Volume III No 30 - Oktober 2005
 

Outsource atau Mengelola Sendiri?

 

Pilihan tersedia, namun pertimbangan tetap perlu dibuat untuk menerapkan VoIP ini. Mana yang akan Anda pilih?

Penerapan VoIP memang memiliki berbagai macam pilihan, yang memungkinkan perusahaan atau pengguna memilih opsi atau pola penerapan yang paling sesuai dan menguntungkan, baik dari aspek biaya, dukungan teknologi maupun penggunaan dan peningkatannya di masa yang akan datang. Namun, sebelum melakukan pilihan apakah akan dibangun sendiri atau dialihdayakan ke pihak lain, perlu diperhatikan karakteristik berikut:

Layanan Berbasis CPE

Sistem IP PBX merupakan sistem yang akan menjadi pengganti, sebagian atau seluruhnya, CPE tradisional – PBX. Selain kaya akan fitur, juga memungkinkan peningkatan yang lebih leluasa. Kalau saat ini, misalnya perusahaan Anda menggunakan PBX untuk kantor cabang utama dan sistem kunci ( key ) untuk kantor-kantor remote , maka dengan IP PBX akan dapat dibuat suatu sistem PBX tunggal untuk keseluruhan perusahaan, sehingga lebih efisien dan handal.

Layanan IP PBX dapat berupa penggantian perangkat PBX yang ada saat ini atau membangun IP gateway yang baru. Gateway ini akan menjembatani antara PBX dengan IP PBX yang baru, yang memungkinkan migrasi secara gradual dari PBX ke IP PBX secara penuh yang mendukung VoIP. Meski cara ini dapat ditempuh, namun akhirnya harus juga dimigrasikan IP PBX, karena diperkirakan untuk jangka panjang beban biaya pemeliharaannya akan lebih mahal.

Hosted VoIP (IP Centrex)

Layanan Hosted VoIP, atau lebih dikenal dengan IP Centrex, merupakan cara mendapatkan layanan melalui sewa, sehingga biaya awalnya lebih murah dibandingkan kalau harus membeli dan membangun sendiri.

Hosted VoIP menawarkan layanan dengan fitur-fitur yang kurang lebih sama sebagaimana solusi CPE. Hanya saja, kapabilitasnya dikelola melalui suatu jaringan. Dengan pola ini, selain biay awalnya lebih murah, pembiayaannya bisa diperkirakan dan biaya administrasinya minimal. Sedang fitur-fitur yang dapat digunakan akan sangat tergantung pada ketersediaan penyedia layanan. Layanan Hosted VoIP sangat cocok digunakan oleh para UKM, karena mereka tak perlu membangun sendiri jaringan VoIP-nya, tetapi cukup menyewanya dan berkesempatan mendapatkan layanan dengan fitur enterprise.

Suara berbasis IP VPN

Layanan suara berbasis IP VPN memnafaatkan jaringan IP VPN yang sudah ada, sehingga dapat digunakan baik untuk komunikasi suara, data dan video dalam satu jaringan yang aman. Penggunaan jaringan ini jelas akan menurunkan biaya telepon juga perawatan karena jaringan yang digunakan hanya satu, yakni yang berbasis IP VPN.

Jaringan IP VPN dapat bekerja dengan berbagai jaringan lainnya, dari DSL hingga leased lines dan Ethernet. Jaringan VPN ini juga dapat mengakomodasi sistem PBX tradisional dan hosted VoIP, yang memungkinkan berbagai perangkat yang dimiliki saat ini berdampingan dengan berbagai perangkat baru (hasil pengembangan) dan juga layanan hosted .

IP VPN juga sangat berguna untuk para pekerja jarak-jauh atau bergerak (mobile workers), khususnya dalam berhubungan dengan jaringan perusahaan secara aman dan handal. Baik IP PBX maupun Voice IP VPN harus juga dapat mengakomodasi komunikasi langsung antara dua atau lebih tempat yang telah ada, biasanya melalui PSTN – bisa melalui koneksi dengan infrastruktur IP maupun menggunakan gateway .

Alihdaya atau Membangun sendiri

Pertanyaannya sekarang adalah “Haruskan saya membangun sendiri atau tidak?” Pilihan banyak tersedia, mana pun yang akan Anda pilih, tentu akan sangat terkait dengan kebutuhan, kemampuan dan perspektif penggunaan VoIP di masa datang.

Secara umum, pasar VoIP ini memang masih belum terlalu besar, tetapi sejumlah perusahaan mulai menerapkannya dengan membangun sendiri ( in-house ). Tetapi, apapun pilihannya, baik mengelola sendiri maupun hosted , masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri. Pilihan itu akan juga terkait dengan sudut pandang masing-masing perusahaan, baik terkait biaya, pengelolaan maupun masalahnya sendiri.

“Namun, bagian terbesar dalam pengambilan keputusan, katakanlah untuk mengelola sendiri solusi VoIP adalah “seberapa jauh pengelolaannya?" ujar Matthias Machinowinski, seorang analis Infonetics. "Masalahnya, definisinya cukup luas, sehingga Anda perlu mendefinisikan dengan jelas apa kebutuhannya, karena kebutuhan suatu perusahaan tak bisa dijawab dengan pendekatan one-size-fits all , pendekatannya bisa berbeda-beda,” tambah Machinowinski

Hal yang paling mendasar untuk dijawab adalah nilai terlebih dahulu aset jaringan komunikasi apa yang telah Anda miliki saat ini dan apa yang Anda harapkan dari penerapan VoIP. Hal ini akan membawa Anda kepada sejumlah pertimbangan, apakah akan dialihdayakan atau dikelola sendiri. Keunggulan yang dimiliki, misalnya konsolidasi jaringan, penghematan biaya, fitur messaging and call management yang lebih maju, harus dengan jelas bisa menggambarkan apa yang sebenarnya bisa Anda peroleh dengan menerapkannya. Jadi, tak sekedar kecanggihan saja, melainkan apa manfaat yang bisa Anda dapatkan.

"Hal pertama yang membuat kalangan perusahaan tertarik dengan VoIP adalah janji penghematan biaya, kata William Stofega, Research Manager Voice Over Internet Protocol (VOIP) Services Program , IDC. "Memang perusahaan dapat menurunkan biaya (toll charges) dengan memeprtahankan komunikasi di internal perusahaan, juga ada janji mengonvergensi jaringan dan menyederhanakan jaringan dari dua menjadi satu. Tetapi, Anda harus meningkatkan jaringan data, dan itu tak mudah, mungkin malah memunculkan masalah.”

Karenanya, perhatikan banyak aspek lainnya, sebelum memutuskan pola apa yang akan digunakan. Perhatikan juga biaya tersembunyi yang mungkin akan Anda tanggung, yang nilainya bisa jadi cukup besar. Bandingkan juga antara biaya kalau menggunakan hosted dengan mengelola sendiri, karena keduanya memiliki aspek yang secara jeli harus diperhatikan, baik yang terkait operasional maupun pengelolaannya, serta pemenuhan kebutuhan perusahaan Anda, saat ini maupun di masa datang.

Dan, yang lebih penting, cari kemungkinan yang lebih bervariasi, bukannya hanya tertuju pada satu solusi tertentu, agar Anda dapat membuat pilihan yang optimal dengan pemenuhan layanan yang memang sungguh-sungguh Anda butuhkan.

Biasanya, sebelum mengambil keputusan, ada dua pertanyaan yang sangat penting dijawab: Apakah Anda memiliki keahlian sendiri ( in-house ) untuk membangun dan mengelola jaringan VoIP, atau percayakah Anda kepada penyedia layanan VoIP dalam memelihara proses bisnis Anda yang sangat kritikal, jika Anda ingin mengalihdayakannya ke pihak ketiga? "Masalahnya, dalam managed services , bahwa VoIP tak hanya menyangkut data, melainkan banyak hal lainnya yang cukup rumit, yang memang perlu kejelasan lebih rinci mengenai apa saja yang perlu dan akan dilakukan. Jangan terjebak pada hanya mengatakan bahwa soal VoIP merupakan suatu paket pekerjaan, melainkan buat rincian lebih lanjut, sehingga jelas apa isi paket tersebut”

Karenanya, penerapan solusi VoIP ini akan berbeda dari satu perusahaan ke perusahaan lainnya, begitu juga antara perusahaan kecil, menengah dan besar. Dengan begitu, banyak hal yang perlu dicermati, sesuai dengan kebutuhan dan aset apa yang telah dimiliki, termasuk ketrampilan SDM yang tersedia, sebelum akhirnya memutuskan apakah akan dikelola sendiri atau dialihdayakan.

Namun, menurut Stofega, ke depan, meski banyak perusahaan yang mengalihdayakan solusi VoIP mereka, tetapi banyak juga yang mengelolanya sendiri. Hanya saja, pendekatan yang akan banyak digunakan mungkin penggabungan di antara keduanya, yakni alihdaya dan mengelola sendiri, sehingga ada pemisahan yang jelas, mana yang dialihdayakan dan mana yang dapat dikelola sendiri. Pilihan mana yang tepat dan akan diambil akan sangat tergantung pada kondisi perusahaan masing-masing. Insa

© 2003 - 2005 eBizzAsia. All rights reserved.