Volume III No 25 - April 2005
 

 

Bob J. Onggo
RSS Advertising

 

 

•  RSS bakal merevolusi dunia periklanan “push” online marketing.

•  RSS akan membunuh email advertising.

•  RSS akan merevolusi cara reporter mendapatkan berita-berita terkini seputar industri terkait.

•  RSS kelak menjadi pilihan dari publik online untuk mendapatkan berita-berita terkini dalam format yang unik.

•  RSS pun bakal memaksa penerbit media cetak untuk membangun media online berbasis RSS dan media online untuk membangun RSS News Feed, sehingga News Portal lain tidak perlu melakukan “Copy & Paste” seluruh teks.

•  RSS juga bakal memaksa para praktisi PR, advertising, dan marketer untuk mengomunikasikan pesan-pesan komersial mereka kepada publik.

Sebenarnya, itulah yang diutarakan para pembicara “Business Blogging Conference”, di Singapura selama dua hari - ketika saya berkesempatan mengikuti konperensi tersebut Januari 2005 lalu – yang diadakan oleh BlogBusinessSummit.com.

Tidak heran kenapa saya mendapat email dari seorang pembaca blog (dalam bahasa Inggris) yang bunyinya begini, “Bob, tahu nggak, saya suka sekali membaca blog, tetapi saya membacanya hanya sebulan sekali, karena kebanyakan dari blog yang saya baca menggunakan RSS feeds (Saya, umumnya, baca pakai News Gator). Bayangkan kalau saya tidak berlangganan, pasti saya tidak membaca semuanya sama sekali ….”

Mungkin Anda bertanya, apa sih yang dia bicarakan ke saya? Apa sih RSS? Juga, mahluk seperti apa sih News Gator itu? Aduh bingung, mungkin begitu pikir Anda! Baiklah, sekarang coba saya uraikan lebih lanjut.

RSS – BUZZWORD APA ITU?

RSS merupakan suatu akronim bernada “teknis” dari Really Simple Syndication atau Rich Site Summary , dan itu tergantung dengan siapa Anda berbicara, dengan orang TI, kuli tinta atau departemen PR suatu perusahaan. Kadang kala disebut juga sebagai RSS feed atau XML feed.

Jangan takut, saya tidak akan berbicara banyak tentang istilah TI, melainkan akan membicarakan bagaimana hal itu akan merevolusi bebagai aspek yang telah saya sebutkan di atas. Protokol ini adalah suatu aplikasi dari bahasa XML yang menyediakan metode sindikasi (distribusi) konten dari suatu web ke halaman web lainnya.

RSS merupakan suatu tren yang kini sedang dan bakal terus hot dalam jargon komunikasi super aktif di dunia media online . Yang membuatnya hot adalah fakta bahwa menggunakan RSS sangat mudah, semudah Anda berkomunikasi lewat e-mail atau SMS.

RSS, pada dasarnya, adalah satu blok data dalam format asli yang dipisahkan dari template . Misalnya, RSS Feeds dapat mendistribusikan tajuk berita pada suatu portal web besar. RSS juga ada di balik jaringan knowledge management dan Weblogs . Dengan menggunakan file RSS, Anda dapat memberikan data feed dari sebuah tajuk berita, links dan ringkasan artikel dari situs web korporat Anda.

RSS feed dapat dibaca dengan adanya perangkat baca berbasis web yang disebut news aggregator (News Gator) atau Feed Demon, Amphetadesk, NetNewsWire — umumnya dapat di download secara gratis, sehingga Anda bisa “subscribe” ke situs web berbasis RSS. RSS feed secara otomatis menyodorkan berita kepada para “subscriber”-nya segera setelah Anda menyodorkan berita pada web content -nya.

CIRI SITUS WEB MEMILIKI RSS

Menurut penelitian Forrester Research, pada sekitar 2% dari weblogs yang Anda kunjungi, Anda pasti mendapati adanya ikon kecil  atau frase seperti ini, “ Syndicate this site (XML)”. Link ini menunjukkan bahwa situs web tersebut memiliki RSS feed, sehingga Anda bisa “subscribe” lewat news aggregator Anda atau mendistribusikannya lewat weblog Anda sendiri.

Terus terang, melongok format RSS di web tidak enak dibaca. Mirip seperti tulisan dewa – yang saya jamin Anda tidak bakalan mau membacanya. Karenanya, digunakan news aggregator agar enak dibaca.

Jika Anda menggunakan perangkat blog , misalnya blogger atau Movable Type, dijamin RSS sudah include di dalamnya. Yang perlu Anda lakukan hanyalah me- link situs web Anda ke link yang disediakan oleh perangkat blog sebagai RSS feed-nya, yang secara otomatis dibuat pada waktu Anda menulis blog .

POPULARITAS RSS

RSS cepat diterima di kalangan portal berita, perusahaan-perusahaan informasi dan konsultan, serta penerbitan. Walaupun bermulanya dari masyarakat TI, tetapi masyarakat bisnis, PR dan advertising sudah meliriknya untuk dimanfaatkan sama seperti halnya blogs .

Lihat saja, hampir semua portal berita terkenal memiliki RSS feed . AOL pun telah memasukkan teknologi RSS ke dalam AOL 10-nya. Di samping itu, Microsoft pun bakalan mengintegrasikan RSS di piranti lunak Ms. Outlook dan Outlook Express-nya, sama halnya dengan pengintegrasian newsgroup reading , sehingga pengguna e-mail bisa langsung bercengkerama dengan para pengguna milis dan online forum.

Dengan kata lain, Anda pun tidak perlu men- download RSS reader secara terpisah apabila Outlook Express Anda sudah memiliki RSS enabled . Bayangkan, raksasa pengembang peiranti lunak pun sudah ingin menggaet RSS reader agar para penggunanya tidak lari ke mana-mana, seperti halnya Microsoft mengintegrasikan Internet Explorer di paket Operating System-nya (OS).

Animo RSS feed dan blogs juga sudah ikut merasuki bisnis hosting . Lihat saja Geocities yang mulai menawarkan perangkat pembuat blog dan RSS feed sebagai bagian dari fitur keunggulannya.

Kita tunggu saja kapan para pemain hosting di Indonesia mulai memberikan fitur blogs tool dan RSS feed enabled sebagai value-added selling points dibandingkan kompetitor bisnis mereka di tanah air.

Tahun 2005, RSS bakal diposisikan sebagai sarana sindikasi berita. Namun, beberapa hal berikut ini harus dilakukan:

  • Para pelaku teknologi dan penerbit harus mengadopsi RSS sebagai media sharing dan diseminasi berita dan konten.
  • Masyarakat online pun harus mendapatkan sosialisasi guna memahami manfaat mendapatkan informasi lewat RSS.
  • Perusahaan harus memberi tahu para karyawan mereka untuk melakukan instalasi RSS news aggregators di komputer mereka.

Kalau begitu apakah RSS mematikan e-mail newsletter yang disebut ezine? Beberapa orang mungkin memprediksi demikian. Tetapi, saya tidak setuju dengan prediksi mereka. Mengapa? Ezine tetap memiliki keunggulan yang tidak bisa digantikan oleh RSS. RSS dan Ezine adalah dua hal yang saling melengkapi sebagai sarana komunikasi publik dari suatu organisasi.

Malah, kedua hal ini akan berjalan bersisi-sisian, sedangkan RSS pun akan menjadi bentuk komunikasi pribadi atau korporat dalam waktu dekat ini. Awas, jangan ketinggalan.

ADVERTISING LEWAT RSS FEED?

Mengapa tidak! Anda mau tahu, coba lihat fakta berikut ini, yang menunjukkan keuntungannya situs web Anda menawarkan RSS ataur XML feed dalam menyebarluaskan informasi dan konten, dan sekaligus menjadi peluang bagi advertorial lewat RSS News feed :

  • RSS feed tidak akan terkena wabah “SPAM RSS”, seperti halnya milis atau email.
  • RSS feed bakal menjadi urat nadi ke RSS news reader idola Anda, dan tidak akan ada yang mengintervensi.
  • RSS feed memungkinkan para online public tetap terinformasi oleh situs web Anda tanpa harus kerap kali mengunjungi web Anda setiap hari (cocok kalau Anda pemain portal berita online).
  • RSS Feed Anda akan menjadi semacam Online Press Room. Sebaliknya, daripada membuat halaman web khusus sebagai arsip press releases, berikan kemudahan bagi para reporter yang meliput berita Anda, sehingga mereka tidak perlu melakukan “ copy & paste ”.
  • Juga bagi departemen PR Anda, ini memudahkan pengiriman press release perusahaan tanpa harus mengirimkan secara manual lewat email kepada para reporter.
  • Berita atau tulisan yang disebarkan di dalam RSS akan menjadi semacam advertising bagi organisasi Anda dalam bentuk advertorial (inilah yang sedang dibidik oleh para advertisers di tahun ayam ini).

RSS TIDAK TERELAKKAN BAGI PORTAL BERITA

Bagi para pebisnis media cetak yang sudah merambah ke media online atau portal berita yang bidup-matinya dari media online , memiliki RSS feed akan sangat memudahkan situs web berita lainnya untuk mensindikasi berita-berita Anda, daripada “ copy & paste ”.

Mengingat kemudahan dan fitur-fitur terkini yang hot – dibandingkan fitur-fitur yang ada saat ini yang itu-itu saja, sehingga membosankan – hal itu akan menambah bobot ( value-added ) dan differentiation dari suatu situs yang mengklaim dirinya sebagai portal berita online, yang sebelumnya sudah menjamur dan kemudian berguguran. Di samping itu, hal tersebut akan memantapkan positioning web portal berita Anda di pasar.

Ketika artikel ini ditulis, belum ada satu pun pemain portal web berita online di Indonesia, baik itu Detik.com atau Kompas Cyber Media atau pendatang baru, seperti NewsCaptain.com, yang sudah menyertakan fitur RSS News Feed. Begitu juga para pemain di industri berita cetak yang sudah memiliki portal web.

Ke depan ini, siapa dari para pemain web portal berita yang bakal menjadi yang pertama di Indonesia yang menyediakan fasilitas RSS feed?

Bob Julius Onggo • Praktisi & Konsultan Pemasaran Online (profilnya bisa dilihat di www.bjoconsulting.com)

Foto: dok. ebizzasia

© 2003 - 2005 eBizzAsia. All rights reserved.