“Dasar OOT ( out of topic )”, demikian ungkapan histeris dari salah seorang anggota milis ( mailing list ) yang tidak berkenan dengan pembicaraan di luar konteks dari suatu milis bisnis.
Memang, sesuatu yang diluar konteks apalagi tidak satu selera dengan kita, sering kali tidak KITA sukaI. Namun, kejadian semacam itu sering kali saya temukan sewaktu menonton suatu acara TV. Misalnya, ketika saya sedang asyik-asyiknya menonton pertandingan sepakbola, tiba-tiba perhatian saya diinterupsi dengan tayangan pariwara mengenai minuman bayi. Saya berpikir, apakah konteks pariwara tersebut dengan tayangan pertandingan sepak bola?
Tetapi, kemudian saya berkilah, mungkin banyak ibu-ibu yang juga gemar menonton pertandingan sepak bola. Sehingga, konteks pertandingan sepakbola erat berkaitan dengan pasar ibu-ibu yang memiliki perhatian besar terhadap kesehatan bayi-bayi mereka. Meskipun, secara sepintas terlihat bahwa tayangan pertandingan sepak bola bertolah belakang dengan pariwara produk kesehatan bayi. Namun, hal itu seringkali terjadi.
Dengan begitu, iklan-iklan yang dimunculkan atau disuguhkan ke pemirsa yang sesuai dengan konteks suatu acara atau tema suatu topik dirasakan akan lebih mengena. Dan, jika hal itu yang terjadi, maka itu dapat disebut sebagai contextual advertising – iklan yang sesuai dengan konteks (acara, tontonan dan lain sebagainya).
PENGERTIAN DAN CARA KERJA
Gampangnya, Contextual Advertising adalah menempatkan iklan yang sesuai dengan target individu dan content- nya. Bila itu berkaitan dengan dunia situs web, maka hal itu berarti menyuguhkan iklan kepada pengunjung web tertentu yang memiliki selera akan hal tertentu.
Iklan kontekstual kadangkala disebut juga Content Targeting . Itu merupakan tren iklan masa kini yang memungkinkan Anda mendapatkan lebih banyak pelanggan dari dunia maya secara lebih mudah dibandingkan sebelumnya. Program iklan jenis itu bertumpu pada teknologi yang dapat membidik para pelanggan berdasarkan kata kunci ( keyword ) yang mereka ketikkan di kotak pencari.
Sistem iklan kontekstual itu adalah membaca teks yang di- input yang merupakan suatu kata kunci dari seseorang yang masuk ke suatu situs web dan kemudian menyuguhkan pesan-pesan iklan yang relevan dengan yang dibaca secara keseluruhan oleh si pengunjung, baik iklan tersebut muncul di satu halaman yang sama maupun berupa iklan pop-up . Iklan kontekstual, sekali lagi, adalah iklan yang munculnya di suatu web secara dinamis.
Menurut Clickz.com, iklan kontekstual dari hasil pencarian lewat media situs pencari menjadi salah satu dari sektor periklanan yang paling pesat perkembangannya. Kehadiran iklan kontekstual tersebut, boleh dikata, cukup mematikan bagi industri iklan baris. Tak pelah, sekarang ini iklan baris berada dalam keadaan mati suri.
BEBERAPA MODEL
Ada beberapa model iklan kontekstual, antara lain: sisipan content atau windows pop-up yang didasarkan pada behaviour-tracking . Selain itu, konsep Contextual Advertising juga digunakan oleh situs pencari untuk menampilkan pesan-pesan iklan di sebelah kanan dari hasil pencarian yang memiliki konteks yang sama dengan kata kunci yang diketikkan di kotak pencarian, yang kemudian didistribusikan lewat situs pencari atau web portal rekanan dan lewat email gratisan dan ezine sponsorship .
KONTRA OPINI
Namun, menurut pakar etika, iklan kontekstual telah menimbulkan kontroversi yang menarik. Masalahnya adalah mereka mempersalahkan tentang penggunaan teknik, misalnya menaruh hyperlink ke situs web pihak ketiga (yang adalah milik si pengiklan). Atau, yang dilakukan oleh pihak kedua dengan memasang suatu perangkat lunak di komputer pengunjung yang berinteraksi dengan browser , sehingga memunculkan pesan-pesan iklan dengan link yang diarahkan ke situs web si pengiklan.
PROVIDER IKLAN
Saat ini, ada beberapa situs web penyedia (sebagai host ) iklan kontekstual yang memiliki nama besar, yaitu Yahoo!, Google, Kanoodle, Lycos, FindWhat, searchgalore, pandia, mamma serta beberapa nama lain. Sedangkan situs pencari lain kini sedang berupaya memasuki arena bisnis itu.
Google adalah yang memopulerkan jenis iklan kontekstual itu, walaupun prototipe atau asal-usul dari iklan kontekstual sebenarnya sudah ada sejak beberapa tahun lalu.

Screenshot dari control panel program iklan kontekstual milik Yahoo! yang bagi saya cukup “njelimet” dibandingkan yang dimiliki Google.
MANFAAT BAGI BISNIS ANDA
Sudah saatnya Anda memanfaatkan apa yang ditawarkan oleh Iklan Kontekstual bagi kemajuan promosi produk atau bisnis yang ada di web korporat. Hal itu akan memberikan sejumlah keuntungan, antara lain:
- Situs web Anda akan muncul di halaman web hasil pencarian setelah kata kunci yang Anda pilih untuk promosi Anda diketikkan di kotak pencarian oleh calon pelanggan Anda.
- Bujet iklan terkendali. Anda sendiri yang menentukan biaya maksimum per klik (BPK) dan jumlah anggaran iklan harian, sehingga Anda tidak akan pernah membayar lebih dari yang Anda anggarkan.
- Hasil maksimal dengan investasi minimal.
- Fleksibel. Anda tidak akan pernah diwajibkan untuk memenuhi komitmen waktu atau pengeluaran minimum tertentu.
- Cepat kembali modal ( ROI): iklan kontekstual berbasis keyword mendatangkan calon pembeli yang unik dan dalam kondisi siap membeli. Anda hanya membayar per klik dari yang diklik sewaktu mereka melihat web Anda muncul di halaman hasil pencarian. Bukankah ini fair ?
- Berdaya jangkau luas. Meningkatkan jumlah pelanggan potensial yang melihat iklan Anda dan tidak hanya mengandalkan hasil pencarian organik.
- Hemat waktu, energi dan uang. Iklan kontekstual adalah salah satu jenis iklan tercepat dan termudah untuk memunculkan pesan-pesan iklan Anda ke situs web yang lebih relevan secara konteks. Sekali lagi, Anda hanya membayar berdasarkan per klik yang Anda terima.
Lebih Fair
Dari gambar di atas ini jelas terlihat bahwa iklan kontekstual merupakan iklan yang paling “ fair ” dibandingkan iklan lewat opt-in email , atau paid inclusion maupun banners . Jadi, haruskah Anda memanfaatkan program iklan kontekstual ini? Lihatlah, pesaing Anda di Indonesia pun bahkan sudah memanfaatkan iklan kontekstual tersebut.
Bob Julius Onggo • Praktisi & Konsultan Pemasaran Online (profilnya bisa dilihat di www.bjoconsulting.com)
Foto: dok. ebizzasia
|