Sebenarnya, salah satu alasan mengapa e-mail sangat berhasil adalah karena ia menggunakan teknologi “dorong” ( push technology ). Orang yang mengirim e-mail akan menuliskan pesannya, kemudian POP3 ( Post Office Protocol ) dan SMTP ( Simple Mail Transfer Protocol ) akan mentransmisikannya hingga di terima di alamat yang dituju. Dengan begitu, yang perlu dilakukan oleh semua penerima e-mail hanyalah membuka program e-mail, misalnya Microsoft Outlook Express, dan kemudian me”duoble-click”nya untuk membuka e-mail dan kemudian membacanya.
Dengan teknologi dorong ini, terutama para penerima e-mail semakin dimudahkan, karena hanya diperlukan upaya yang sangat minimal, yakni hanya membuka, sebelum kemudian membaca e-mail yang dikirim kepadanya. Hal inilah yang kemudian semakin mendorong banyak orang untuk menggunakan e-mail dan menjadikannya salah satu aplikasi Internet yang paling populer sejak pertama kali diperkenalkan, terlebih-lebih setelah berkembangnya web secara besar-besaran.
Selain itu, penerima e-mail tak harus berada di tempat, misalnya di depan desktop atau laptop ketika Anda menulis dan mengirimkan e-mail, sebaliknya Anda dapat menulis dan mengirimkan e-mail kapan saja Anda suka. Di sisi lain, Anda pun tak harus ada di tempat ketika seseorang mengirimkan e-mailnya ke Anda, karena e-mail tersebut akan menunggu di server sampai Anda masuk dan men download e-mail tersebut sesuai kesempatan dan kebutuhan Anda.
E-mail merupakan layanan yang paling berhasil dalam menerapkan teknologi satu-ke-banyak ( one-to-many ). Artinya, seseorang dapat mengirim e-mail ke satu tujuan penerima, tetapi ia juga dapat mengirimkan sekaligus ke banyak penerima atau kelompok orang. Sebaliknya, seseorang dapat menerima e-mail dari seseorang yang khusus menujukan pesannya hanya untuk Anda, namun Anda pun dapat menerima e-mail yang sebenarnya ditujukan ke banyak orang atau satu kelompok orang, dan salah satunya Anda. Dan, hal ini akan sangat membantu, karena dapat menghemat banyak waktu Anda (efisien) jika dibandingkan kalau Anda mengirimkannya satu-satu.
Dari Desktop ke Smartphone
Keberhasilan teknologi dorong e-mail ini kemudian berkembang, tidak hanya ditujukan ke perangkat desktop atau laptop atau notebook, melainkan ke perangkat genggam dan mobile, yakni Smartphone, PDA Phone dan mungkin berbagai perangkat bergerak lainnya.
Salah satu yang telah diperkenalkan di Indonesia akhir tahun lalu adalah layanan push e-mail BlackBerry dari RIM ( Research in Motion ) yang dioperasikan oleh Indosat dengan menggunakan kartu Matrix. Di seluruh dunia, diperkirakan pengguna layanan push e-mail ini telah mencapai dua juta pengguna, dan diperkirakan akan terus berkembang. Dengan dioperasikannya layanan BackBerry di Indonesia, maka itu merupakan perpanjangan layanan yang sama di seluruh dunia.
Selain Indosat, akhir Januari lalu Telkom juga meluncurkan layanan push e-mail, yang disebut VENTUS, yang untuk tahap awal akan membidik pasar korporat. Berbeda dari BlackBerry di Indonesia yang dioperasikan oleh Indosat, Telkom merupakan operator utama Ventus, sama posisinya seperti operator BlackBerry di Kanada.
BlackBerry sendiri lahir di Waterloo, Ontario, Kanada pada tahun 1984, dan memiliki kantor operasi di Amerika Utara, Eropa dan Asia Pasifik. Sedang Ventus dioperasikan oleh Telkom didukung oleh teknologi dan aplikasi yang dikembangkan oleh Smartner Information System, Finlandia yang merupakan mitra strategis Microsoft. Smartner sendiri memiliki layanan push e-mail yang disebut Duality, baik untuk personal maupun korporat.
Ventus
Ventus merupakan layanan jasa nilai tambah dan konvergensi dari layanan e-mail dan komunikasi bergerak ( cellular/wireless ). Layanan itu juga dikenal sebagai layanan mobile push e-mail , yang memungkinkan para pemilik akun e-mail menerima atau mengirim email melalui Smartphone atau PDA phone , semudah mengirim atau menerima SMS ( short message service ).
Selain mirip dengan layanan BlackBerry dari RIM, biaya layanan Ventus lebih kompetitif. Di samping itu, Ventus dapat dioperasikan pada berbagai tipe terminal Smartphone dan PDA Phone yang tersedia di pasar, baik yang berbasis sistem operasi Symbian S60, S80 dan UIQ, maupun Windows Mobile 2003.
Seperti dituturkan Luqman El Hakiem Syamlan, Manajer Konten Multimedia, PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk. , layanan push e-mail itu tidak terikat pada perangkat jenis tertentu saja. Layanan push e-mail ini mendukung 65 persen dari seluruh perangkat smart devices yang saat ini telah ada di pasar Indonesia.
Konfigurasi Sistem Ventus
Dalam mengembangkan layanannya, Telkom mengandalkan pada tiga komponen utama teknologi, yakni push connector , relay server dan push client (lihat skema) . Push Connector berada di perusahaan pelanggan dan dapat berupa komputer desktop (minimal PC 1GHz, 512 RAM dan 20MB free diskspace ) yang menjalankan sistem operasi Windows Server. Perangkat ini terpasang di server e-mail perusahaan.
Sedang Relay Server merupakan perangkat yang berada di sisi Telkom dan digunakan sebagai penghubung antara Push Connector dengan Push Client . Sedang jaringan korporat, dimana terdapat Push Connector di dalamnya, tetap merupakan jaringan yang terlindungi keamanannya, karena adanya firewall . Komunikasi di antara keduanya lebih pada komunikasi mail server korporat dengan Relay Server milik Telkom. Push Client merupakan aplikasi yang diinstalasikan dan berada di perangkat genggam milik pengguna, baik Smartphone maupun PDA Phone, atau perangkat lain yang dimungkinkan untuk itu. Dengan aplikasi itu, tujuan penyampaian e-mail lebih bergantung pada perangkat yang digunakan, dan bukannya nomor kartu seluler atau operator penyedia akses seluler maupun fixed wireless . Artinya, meskipun pengguna mengganti kartu SIM-nya, atau beralih ke operator lainnya, namun sepanjang perangkat yang digunakan sama, maka ia akan tetap menerima layanan push e-mailnya. |
Beberapa perangkat yang saat ini dapat digunakan, antara lain ponsel dengan sistem operasi Symbian seperti Nokia 6260/6600, Nokia 9300/9500 Communicator, Motorola Mpx 200 atau Sony Ericsson P 900. Selain itu, juga PDA Phone dengan sistem operasi Microsoft Windows Mobile 2003, seperti HP iPaq 6365, O2 Xda hingga Audiovox Thera.
Bukan saja ponsel yang digunakan tak terbatas pada jenis tertentu, secara teknologi, layanan Ventus ini juga bisa diakses oleh pelanggan selular maupun fixed wireles manapun yang memiliki akses internet. Karenanya, untuk menggunakan layanan Ventus seseorang tak perlu mengganti ponsel, atau kartu SIM atau operator seluler/wireless.
Selain itu, kemampuan Ventus tak terbatas hanya pada mengirim atau menerima e-mail saja, melainkan juga sinkronisasi kalender dan address book dari jenis fitur yang ada di Microsoft Outlook pada desktop/laptop ke Smartphone atau PDA phone . Sinkronisasi ini menjadi penting, sehingga tidak akan terjadi duplikasi atau perbedaan kondisi, baik di ponsel maupun di desktop atau laptop. Begitu juga, layanan ini memungkinkan seseorang menentukan waktu untuk kemudian melakukan conference dengan sekitar enam orang anggota kelompok kerja atau mitra bisnis tertentu.
Ventus juga memungkinkan e-mail yang dikirim memiliki attachment , sedang untuk men download nya, sistem akan memberi notifikasi dan keputusannya sepenuhnya ditentukan oleh pengguna. Lebih dari itu, karena kompresi datanya dua kali, maka hal itu akan menghemat space dan biaya koneksi GPRS yang dilakukan.
Sasaran Awal: Korporat
Sasaran utama Ventus adalah pasar korporasi yang telah memiliki fasilitas sistem e-mail sendiri, meski untuk segmen pelanggan personal yang memiliki user POP3 e-mail yang dikelola TELKOM, seperti mail@telkom.net , juga dimungkinkan. Hanya saja, untuk tahap awal, fokus pelayanannya lebih ditujukan untuk pasar korporat, terutama yang telah menggunakan Microsoft Exchange Server (versi 5.5, 2000 dan 2003 Service Pack 1) dan Lotus Domino (versi 5.09, 6.0.3 dan 6.5 atau lebih tinggi). Sedang untuk pelanggan perorangan diperkirakan baru akan terlayani sekitar April 2005 mendatang.
Di Indonesia, seperti dinyatakan oleh Andreas Tedjasukmana, Communication Sector Account Manager, Enterprise and Partner Group, PT Microsoft Indonesia , saat ini diperkirakan pengguna Microsoft Exchange Server sekitar 350 perusahaan. Mereka inilah yang tampaknya akan diprioritaskan untuk menjadi target pemasaran layanan Ventus, meski tak tertutup kemungkinan perusahaan lainnya yang belum atau tidak menggunakan Exchange Server.
Sedang pelayanannya akan dihitung berdasarkan jumlah pengguna yang diminta oleh perusahaan yang bersangkutan, dimana pengelolaan e-mailnya di lingkungan perusahaan dapat dilakukan sendiri oleh departemen TI atau manajer TI. Meski keamanan layanan ini didukung end-to-end security 128 Bit AES ( advanced encryption system ), namun manajer TI perusahaan juga tetap dapat membuat kebijakan keamanan sendiri, baik terkait siapa saja yang berhak mendapat layanan push e-mail maupun melindungi dari kemungkinan spam, virus dan lain sebagainya.
Sebagai ASP ( Application Service Provider ) layanan multimedia, TELKOM lebih berfungsi sebagai sistem penerus dari berbagai mail system milik pelanggan atau yang dikelola TELKOM. Karenanya, para pengguna hanya dikenakan biaya sewa aplikasi Ventus secara bulanan ( flat ) kepada TELKOM dan biaya kilo byte volume penggunaan layanan GPRS ( General Packet Radio Services ) atau PDN ( Public Data Network ) dari operator mobile/wireless . Untuk tahap awal, layanan mobile push e-mail ini akan memanfaatkan jaringan GPRS TELKOMSEL dan PDN 1X dari TELKOMFlexi.
Menurut Andreas Tedjasukmana, calon pengguna dari kalangan UKM (usaha kecil dan menengah) bisa juga memanfaatkan jasa hosting Microsoft Exchange. Jasa tersebut merupakan kerjasama antara Microsoft dengan Telkom. Karenanya, tambah Lukman, Telkom kemungkinan akan membuat beberapa virtual machine pada layanan hosting Microsoft Exchange. Hal itu dimaksudkan agar kalangan UKM tidak perlu memiliki Push Connector dan Exchange Server sendiri, melainkan cukup menyewa aplikasi dan server ke Telkom.
Di sisi lain, Ventus diperkirakan akan menjadi tonggak penting dalam memantapkan langkah TELKOM sebagai pemimpin bisnis infokom di Indonesia, khususnya menyambut era ”Enterprise Mobility” yang semakin menjadi tren saat ini. Ke depan, selain push e-mail ini akan menjadi standar baru komunikasi, peningkatan berbagai aplikasi, katakanlah CRM, calendaring dan lain sebagainya akan semakin meningkat. Insa
grafis: gunawan
|