Volume III No 29 - Agustus-September 2005
 

 

I Ketut Budi Utama , GM UCC-I Sumatera, PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk.

Peluangnya Besar, Tantangannya pun Berat

 

Tantangan untuk memberikan layanan yang bermutu tinggi, pada saat yang sama membutuhkan dukungan SDM yang berkualitas dan infrastruktur yang handal.

 

I Ketut Budi Utama , GM UCC-I Sumatera, PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk.

Secara geografis wilayah Sumatera, yang menjadi tanggungjawab pengelolaan UCC I ( Unit Corporate Customer I) sangat luas, sehingga target pencapaian yang ditetapkan boleh dikata cukup berat. Tantangannya, bukan saja infrastruktur, melainkan juga SDM dan luas geografis Sumatera yang harus dihadapi. Dengan begitu, tantangan untuk meningkatkan kualitas layanan, yang didukung SDM yang berkualitas, harus juga mampu dilihat secara lebih luas, baik itu menyangkut jumlah maupun kapabilitas SDM yang dibutuhkan.

Artinya, sangat diperlukan kesesuaian antara layanan yang ingin diberikan, target yang akan dicapai dengan jumlah dan kapabilitas SDM yang dimiliki dan dukungan infrastrukturnya.

Karenanya, memulai tugas baru yang kami lakukan di UCC I Sumatera ini, ada tiga strategi yang kami kembangkan. Pertama , sebagai unit baru, yang dibentuk sejak Oktober 2004 yang lalu, UCC I kini memiliki tugas dan tanggungjawab yang berat. Sebagai Unit yang utuh dan memiliki tanggungjawab penuh, pemetaan segmen-segmen yang akan menjadi sasaran harus jelas, sehingga akan lebih fokus dalam penanganannya.

Sumatera, yang merupakan kawasan yang luas, yang sangat potensial industrinya, tentunya harus dapat dilihat mana segmen yang menjadi perhatian utama, sehingga potensi yang besar harus mampu diraih dengan upaya yang juga kuat. Di segmen mana yang kami sudah kuat, maka itu perlu diperkuat lagi, sedang mana yang belum akan dilakukan upaya untuk menjadikannya lebih kuat.

Karenanya, masing-masing area yang akan menjadi fokus harus mampu diberikan layanan yang berkualitas yang merata, sehingga tidak ada yang merasa dianakemaskan atau dianaktirikan.

Kalau dilihat dari potensinya, Medan itu ditargetkan bisa meraih hampir 50 persen dari target keseluruhan Sumatera, yakni sebesar 300 miliar. Potensi besar Medan dan sekitarnya lebih banyak pada perusahaan perkebunan dan industri perdagangan dan jasa. Sementara kalau Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel), yang menyumbang sekitar 70 miliar, itu lebih banyak melayani industri perminyakan. Begitu juga Riau, banyak dari industri perminyakan dan perkebunan.

Perdagangan dan Jasa, termasuk juga perhotelan, sebenarnya juga sangat potensial.

Kawasan industri atau Industrial Park , sebagai kawasan industri, sebenarnya tidak hanya dilihat sebagai industri saja, melainkan di dalamnya juga ada services . Sehingga, kalau berbicara potensi, Sumatera ini masih besar harapannya.

Namun, potensi yang besar ini masih harus digali lebih jauh lagi, dan itu tentu akan sangat membutuhkan dukungan SDM yang memadai, baik jumlah maupun kapabilitasnya. Ditambah dukungan infrastruktur yang handal. Karenanya, untuk tahun 2005 ini, saya akan mengembangkan konsepnya terlebih dahulu. Membuat pemetaan berbagai segmen dan potensi besar yang akan diraih, sehingga pencapaian target akan mungkin dilakukan dengan baik dan terencana.

Selanjutnya, kedua , kita baru planning untuk berbagai kegiatan. Untuk tahun 2006, target 700 miliar itu optimis dan yakin dapat kami capai. Pengembangan sistem ini sangat penting, terutama agar teman-teman bisa lebih fokus, link -nya dari AM, SAM dan komandonya di buat menjadi satu. Kalau dulukan merka harus ke saya, harus ke manager marketing -nya.

Sekarang mereka boleh langsung ke AM-nya. Karena AM melihatnya secara nasional dan mereka bisa bantu. Apa yang dibutuhkan oleh teman-teman AM yang ada di daerah adalah aspek pemasarannya. Artinya, strategi apa yang perlu diterapkan dan apa yang bisa mereka lakukan dari sisi pemasaran. Dengan adanya AM-AM yang sudah berpengalaman di Jakarta, misalnya, maka mereka dapat menularkan kemampuan pemasarannya kepada rekan-rekan AM di daerah. Pada dasarnya, AM ini adalah pendukung yang membuat pemasaran bisa berhasil dan layanan yang diberikan dapat memenuhi kebutuhan para pelanggan korporat.

Jadi sistemnya yang harus di benahi lebih dahulu. Kalau orang lapangan, dengan dukungan sistem yang baik akan mampu berjalan dengan baik pula, sehingga pencapaian target dapat dibuat dengan suatu perencanaan yang baik, yang kemudian tinggal bagaimana memantaunya – apakah targetnya tercapai atau tidak.

Ketiga, mereka harus membuka berbagai peluang bisnis baru, dan itu kesempatan untuk memberikan kepada yang muda–muda untuk memimpin. Dan pembuatan sistem yang baik akan sangat penting, sehingga anak-anak muda yang pintar-pintar yang dimiliki Telkom akan mampu mengembangkan visi mereka yang sejalan dengan visi perusahaan dan tuntutan perkembangan dan kompetisi dewasa ini.

Namun, yang juga dibutuhkan adalah komitmen yang kuat dari jajaran manajemen, sehingga apa yang diupayakan dapat dikembangkan secara konsisten. Insa/Putri

© 2003 - 2005 eBizzAsia. All rights reserved.