Pembaca eBizzAsia yang budiman, disadari atau tidak, satu tahun belakangan ini perbincangan mengenai rumah digital ( Digital Home ) dan rumah terhubung ( Connected Home ) semakin meningkat. Berbagai seminar dan konperensi, khususnya yang melibatkan berbagai pihak, baik vendor perangkat keras maupun pengembangan peranti lunak, diadakan secara intens. Topik-topik yang dibahaspun menunjukkan perhatian yang besar mengenai rumah sebagai sentrum dari berbagai kegiatan, baik kerja maupun hiburan.
Berkembang pesatnya teknologi informasi dan komunikasi, begitu juga komputer dan Internet, semakin memicu peningkatan pemanfaatannya untuk berbagai tujuan yang sebelumnya tak dapat dilakukan. Transaksi perbankan melalui Internet dan ponsel yang mendorong perkembangan layanan M-Banking, SMS-Banking, Phone Banking, Internet-Banking dan e-Banking merupakan salah satu sisi perkembangan itu. Begitu juga, dengan maraknya penggunaan berbagai perangkat digital, semakin memicunya optimalisasi berbagai konten digital.
Lihat saja, selain berbagai perangkat elektronik konsumen sebagian besar kini beralih dari analog ke digital, konten digital pun kini semakin akrab dengan kegiatan sehari-hari. Ponsel berkamera, setidaknya telah mendorong peningkatan penciptaan konten digital berupa foto, bahkan sebagiannya konten video (pada smartphone , misalnya). Konten musik, juga semakin akrab bagi pengguna ponsel yang muncul dalam bentuk nada dering. Komunikasi suara, yang dulu telah menjadi pilihan komunikasi, kini mulai beralih ke komunikasi data, misalnya menerima atau mengirim SMS, MMS, atau berkirim foto atau image , dan juga lagu.
Ponsel, mungkin merupakan salah satu perangkat baru yang paling akrab digunakan oleh manusia di seluruh dunia, yang secara konten dapat berupa suara maupun data. Namun, secara keseluruhan konten digital telah memberikan suatu pengalaman baru yang lebih luas dan komprehensif. Saat ini, boleh dikata, penciptaan berbagai konten digital semakin sering dilakukan oleh hampir setiap orang, khususnya yang menggunakan ponsel.
Belakangan keakraban banyak orang dengan konten digital semakin dimudahkan dengan kemungkinan mentranmisikannya ke orang lain, baik melalui SMS, email atau transfer data lainnya. Perkembangan lanjutan berbagai konten digital itu kini semakin dioptimalkan dengan munculnya konsep connected home atau digital home . Dengan konsep itu, pengguna semakin deberi kemudahan untuk menciptakan, mengelola, mengedit, menampilkan (gambar, foto) atau memainkan konten digital (musik, video) dalam berbagai perangkat yang disukainya.
Dengan konsep baru ini, konten digital dapat ditransfer ke berbagai perangkat dengan mudah, baik berbasis kabel maupun nirkabel, sehingga mengubah cara bekerja dan cara menikmati hiburan. Hal itu, yang kemudian diperkirakan banyak orang akan mendorong tumbuhnya industri baru – digital home.
Karenanya, meski di Indonesia sendiri pengembangan konsep ini belum begitu luas, namun sudah ada yang mencoba menerapkannya dalam kondisi terbatas, eBizzAsia mencoba melihat perspektif perkembangannya secara lebih luas. Namun, kami juga tak lupa untuk menampilkan berbagai perkembangan dan penerapan ICT yang aktual, baik di dalam maupun di luar negeri. Mudah-mudahan apa yang kami sajikan akan memberikan manfaat bagi upaya kita untuk meningkatkan pemahaman kita mengenai kemajuan ICT dan aplikasinya, baik di lingkungan perusahaan maupun rumah.
Tharsikin Insa
Editor-in-Chief |