupakan inisiatif Nokia di Indonesia, dan kita melakukan kerjasama dengan pihak ketiga, dalam hal ini Limas.
Selain itu, Nokia tak hanya sekadar menjual devices, melainkan juga bagaimana agar para pengguna dapat memanfaatkan berbagai fungsi yang terdapat di handphone, khususnya Communicator tersebut. Karenanya, kita juga mengembangkan jaringan NPC (Nokia Professional Center) dan juga Nokia Mobile Center, dimana para pengguna dapat mengetahui dan belajar lebih banyak bagaimana mengoptimalkan fungsi-fungsi dan sekaligus melihat demo.
Jadi, apa yang dilakukan termasuk pengembangan konten melalui kerjasama dengan pihak ketiga dan operator, juga untuk meningkatkan pendapatan operator. Karena konten-konten, begitu juga fitur-fitur yang ada akan menaikkan trafik. Misalnya saja Limas Stock Watch, orang yang akan menggunakan aplikasi itu kan membutuhkan akses GPRS (atau EDGE) karena mereka memerlukan akses yang cepat.
Apakah Nokia bekerjasama dengan semua operator?
Ya, kita kerjasama dengan semua operator dan mereka juga memiliki service yang unik dan kita dari vendor juga melakukan kerjasama dengan pihak lain. Limas Stock Watch itu kan merupakan salah satu aplikasi yang menarik dan bermanfaat bagi pengguna. Nantinya, ke depan, kita melihat bahwa dengan kemampuan handphone yang semakin besar dan canggih, aplikasi yang bersifat multimedia juga akan semakin dibutuhkan, misalnya saja musik atau video clip.
Ini merupakan aplikasi yang diperkirakan akan terus berkembang. Selama ini untuk komunikasi video klip ini orang masih banyak tergantung pada handycamp. Tetapi, kalau kita tanya seberapa seringkah orang membawa-bawa handycamp, boleh di kata kan tidak setiap hari. Begitu juga kamera, kecuali para fotografer. Tetapi, kalau handphone, boleh dikata setiap hari, bahkan selama 24 jam, orang akan membawanya.
Bulan Desember ini, kami akan meluncurkan handphone tipe 6630, yang memiliki kamera 1,3 megapixel dan kemampuan video player untuk durasi 1 jam. Dan itu luar biasa, karena untuk mendapatkan video clip selama 1 jam itu tak semua handphone dapat melakukannya. Sekarang ini kemampuan itu ada di handycamp. Jadi, itu merupakan sesuatu yang akan berkembang juga. Jadi orang juga sudah terbiasa dengan peralatan telekomunikasi, misalnya kamera. Dengan adanya handphone berkamera, banyak hal bisa dilakukan pengguna.
Apa kelebihan Nokia 9500 dibanding seri-seri sebelumnya?
Oh, banyak sekali. Nokia Communicator 9500 ini memiliki kemampuan Wi-Fi, sehingga bisa akses Internet broadband. Ada Bluetoothnya untuk komunikasi wireless. Ada kamera dan colornya mencapai 65 ribu. Begitu juga memorinya, internal tersedia 80MB, sedang kalau eksternal tergantung memori yang tersedia di pasar. Teknologinya juga bisa mendukung triband GSM (900MHz, 1800MHz dan 1900MHz). Begitu juga bisa digunakan untuk EDGE. Jadi, boleh dikata cukup baik. Dilihat dari kemampuannya, itu semua cukup optimum. Kita bisa melihat dari para pengguna sendiri, mereka umumnya cukup puas menggunakan Nokia Communicator 9500.
Apakah teknologi Nokia Communicator 9500 tak ada saingannya di luar?
Kalau dilihat dari functionality-nya, mungkin nggak ada. Dari sejarahnya kalau dilihat sekitar tahun 1996, di Indonesia sudah masuk Communicator seri pertama, yakni Nokia 9000. Kemudian evolusi ke 9110, selanjutnya ke 9210 dan 9210i, terus terakhir yang 9500. Boleh dikata para pengguna kita di Indonesia cukup banyak. Karena mereka adalah para loyal users. Mereka bukan terkategori pemakai yang suka berpindah-pindah. Mereka boleh dikata sudah sangat enjoy menggunakannya. Kalau dilihat pemakainya, mereka itu kan kalangan businessman, para profesional. Dari sisi kibornya kan berstandar QWERTY, sehingga orang-orang yang biasa mengetik di komputer, ketika menggunakan Communicator mereka bisa mengetik SMS secara lebih cepat.
Mengapa Nokia mengembangkan model QWERTY, bukan pointer?
Kita akan mengeluarkan yang bertipe pointer, yaitu seri 7710. Layarnya cukup besar, modelnya seperti PDA. Sebenarnya, PDA market-kan kurang berkembang. Di Indonesia PDA sudah lama ada, namun kurang begitu berkembang. Karena, orang terkadang harus memilih, apakah mau optimal di komputernya, atau di handphonennya. Kalau PDA kan optimal di komputernya, dan handphonenya terbatas. Begitu juga, dari fungsi mobile office-nya tidak begitu optimal. Yang real mobile office-kan hanya Communicator.
Para pengguna bisa bekerja di luar kantor. Communicator 9500 bisa mengirim dan menerima fax., bisa browse Internet, email dan kibor QWERTY nya banyak peminatnya. Communicator ini peminatnya cukup besar. Meski para pengguna mungkin juga memiliki PDA, tetapi mereka juga membutuhkan Communicator. Selain itu, tipikal para pengguna Indonesia, mereka masih lebih suka yang QWERTY. Ini merupakan salah satu fitur yang sangat banyak diminati. Communicator juga dapat digunakan untuk conference call. Jadi, kalau Anda akan melakukan meeting sekitar 5 atau 6 orang bisa dilakukan dengan conference call.
Tahun 2004, berapa banyak produk yang diluncurkan?
Satu tahun, untuk tahun 2004, Nokia di Indonesia meluncurkan sekitar 25 tipe produk. Untuk Communicator lifecycle-nya memang cukup panjang, sehingga antara yang 9210i dengan 9500 ini mungkin ada jarak sekitar dua tahun. Selain itu para pengguna Communicator ini kan lebih membutuhkan fungsi yang optimal.
Bagaimana untuk remaja?
Untuk remaja yang diunggulkan salah satunya kamera. Juga, personalisasi. Tipikalnya, kaum remaja kan selalu ingin terlihat berbeda dari yang lain, atau selalu ingin “I want to be different”. Jadi mereka selalu ingin mencoba sesuatu yang bisa memberikan yang personalized by themselve. Selain itu, mereka juga bisa membuat, misalnya cover-nya warna-warni, ringtone-nya juga yang aneh-aneh.
Untuk tahun 2005 berapa tipe yang akan diluncurkan?
Setidaknya sama dibandingkan tahun lalu. Nokia kan memiliki 7 sampai 8 segmen, sehingga kalau dibagikan setiap segmen itu hanya kebagian sekitar 3 atau 4 tipe produk dan itu dalam setahun. Kalau untuk segmen remaja mungkin lebih banyak, 4 atau 5. Menurut saya itu wajar saja, selama positioning-nya jelas dan clear, sehingga tepat. Harga juga sangat menentukan, kalangan remaja ini kan boleh dikata price sensitive. Kalau yang untuk remaja, harganya ya di bawah dua jutalah. Juga yang desainnya cukup menarik. Sedang yang akan diluncurkan, tipe 3230, meski untuk remaja namun karena terkategori smartphone, harganya lebih tinggi dari itu, tetapi tak setinggi Communicator.
Bagaimana dengan black market?
Ya, black market itu pasti ada. Black market itu kan produk Nokia juga, tetapi sebenarnya tidak diperuntukkan di jual di Indonesia. Adakalanya, black market ini juga mengganggu. Tapi, ya itu ada. Kalau seseorang membelinya dari black market, jika terjadi kerusakaan dia bisa kena biaya yang lebih mahal, karena after sales service-nya kan nggak ada.
Karenanya, Nokia sekarang ini mengembangkan jaringan Service Center, terutama yang di luar kota, untuk membantu para penjual di daerah untuk memenuhi garansi pembelian produk, sehingga para pembeli resmi produk Nokia, dapat terlayani. Kalau nggak begitu, apa bedanya dengan membeli di black market. Karenanya, bila seseorang misalnya membelinya di Bali dan kemudian di service di Jakarta, itu bisa. Ya, di seluruh Indonesia. Itu untuk memudahkan para pengguna. Sampai saat ini Nokia sudah memiliki sekitar 50 service center, ya mungkin sekitar 25 kota, terutama di Jawa.•
Foto: muflihun
|