Website perusahaan atau corporate website dapat diartikan sebagai suatu website yang memuat segala informasi resmi mengenai perusahaan. Informasi tersebut umumnya bersifat statis alias tidak akan terlalu sering di- update dan hanya untuk dikomunikasikan satu arah; seperti informasi tentang visi-misi perusahaan, struktur organisasi perusahaan, jenis jasa dan produk yang ditawarkan, alamat usaha dan sejenisnya.
Namun, pada website perusahaan terdapat juga informasi-informasi yang lebih dinamis dan semestinya diperbaharui secara berkala, minimal satu kali dalam periode satu bulan. Misalnya informasi tentang berita perusahaan ( news ), topik aktual ( highlights ), artikel ataupun promosi produk dan jasa perusahaan. Informasi-informasi seperti inilah yang sebenarnya bisa membuat pengunjung datang secara rutin ke website perusahaan Anda.
Dengan keberadaan sebuah website perusahaan, tentunya perusahaan berharap proses publikasi dan komunikasi dengan pihak-pihak terkait menjadi lebih lancar dan perusahaan dapat mengambil manfaat lain dari keberadaan website tersebut, misalnya untuk lebih dikenal luas oleh publik. Selain itu, imej perusahan tentu diharapkan akan lebih terangkat, karena memiliki website dapat diartikan juga perusahaan Anda bisa dikunjungi-secara online , tentunya, oleh siapa saja yang berada dibelahan dunia mana saja selama 24 jam sehari dan 7 hari dalam seminggu.
Berdasarkan keinginan-keinginan itu, perusahaan pun biasanya rela menggelontorkan sejumlah dana untuk membuat sebuah corporate website yang canggih. Konsultan ahli pun tidak segan-segan direkrut, domain (nama) website dibeli dari provider luar negeri dan jasa hosting digunakan dengan kapasitas maksimal agar keinginan-keinginan tersebut bisa segera tercapai. Setelah website selesai dibuat, perusahaan biasanya melakukan launching untuk mempromosikan keberadaan website tersebut.
Awalnya, segalanya berjalan dengan cukup baik sesuai harapan. Pengunjung website mulai sering datang melihat-lihat website perusahaan Anda. Tingkat kunjungan terus meningkat secara drastis. Tapi, kondisi ini ternyata tidak bertahan cukup lama. Setelah tiga bulan website perusahan tersebut tampil di Internet, angka kunjungan mulai terus menurun hingga mencapai titik nadir. Pihak internal perusahaan kemudian mulai resah dan bertanya-tanya, mengapa website kami tidak banyak dikunjungi lagi? Apakah yang harus kami lakukan agar pengunjung mau terus datang?
Solusinya, sebenarnya, tidak terlalu sulit. Pertama , harus diyakini bahwa suatu corporate website adalah situs 'informasi', dimana para pengunjung ingin mendapatkan informasi - atau sering disebut juga sebagai 'content'- yang mereka harapkan dapat ditemui di website Anda. Dengan begitu, informasi atau content menjadi komoditi yang paling berharga bagi pengunjung, bukan hanya sekedar tampilan desain yang wah, atau penggunaan teknologi yang canggih. Informasi pada website perusahaan jelas harus terus menerus diperbaharui agar tidak 'usang' dan 'minim', serta harus diatur penempatannya agar mudah ditemukan, terlebih jika informasi dalam website tersebut sudah terlalu banyak.
Kedua , informasi harus bisa 'ditampilkan' secara baik sesuai kebutuhan pengunjung. Penampilan informasi yang baik dalam website , berarti ia harus memenuhi kebutuhan tampilan secara informasional maupun visual. Intinya, penempatan informasi berupa teks dan gambar pada setiap halaman situs harus didesain secara rapih, terstruktur dan memudahkan untuk diakses.
Ketiga , struktur informasi dan navigasi dalam sebuah website harus dapat ditata dan ditumbuhkankembangkan secara mudah dan aman. Hal yang perlu diingat, website perusahaan tidak hanya berisi kumpulan halaman-halaman informasi yang tidak saling berkaitan, tapi mencerminkan proses bisnis perusahaan yang seharusnya bisa di- support oleh teknologi website yang digunakan. Teknologi ini menghasilkan fungsionalitas dan modul-modul yang dapat digunakan pada website perusahaan.
Teknologi website yang digunakan dapat dibagi menjadi dua kategori; front-end dan back-end technology . Kategori pertama, front-end technology atau dapat diartikan seluruh modul dan fungsionalitas teknologi yang akan digunakan oleh pengunjung pada saat dia mengakses website tersebut. Misalnya, pada sebuah website perusahaan pemberi kredit keberadaan dari fungsi untuk melakukan simulasi kredit sangat penting bagi pengunjung untuk dapat menilai kelaikan jasa yang ditawarkan. Apalagi, bila dilengkapi dengan 'formulir serba guna' ( custom form ) untuk melakukan pendaftaran secara on-line .
Kategori kedua, adalah back-end technology atau seluruh modul dan fungsionalitas yang akan digunakan oleh perusahaan untuk meng- update informasi dan mengatur struktur website perusahaan. Misalnya, keberadaan dari sebuah sistem manajemen informasi/konten ( content management system – CMS) yang dapat memudahkan proses pembuatan dan update informasi pada website. Umumnya, suatu aplikasi CMS juga dilengkapi sistem manajemen pengguna ( user role management system ) untuk mengatur struktur dan peran kontributor konten dari sebuah website.
Yang patut diingat, teknologi apapun yang digunakan pada sistem back-end maupun front-end sebuah website perusahaan, ia harus cukup dinamis dan fleksibel untuk dapat dikembangkan seiring dengan perkembangan kebutuhan perusahaan pada website , termasuk juga apabila suatu ketika perusahaan ingin melakukan 'transaksi bisnis'nya melalui jaringan Internet.
Hal lain, yang tidak kalah pentingnya, untuk mengundang pengunjung datang ke website perusahaan Anda adalah keberadaan program pemeliharaan ( maintenance ) dan promosi secara berkala dan terus-menerus. Ini yang sangat sering terlupakan.
Program pemeliharaan website harus mencakup seluruh aspek pemeliharaan yang terkait dengan website , seperti pemeliharaan konten, pengembangan fungsionalitas, perubahan design , pelatihan SDM, dan evaluasi kinerja website selama periode tertentu.
Sementara, untuk program promosi dapat dilakukan secara online melalui pengiriman e-newsletter kepada sebanyak mungkin stakeholders perusahaan, atau melakukan integrasi program promosi yang dilakukan baik secara online maupun offline. Artinya, website dapat menjadi alternatif media promosi bagi perusahaan, tetapi sekaligus juga kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan perusahaan secara offline selalu mempromosikan keberadaan website perusahaan dengan berbagai cara.
Selain itu, secara rutin mendaftarkan diri ke beberapa search engines untuk beberapa kategori informasi biasanya juga cukup efektif. Karena, search engines , terutama yang sudah besar seperti Google, Altavista dan Yahoo, telah menjadi pilihan banyak orang di seluruh dunia dalam mencari informasi di Internet.
Kedua program ini tentunya dapat dilakukan baik oleh pihak internal perusahaan maupun dengan cara bekerjasama melibatkan vendor pembuat website yang kompeten. Cara kedua ini menjadi sebuah pilihan, apabila perusahaan belum memiliki tim teknologi informasi yang solid untuk mengelola website perusahaan atau jika tim teknologi yang ada sehari-harinya harus terus melayani kebutuhan perusahaan secara operasional.
Untuk itu, dianjurkan bekerjasama dengan pihak luar perusahaan yang kompeten dan memiliki 'track-record' yang baik dalam pengembangan website perusahaan. Tentunya, keterlibatan pihak internal perusahaan tetap mutlak diperlukan, terutama dalam menyiapkan standarisasi dan perencanaan tahapan pengembangan website perusahaan yang akan menjadi rujukan bagi pihak vendor dalam bekerja.
Inisiatif dalam membuat sebuah website perusahaan merupakan suatu pertanda bagus bahwa dunia usaha semakin menyadari pentingnya menggunakan media Internet, yang untuk beberapa kebutuhan terbukti lebih efektif daripada media promosi konvensional. Namun, ketidaktahuan dan ketidaksiapan dalam upaya pembuatan website perusahaan ini, seringkali malah terjebak menjadi suatu investasi yang sia sia, dan bahkan lebih buruk lagi, dapat menjatuhkan citra perusahaan di tengah masyarakat yang kian lama kian 'melek teknologi'.
Donny A. Razalie , Pengamat dan Praktisi Sistem Informasi |