Volume IV No 31 - Nopember-Desember 2005
 

 

TEN MOST INFLUENTIAL TECHNOLOGIES IN 2006

 

Memasuki tahun 2006, perkembangan dan kemajuan teknologi bukan saja sangat pesat, namun ada beberapa teknologi yang diperkirakan akan sangat berpengaruh dalam kehidupan manusia, baik dalam kegiatan pribadi maupun dunia bisnis. Hal itu, bisa jadi karena teknologi tersebut membawa perubahan yang sangat signifikan dan luas, dalam arti memberikan banyak kemudahan dan pengalaman baru, dan sekaligus mendorong semakin banyak orang untuk menggunakannya, dan tentu meningkatkan nilai bisnisnya.

Teknologi-teknologi ini diperkirakan akan memberikan manfaat optimal dibandingkan teknologi atau solusi sebelumnya, sehingga menempatkan titik keunggulannya menjadi pilihan banyak orang untuk menggunakannya. Namun, keunggulan teknologi ini, pada saat yang sama, dipadukan dengan intensitas promosi dan komunikasi, serta dukungan lainnya, yang semakin mendorong optimalisasi perannya sebagai solusi yang lebih baik, efisien dan efektif, serta memberikan berbagai pengalaman baru yang menarik.

Dari sekian banyak teknologi baru yang berkembang, ada sepuluh teknologi yang dipandang akan memberi pengaruh sangat besar dalam tahun 2006 mendatang. Untuk itu, kesepuluh teknologi tersebut layak kami tampilkan dalam ”The Hedaline” eBizzAsia Edisi 29 ini. Teknologi-teknologi tersebut adalah: Deep Web Search, AJAX ( Asynchronous Javascript + XML), Hybrid Cell Phone, Micro Fuel Cell, WiMAX ( Worldwide Interoperability for Microwave Access ), VoIP ( Voice over Internet Protocol ), Mobile TV, DRM ( Digital Rights Management ), Ultra-Wideband dan e-Passport.

1. DEEP WEB SEARCH

DEEP WEB SEARCH adalah teknologi yang secara berani masuk ke area dimana tidak ada mesin pencari ( search engine ) yang sebelumnya masuk ke area itu. Ini merupakan suatu fenomena baru dalam dunia Internet masa kini. Dikenal sebagai 'invisible web', 'deep web' merupakan cara penyimpanan web pages yang sangat cepat, yang biasanya dihasilkan oleh situs-situs web berbasis database , sehingga meskipun tak terlihat pada mesin pencari tradisional, namun dapat disediakan untuk para pengguna web. Jaringan yang digunakan untuk menelusuri web tersebut tidak dapat menjangkau sebagian besar halaman web yang dibuat secara on-the-fly oleh situs-situs dinamik, seperti e-Commerce, news dan situs konten utama lainnya. Namun, dengan Deep Web Search, bukan saja penyimpanan, melainkan pencariannya pun dapat dengan dilakukan.

Menurut kajian Bright Planet, deep web diperkirakan memiliki hingga 550 kali lebih banyak dari 'surface web' yang selama ini diakses melalui berbagai mesin pencari tradisional dan lebih dari 200,000 situs web berbasis database yang dipengaruhi oleh hal tersebut. Chris Sherman, associate editor of Search Engine Watch , mengatakan bahwa jumlah halaman berkualitas yang ada di deep web sekitar 3-4 kali lebih banyak dari halaman yang diakses melalui mesin pencari, misalnya Google. Meskipun angka pastinya masih diperdebatkan, namun jumlah halaman di deep web jauh lebih besar dari surface web , dan pertumbuhannya dinilai sangat cepat.

Meskipun mesin-mesin pencari, seperti Google, AltaVista dan FAST saat ini mengklaim telah meng-indeks halaman web, namun mereka hanya meng-indeks sebagian kecil saja. Mesin pencari tradisional, yang menggunakan 'spiders' dan 'crawlers', dirancang untuk meng-indeks halaman-halaman HTML yang sederhana, yang memiliki 'incoming links' dari halaman lain di situs web. Tetapi, situs-situs web modern, yang mengoperasikan berbagai database untuk menghasilkan halaman sambil jalan ( on-the-fly ), sesungguhnya ”jauh lebih canggih” bagi mesin pencari untuk meng-indeks halaman web mereka. Karena hanya mengindeks sebagian saja, maka mereka tidak dapat menyediakan situs-situs yang canggih, misalnya eBay, Library of Congress dan iMDB ( the Internet Movie Database ), yang banyak dibutuhkan oleh para pengguna.

Selain itu, kualitas informasi yang terdapat di deep web biasanya sangat tinggi (terutama jika dibandingkan dengan surface web ), karena deep web berisi situs-situs utama yang sangat otoritatif, yang tersedia di Internet.

FAKTA-FAKTA DEEP WEB SEARCH

400-550 kali lebih besar dari surface Web

  • terabyte informasi vs. 19 terabyte informasi.
  • 550 miliar dokumen vs. 1-2 miliar dokumen.
  • Saat ini ada ebih dari 200,000 situs deep Web.
  • Situs Deep Web menerima 50% lebih banyak trafik bulanan dibandingkan rata-rata situs surface web .

Pertumbuhan informasi baru paling besar di Internet

  • Memiliki konten yang lebih dalam ( deeper ) dan fokus ( narrower ) dibandingkan situs-situs surface web .
  • Kualitasnya 1.000% – 2.000% lebih tinggi dibandingkan surface Web .
  • Kontennya sesuai dengan setiap kebutuhan, pasar dan domain informasi.
  • 95% dari Deep Web merupakan informasi yang dapat diakses publik tanpa biaya langganan. Setengah dari informasinya tersedia dalam database dengan topik-topik khusus.

TREN: Google telah meng-indeks sekitar 8 miliar halaman web, tetapi jumlah itu baru sebagian kecil dari puncak gunung es yang besar. Masih banyak halaman web yang tersembunyi di balik firewalls korporat atau dalam database yang menanti untuk diindeks. Jumlahnya luar biasa, yang sering juga dianggap sebagai dark Web , yakni bisa jadi 550 kali lebih besar dari World Wide Web (WWW) yang kita ketahui sekarang ini. Tidak seperti Internet publik, halaman-halaman web ini tidak dapat diambil dengan menggunakan Web crawler biasa. Melainkan harus terlebih dahulu disediakan di database yang sangat besar milik mesin pencari dan membutuhkan teknologi pengambilan yang khusus.

Sebelum kita mengenal desktop search – mesin pencari lokal di desktop pengguna – PC Anda hanya bagian dari invisible Web , yang terhubung ke Internet, tetapi tak ter-indeks. Jaringan file-sharing telah menelusur di PC Anda untuk mencari MP3, namun hal itu terkait dengan isu privasi dan sekuriti sebelum Anda dapat tergabung dalam visible Web . Lebih dari itu, ada jutaan buku yang menunggu untuk terkoneksi. Dalam kaitan itulah, Deep Web search mampu memberikan jawaban terhadap suatu pertanyaan langsung secara lebih baik dari ratusan link, karena kebanyakan dari berbagai sumber yang berkualitas dapat di- online -kan.

Ke depan, Deep Web Search ini akan semakin banyak dibutuhkan, sehingga tren peningkatannya pun akan luar biasa dan semakin banyak pula halaman-halaman web yang berupa sumber informasi otoritatif yang dapat diperoleh dan dimanfaatkan oleh pengguna yang membutuhkan. Solusi Deep Web lainnya disediakan oleh LexiBot, BrightPlanet (lexibot.com), IntelliSeek (invisibleweb.com), dan Copernic (copernic.com).

PEMAIN UTAMA: Endeca, Glenbrook Networks, Google, IBM, Kozoru, dan Yahoo.

 

2. AJAX

AJAX (ASYNCHRONOUS JAVASCRIPT DAN XML) adalah teknik pembuatan web ( Software tools ) yang dapat digunakan untuk menciptakan berbagai aplikasi web interaktif (berbasis browser ) di PC. Teknologi web baru ini berhasil memadukan keunggulan dari pendekatan screen dan berbasis halaman. Teknologi ini berhasil mengoptimalkan berbagai keunggulan, yang merupakan kombinasi dari:

  • HTML (atau XHTML) dan CSS untuk menampilkan informasi.
  • Document Object Model yang dikembangkan melalui JavaScript untuk secara dinamik menampilkan dan berinteraksi dengan informasi yang ditampilkan.
  • XMLHttpRequest akan mempertukarkan data secara tidak beraturan (a synchronously ) dengan web server. (Bisa menggunakan XML, bisa juga preformatted HTML, plain text, JSON dan EBML).
  • Seperti DHTML, LAMP, atau SPA, Ajax bukanlah suatu teknologi, melainkan istilah yang mengacu pada penggunaan sekelompok teknologi secara bersama-sama. Saat ini, turunan AJAX sudah tersedia, yakni AFLAX.

Berbagai aplikasi Desktop memiliki kekayaan fitur ( richness ) dan tingkat respon yang kelihatannya tidak sepraktis di Web. Kemudahan yang sama, yang memungkinkan web melakukan perubahan-perubahan secara cepat, menciptakan kesenjangan antara berbagai pengalaman yang dapat Anda sediakan dengan pengalaman yang dapat diperoleh para pengguna aplikasi desktop .

Kini, kesenjangan itu tertutupi. Lihat saja, Google Suggest. Perhatikan cara bagaimana memperbarui istilah-istilah yang disarankan ketika Anda mengetikkan istilah itu, perubahannya terjadi hampir seketika. Perhatikan juga Google Maps. Zoom in . Gunakan kursor Anda untuk mendapatkan petanya dan gerakkan ke sekitarnya. Sekali lagi, semuanya terjadi hampir seketika, dan Anda tak lagi perlu menunggu halamannya disediakan ( reload ).

Google Suggest dan Google Maps merupakan dua contoh suatu pendekatan baru terhadap berbagai aplikasi web, yang dikenal sebagai AJAX atau Asynchronous JavaScript + XML. Ini merupakan suatu peningkatan yang mendasar dari apa yang mungkin dilakukan di Web.

BROWSER YANG MENDUKUNG AJAX

  • Apple Safari 1.2 dan di atasnya
  • Konqueror
  • Microsoft Internet Explorer 4.0 dan di atasnya
  • Mozilla/Mozilla Firefox 1.0 dan di atasnya
  • Netscape 7.1 dan di atasnya
  • Opera 7.6 dan di atasnya
  • Firefox
  • Safari
  • Opera

TREN: Umumnya, aplikasi Web menghendaki suatu halaman web yang baru dikirimkan ke seorang pengguna sesuai dengan tahap-tahap permintaannya, namun biasanya hal itu selalu lambat. Tetapi, dengan Ajax memungkinkan suatu data baru masuk dan sekaligus memperbarui konten-konten halaman web sambil jalan ( on-the-fly ). Mungkin Anda sudah menggunakan aplikasi Ajax; Ini merupakan sumber-sumber tersembunyi yang ada di A9 search (Amazon), layanan Gmail (Google), pemeringkatan film/ movie ratings (Netflix), dan Flickr photo website (Yahoo).

Google menginvestasikan banyak dana untuk mengembangkan pendekatan Ajax . Semua produk utama Google, yang telah diperkenalkan tahun lalu, seperti Orkut, Gmail, versi beta terbaru Google Groups, Google Suggest, dan Google Maps, merupakan aplikasi-aplikasi Ajax. Ini semakin membuktikan bahwa bukan saja unggul secara teknis, tetapi praktis untuk digunakan di berbagai aplikasi real-time , mulai dari yang sederhana, seperti fungsi tunggal pada Google Suggest hingga yang rumit dan canggih, Google Maps.

Banyak orang percaya bahwa Ajax akan sangat mempengarungi penggunaannya di lingkungan korporasi, misalnya untuk mempercepat pekerjaan para pekerja remote -nya. Perusahaan penyedia peranti lunak “Business process and Integration”, Tibco, telah mulai menggunakan Ajax ke dalam platform General Interface-nya. Microsoft juga mengembangkan Ajax developer kit , yang sekaligus menandai bahwa ke depan penggunaan Ajax akan semakin meningkat dan, bahkan, akan menjadi tren besar.

PEMAIN UTAMA: Amazon, Google, Microsoft, 37signals, Tibco Software, dan Yahoo.

 

3. HYBRID CELL PHONES

HYBRID CELL PHONE adalah telepon seluler (ponsel) yang berkemampuan Wi-Fi, yang sekaligus mampu memanfaatkan dua sistem komunikasi, yakni seluler atau bergerak dan jaringan Wi-Fi. Perkembangan ponsel dual-mode ini akan semakin meningkat dan menarik banyak orang untuk menggunakannya. Karena, dengan semakin matang teknologinya, para pengguna akan memperoleh peluang untuk berkomunikasi secara tanpa batas dan lebih ekonomis, karena cukup dengan satu ponsel yang sama, Anda berkemampuan untuk berkomunikasi di banyak tempat dengan mudah.

Ketika di rumah, dengan ponsel yang sama, Anda dapat terhubung ke jaringan Wi-Fi rumah atau nantinya layanan telepon VoIP pita-lebar. Ketika keluar rumah dan masuk ke mobil, maka sepanjang perjalanan Anda tetap dapat berkomunikasi mengandalkan jaringan bergerak (GSM/CDMA). Begitu sampai di kantor, ponsel Anda akan secara otomatis masuk ke jaringan Wi-Fi LAN atau VoIP kantor. Bukan saja komunikasi Anda tidak terputus, meskipun Anda berpindah-pindah dari satu jaringan ke jaringan lainnya, komunikasi Anda juga semakin mudah dan ekonomis. Munculnya teknologi voice over WiFi (VoWiFi) dan ponsel dual-mode ini diperkirakan akan mendorong banyak orang untuk menggunakannya di tahun-tahun mendatang, termasuk di Indonesia .

TREN : Pertengahan 2006 mendatang akan muncul 15 model telepon seluler kelas menengah, yang memungkinkan menerima layanan hybrid , yang akan secara otomatis masuk atau keluar dari jaringan Wi-Fi, baik di lingkungan kantor maupun rumah Anda. Ponsel ini akan menjadi solusi peralihan ke jaringan Wi-Fi yang menghasilkan komunikasi bermutu tinggi, baik di dalam rumah maupun gedung perkantoran, yang sangat sulit Anda peroleh ketika sedang berada di luar dengan menggunakan jaringan seluler. Selain itu, juga akan menyediakan kecepatan surfing Web di smartphone Anda. Hal ini dperkirakan akan menggantikan penggunaan PC, karena kemampuan smartphone kini bahkan melebihi PC.

Konvergensi fixed-line/wireless ini diperkirakan akan mendorong tak kurang dari 100 juta pengguna yang menginginkan ponsel hybrid dalam 5 tahun ke depan (ABI Research). Perkembangan ponsel dual-mode ini akan melibatkan raksasa telekomunikasi dunia, seperti British Telecom dan Korea Telecom, yang diperkirakan akan menyediakan layanan dual-mode nya akhir 2005. Keuntungan menggunakan ponsel dual-mode ini adalah “tak terbatas dan ekonomis.

PEMAIN UTAMA: Bridgeport , British Telecom, Broadcom, Ericsson, Kineto Wireless, Lucent, Motorola, Nokia, Nortel, Samsung, dan Texas Instruments.

 

4. MICRO FUEL CELLS

MICRO FUEL CELLS merupakan baterai untuk berbagai perangkat elektronik portabel yang menggunakan pasokan bahan-bakar eksternal isi-ulang ( refillable external fuel supply ), dari hidrogen hingga gas alam, methanol, ethanol, dan sodium borohydride . Micro fuel-cell diperkirakan bukan saja akan menjadi alternatif yang sangat menarik, melainkan akan menjadi tren besar di masa datang.

Micro fuel cells yang dikembangkan Hitachi dan Toshiba terbukti menunjukkan performansi sangat baik. Namun, ke depan pertimbangan utamanya adalah menyangkut desain dan ukurannya, apalagi kalau akan digunakan untuk perangkat elektronik portabel, hingga ponsel. Saat ini, ukurannya masih cukup besar, yakni dengan berat 150 gram dan ketebalan 5mm. Kalau diterapkan di ponsel, masih terlihat besar alias gemuk, sehingga baterai Lithium Ion atau Lithium Polymer masih banyak digunakan.

Dari sisi performansi cukup baik, hanya soal ukuran dan desain ini yang masih terus diperbaiki. Namun, secara potensial sangat besar. Micro fuel cell buatan Hitachi yang menggunakan larutan methana (60%) dengan kapasitas 3cc mampu memberikan daya hingga 10 jam. Sedang buatan Toshiba menggunakan methanol 99.5%, dan dengan kapasitas 7cc kemampuan dayanya 2-3 kali lebih besar dari Lithium Ion standar, yang digunakan di ponsel saat ini.

TREN : Ke depan, berbagai perangkat elektronik yang membutuhkan banyak energi, tak lagi bisa menggantungkan diri pada baterai lithium-ion yang ada saat ini. Karena dalam penggunaannya, berbagai perangkat elektronik akan membutuhkan baterai berdaya tahan lama. Dan, fuel cells akan menjadi kandidat yang bisa memenuhi kebutuhan itu.

Teknologi fuel-cell yang paling popular adalah direct methanol fuel cell (DMFC), yang mencampurkan antara methanol dan oksigen. Hitachi mengembangkan baterai fuel-cell untuk laptop berbasis methanol, yang diperkirakan akan masuk pasar pada 2007. Sementara, NTT DoCoMo telah membangun bekerjasama dengan Fujitsu mengembangkan micro fuel cells untuk ponsel, yang diperkirakan akhir 2005 atau awal 2006 sudah akan meluncurkan ponsel 3G bertenaga micro fuel cell .

Research & Markets, perusahaan riset pasar, memperkirakan penjualan micro fuel cell akan tumbuh dari US$510 juta tahun 2008 menjadi US$11 miliar tahun 2013. NanoMarkets LC, bahkan memperkirakan bahwa tahun 2006 akan menjadi awal mulai digunakannya mobile fuel cells. NanoMarkets memperkirakan nilai pasarnya mencapai US$1,6 miliar (2010) dan US$2,7 miliar tahun 2012.

Pemimpin teknologi yang juga memberi perhatian tinggi terhadap pengembangan baterai fuel-cell ini adalah Nokia, Toshiba, Hitachi , Casio, Sharp, NEC, dan Motorola. Namun, MTI MicroFuel Cells, Inc. dan Medis Technologies, dua perusahaan yang tidak begitu terkenal, diperkirakan akan memperkenalkan produk fuel-cell pertamanya tahun 2005 ini. Kedua perusahaan itu dikabarkan memiliki pendekatan yang unik terhadap micro fuel cells .

PEMAIN UTAMA : Altair Nanomaterials, Ballard Power Systems, Dow Chemical, DTI Energy, Hitachi , Motorola, MTI Micro Fuel Cells, NEC, Samsung, Solvay, and Toshiba.

 

5. WiMAX

WiMAX ( Worldwide Interoperability for Microwave Access ) adalah versi perpanjangan dari Wi-Fi, yang umumnya digunakan untuk di dalam ruangan, meski di luar ruangan juga dimungkinkan. Radius jangkauannya mencapai 30 mil atau 50 kilometer dengan kecepatan transfer data hingga 75 Mbps ( point-to-point ).

WiMAX memiliki beberapa standar, antara lain: 802.16a, sebagai langkah lanjutan dari Wi-Fi, untuk akses nirkabel broadband , baik tetap maupun bergerak, dalam wide area network (WAN). Standar ini diharapkan akan berperan besar pada akses outdoor dan jejaring privat. Untuk mendukung mobilitas yang lebih luas digunakan standar WiMAX 802.16e.

WiMAX dapat digunakan dalam berbagai spektrum, namun saat ini berada pada 3.5 GHz dan 2.5 GHz. Sementara operator Korea mengembangkan teknologi WiBro ( wireless broadband ), yang menggunakan spektrum 2.3 GHz. April 2006, Korea Telecom direncanakan akan meluncurkan WiBro, yang sesuai dengan standar WiMAX 802.16e. WiBro akan banyak digunakan untuk komunikasi di lingkungan nomadik dan memiliki berbagai aplikasi, seperti movie downloads, gaming, e-mail, location-based services dan online banking . Perangkat yang akan banyak digunakan adalah PDA dan laptop.

Selain itu, baru pada 2008 mendatang kartu WiMAX PCMCIA atau laptop berkemampuan WiMAX akan mulai dikapalkan. Sedang nilai layanan berbasis WiMAX ini akan mencapai US$3.7 miliar pada 2009.

Mobile WiMAX diharapkan mampu menyediakan kecepatan transfer data sebesar 20 Mbps, meski tahap awalnya 1 Mbps - 2 Mbps dengan kecepatan bergerak 40 mil per jam. Sedang, Fixed WiMAX mampu menjangkau area dengan radius 30 mil atau lebih, yang akan menggantikan jaringan DSL.

WiMAX, meski disebut sebagai berstandar 802.16, kenyataan tak hanya itu. Menurut Dean Chang, Director of Product Management , Aperto Networks dan anggota forum WiMAX (www.wimaxforum.org), "WiMAX juga merupakan upaya standarisasi antara IP berbasis 802.16 dan WMAN ( Wireless Metropolitan Network ) broadband berbasis ETSI High-Performance Radio Metropolitan Area Network (HiperMAN) dan kelompok industri yang bekerja mencapai tujuan itu. Dengan begitu, perangkat-perangkat yang berstandar WiMAX dapat digunakan, baik berbasis HiperMAN (Eropa) maupun 802.16."

TREN : Intel merupakan salah satu perusahaan yang memimpin pengembangan standar WiMAX yang penerapannya diperkirakan akan mulai dalam dua tahun ke depan sebagai sistem komunikasi di kawasan rural, baik di Amerika, Eropa maupun Asia .

Hasil kajian Visant Strategies belum lama ini menunjukkan bahwa pasar 802.16/ WiMAX akan mencapai USD1 miliar pada 2008. Ke depan, meski tak sepenuhnya akan menggantikan jejaring kabel, pengadopsian jejaring nirkabel ini akan semakin banyak dilakukan. Perkiraan nilai pasar ini, mungkin saja akan berubah cepat, terutama bila penerapannya diterima luas di seluruh dunia.

Kalangan skeptis mengatakan bahwa WiMAX akan digantikan oleh teknologi-teknologi pesaing lainnya, namun jangan menganggap enteng perusahaan-perusahaan yang mendukung WiMAX, seperti AT&T, BellSouth, Sprint PCS, Nokia, Fujitsu, BT, Intel, Pacific Century Cyberworks, China Mobile Telecom, France Telecom, Alcatel, Telenor dan Qwest

ABI Research memperkirakan pada 2008 mendatang pelanggan WiMAX akan mencapai 8 juta, sedang nilai bisnisnya US$2 miliar pada 2010. Namun, menurut John Muleta, chief of the Wireless Telecommunications Bureau , tahun 2010 WiMAX diperkirakan akan memiliki tak kurang dari 150 sampi 200 juta pelanggan.

Ketika jejaring WiMAX ini terpasang, biaya pemasangan dan operasinya 41 persen lebih rendah dibanding jejaring kabel atau DSL yang ada saat ini. Tak salah, kalau dikatakan bahwa WiMAX akan menggantikan DSL, kabel, dan bahkan koneksi T-1. Namun, Sean Maloney, executive vice president of Intel's Communications group, menyatakan bahwa, baik Wi-Fi, WiMAX, WCDMA, maupun 3G, tak akan saling mematikan, melainkan di antara teknologi ini akan saling tumpang tindih.

PEMAIN UTAMA : Alvarion, ClearWire, Intel (INTC), Motorola, and Samsung.

 

6. VoIP

VoIP (V oice over Internet Protocol ) , sering juga disebut IP Telephony , adalah teknologi komunikasi suara yang menggunakan Internet Protocol (IP). IP sendiri merupakan suatu metoda atau protokol yang memungkinkan pengiriman data dari satu komputer ke komputer lainnya di Internet. Masing-masing komputer (biasanya disebut host ) yang berada di jaringan Internet memiliki satu alamat (IP) yang berupa satu identitas unik, yang membedakannya dari komputer-komputer lainnya di Internet.

Kalau Anda browsing di Internet, misalnya, sebenarnya Anda tengah mengirimkan suatu permintaan (data) ke suatu tujuan yang beralamat jelas (alamat IP), yang kemudian setelah bertemu dan cocok alamatnya, maka data yang diminta akan dikirim ke komputer Anda berupa halaman-halaman web. Dalam VoIP, yang dikomunikasikan bukan data, melainkan suara yang telah dipaket sebagai data, sehingga dapat dihantarkan melalui jaringan komunikasi data dengan memanfaatkan alamat IP yang unik itu.

Komunikasi suara tak terbatas hanya di Internet, melainkan juga dapat melalui jaringan intranet, LAN ( local area networks ) peribadi dan WAN ( wide area networks ). Selain itu, panggilan dapat dilakukan dari beragam pasangan perangkat, misalnya dari PC-ke-PC, dari PC-ke-Telepon, atau dari Telepon-ke-Telepon melalui penyedia layanan telepon Internet ( Internet Telephony Service Provider-ITSP ).

TREN: Menurut kajian terbaru Infonetics Research, jumlah organisasi yang menerapkan voice over wireless LANs (WLAN) akan melipat tiga dalam dua tahun ke depan, yakni dari sekitar 10% saat ini menjadi 31% tahun 2007. Ini terutama didorong oleh semakin tersedianya perangkat VoIP nirkabel dan infrastruktur nirkabel berkemampuan suara.

Ford Motor Co., misalnya, memutuskan untuk membangun jaringan 50.000 telepon VoIP, yang pengelolaannya diserahkan pada SBC Communication Inc. Ford memang tidak sendirian, karena sebelumnya Boeing telah juga membangunan jaringan 60.000 telepon VoIP. Padahal, sebagaimana diakui Brian Buffington, executive director, managed services, SBC Communication Inc ., penerapan terbesar yang mereka lakukan selama ini tak lebih dari 10.000 telepon per perusahaan. Bagi Ford, jaringan yang dibangunnya untuk menjangkau 110 kantornya. Meski, sebenarnya, Ford memiliki tak kurang dari 327.000 karyawan, baik lokal maupun mancanegara.

Sementara di Eropa, salah satu bank terbesar, Lloyds TSB, telah menginvestasikan proyek berjangka waktu 7 tahun untuk pembangunan dan pengelolaan jaringan broadband, di antaranya 70.000 sambungan telepon VoIP. Pembangunan VoIP, yang ditangani oleh IBM ini, diperkirakan berlangsung untuk waktu 20 bulan ke depan sejak akhir 2004. Proyek berbasis jaringan kabel serat optik ini ditenggarai merupakan proyek pembangunan VoIP terbesar di Eropa.

Berdasarkan penelitian Infonetics Research, pertumbuhan VoIP cukup tajam, yang ditandai dengan meningkatnya penjualan perangkat VoIP oleh para operator telekomunikasi, pada kuartal kedua tahun 2005.

Pendapatan naik 18% dari kuartal pertama tahun 2005 yang mencapai 614 juta dolar AS. Naik 55% dibandingkan kuartal yang sama tahun lalu, sehingga menurut perkiraaan Infonetics pada tahun 2008 mendatang akan mencapai 5,7 miliar dolar AS. Dari berbagai produk VoIP untuk perusahaan menunjukkan peningkatan yang relatif sama, kecuali softswitch class 4 dan media server . Sedang aplikasi softswitch class 5 menunjukkan peningkatan yang tajam, dimana pendapatan dari keseluruhan penjualan softswitch mencapai 247 juta dolar AS, atau 15% di atas kuartal pertama.

Amerika Utara dan Eropa merupakan dua kawasan dengan pertumbuhan cukup tinggi, yakni mencapai 40% hingga 2008. Pasar residensial dan SOHO ( small office home office ) juga cukup besar perkembangannya. Di Amerika Utara meningkat dari 1,1 juta tahun 2004 dan menjadi 24,3 juta pelanggan tahun 2008. Sedang di Eropa akan meningkat 6 juta pelanggan setiap tahunnya dari tahun 2006 hingga 2008, sehingga dari 2,2 juta pelanggan tahun 2004 menjadi 27,8 juta tahun 2008.

PEMAIN UTAMA : America Online, Yahoo Dan MSN (Microsoft), Skype Technologies SA (eBay), Vonage.

 

7. MOBILE TV

MOBILE TV merupakan perpaduan antara telepon bergerak dan siaran TV, sehingga memungkinkan Anda menonton acara TV di perangkat bergerak, misalnya PDA phone atau smartphone Anda. Keduanya, baik ponsel maupun TV, merupakan dua teknologi yang sangat berpengaruh dalam kehidupan umat manusia di era elektronik digital dewasa ini. Ke depan keduanya akan menyatu dan menyediakan layanan TV bergerak, yang diperkirakan akan sangat diminati banyak orang.

Dengan Mobile TV artinya Anda dapat menyaksikan acara konser bintang pujaan Anda atau pertandingan bola piala dunia favorit Anda langsung dari smartphone atau perangkat bergerak lainnya dengan mudah dan murah. Saat ini, Mobile TV telah datang dan siap membuat debutan yang sangat potensial nilai bisnisnya.

Selain negara-negara Eropa dan Amerika, di Asia, Jepang dan Korea, merupakan dua negara yang akan segera meluncurkan Mobile TV ini. Sementara Samsung dan Nokia, telah pula menyediakan beragam handset untuk keperluan itu, dan masih banyak lagi perusahaan yang akan meluncurkan ponsel berkemampuan Mobile TV. Jika layanannya dikemas dengan menarik dan diberi harga yang tepat, maka tahun 2009 mendatang diperkirakan akan ada sekitar 270 juta pelanggan mobile TV ini.

Saat ini, setidaknya berkembang dua standar yang bakal banyak dianut, yakni DVB-H ( Digital Video Broadcasting for Handhelds ) dan DMB ( Digital Mobile Broadcast ). DVB-H telah diujicoba di Berlin; Helsinki, Finland; Oxford, Inggris; dan Pittsburgh, serta sejumlah negara Eropa lainnya. Sedang DMB merupakan standar yang dianut Korea Selatan. Sementara, Qualcomm yang dikenal sebagi pembuat handset nirkabel dan chip , mengembangkan teknologi MediaFlo, yang mencakup jaringan end-to-end menggunakan transmitter dan receiver nirkabel baru. Dengan begitu operator mobile dapat menyediakan 15-20 kanal TV sekualitas penyiaran. Layanan ini diperkirakan akan mulai dikomersialkan tahun 2006 mendatang.

Perkembangan ini akan mendapatkan momentum sejalan dengan berkembangnya layanan 3G atau W-CDMA secara luas dan didukung tersedianya ponsel 3G yang berkemampuan lebih besar dalam multimedia, termasuk mobile TV. Namun, perlu juga kesiapan kalangan operator dalam penyediaan kapasitas sebagai antisipasi terjadinya ledakan permintaan pengguna.

TREN : Layanan mobile television dan digital video content akan segera diperkenalkan oleh operator di seluruh dunia. Saat ini, baik ponsel berkemampuan multimedia atau mobile TV sudah tersedia, sedang layanan TV merupakan sesuatu yang sudah tersedia dan sangat digemari. Jadi, dengan adanya mobile TV, pemirsa TV tak lagi dibatasi oleh tempat, melainkan dapat menontonnya di mana dan kapan saja, dalam diam maupun bergerak. Layanan ini diperkirakan akan semakin mendorong kerjasama antara para operator dengan penyedia konten digital, yang jenisnya bisa sangat beragam, dari yang pendek hingga panjang, termasuk tayangan iklan.

Perkembangannya boleh dibilang sangat pesat, dari yang kurang dari satu juta di seluruh dunia saat ini, akan meningkat menjadi 250 juta tahun 2010 mendatang ( ABI Research ). Nilai bisnisnya pun akan meningkat drastis dari sekitar US$200 juta saat ini akan menjadi US$27 miliar hingga akhir dekade ini. Hanya saja, penghasilannya akan lebih menyebar, karena akan lebih banyak orang atau perusahaan yang terlibat.

Meski potensinya sangat besar, namun selain ketersediaan dukungan kapasitas dan aneka ragam layanan, masalah harga dan kemasan harus juga menjadi perhatian sungguh-sungguh. Kalau harganya terlalu tinggi dan kemasannya kurang menarik, mobile TV tak akan berkembang cepat. Perkiraan yang ada saat ini, layanan tersebut dapat diperoleh dengan harga sekitar US$10 atau sekitar Rp. 100 ribu per bulan.

Bagi operator, pilihan penyampaian layanannya bisa mengandalkan jaringan yang ada, yang telah ditingkatkan menjadi layanan 3G, WCDMA atau menggunakan teknologi broadcasting , seperti DVB-H, DMB dan MediaFLO ( forward link only ).

PEMAIN UTAMA: Ericsson, LG Electronics, Lucent, Nokia, NTT DoCoMo, Qualcomm, Samsung , SK Telecom, T-Mobile, dan Vodafone.

 

8. DRM

DRM ( Digital Rights Management ) setidaknya telah memunculkan pertarungan yang tampaknya akan berdampak besar terhadap berbagai model bisnis musik online dunia. Pembeli musik online , misalnya, semakin menuntut fleksibilitas yang semakin besar untuk memainkan musiknya di berbagai perangkat portabel kesukaannya. Meski penggunaan DRM tak hanya terfokus pada musik, melainkan juga mencakup berbagai konten digital lainnya, termasuk korporat, yang memang harus dilindungi hak-hak kepemilikannya, sehingga ketika dikomersialkan, juga berarti terkait dengan hak-hak pendistribusian dan penggunaannya.

Teknologi media digital juga membuka peluang untuk mendistribusikan konten secara online , tidak lagi mengandalkan medium fisik, seperti halnya CD maupun DVD. Kini, Anda menjumpai berbagai pilihan konten digital, baik musik maupun film melalui Internet, misalnya melalui situs web iTunes, Napster 2.0, RealNetworks, Rhapsody, MusicMatch, Soundbuzz dan berbagai situs lainnya.

Namun, digitalisasi konten ini tak urung membuatnya seperti pisau bermata dua. Di balik kemudahan, muncul peluang penggandaan dan pendistribusian konten secara ilegal. Pengalaman ini mendorong munculnya Digital Rights Management (DRM). Teknologi itu, kini, sudah digunakan secara luas, baik oleh penyedia musik online yang menjalankan model bisnis pay-per-download maupun berbasis langganan, termasuk kalangan korporat.

Teknologi DRM lain yang juga bersifat proprietary adalah Helix yang dirilis RealNetworks. Teknologi ini sudah terkemas dalam software Real Player yang sudah digunakan jutaan PC di seluruh dunia. Belakangan, Real Networks mengintegrasikan teknologi ini dengan teknologi DRM yang dikembangkan oleh Open Mobile Alliance, yaitu OMA DRM 2.0. Dengan begitu, pilihan perangkat portabel yang memungkinkan untuk menikmati konten digital yang dikemas dalam Helix pun semakin luas, menjangkau perangkat mobile lainnya, seperti ponsel maupun PDA.

DRM juga sangat potensial digunakan sebagai solusi korporat. Sektor jasa keuangan, manufaktur teknologi-tinggi dan pemerintahan diharapkan akan menjadi pengguna solusi DRM korporat. DRM ini akan memfasilitasi penghantaran dokumen-dokumen penting, misalnya daftar harga, dokumen SDM atau engineering blueprints secara aman, baik di dalam atau di luar firewall .

Microsoft, termasuk salah satu yang sangat antusias mengembangkan DRM, seperti terlihat dari investasinya yang lebih dari US$250 juta dalam upayanya membangun DRM generasi baru yang akan mampu melindungi berbagai konten digital, baik personal maupun komersial.

TREN : JupiterResearch, dalam hasil kajiannya belum lama ini, mengungkapkan bahwa solusi DRM untuk korporat ini, salah satunya, sangat potensial digunakan untuk mengamankan berbagai dokumen korporat yang sangat penting, misalnya dokumen digital, e-mail, halaman web html, dan lain sebagainya. Peluang pasarnya, khususnya solusi DRM korporat ini di Amerika, menurut JupiterResearch akan meningkat dari sekitar US$36 juta tahun 2003 menjadi US$274 juta tahun 2008. Sedang di kawasan Eropa Barat, nilai pasanya diperkirakan akan mencapai US$10 miliar pada 2007.

PEMAIN UTAMA : Microsoft, RealNetworks, Macrovision. Untuk hal-hal khusus, ada IBM, Intertrust, Sony, Philips dan Contentguard.

 

9. Ultra-Wideband

UWB (ULTRA-WIDEBAND). Murah, hemat energi, berbandwidth super gede (480 Mbps), daya sinyal rendah, dan kecepatan transmisi data 45 kali kecepatan Wi-Fi, Ultra-Wideband disebut-sebut bakal menggantikan semua teknologi komunikasi nirkabel antar piranti berbasis TI dengan consumer electronics (CE) , termasuk Bluetooth.

Kenyamanan komunikasi nirkabel itu diharapkan bisa didapatkan pada perangkat CE, dimana PC, pemutar/perekam MP3, kamera dan camcorder digital , HDTV, set-top-box (STB), gaming system , PDA dan ponsel dapat terhubung satu sama lain, sehingga membentuk suatu wireless personal area network (WPAN).

Saat ini, pilihan koneksi nirkabel terbatas pada Bluetooth dan belakangan WiFi (802.11b/g). Keduanya tidak dioptimalkan untuk penggunaan multiple high-bandwidth seperti tuntutan CE masa kini. Sekalipun dengan WiFi Anda bisa mendapatkan kapasitas bandwidth 54 Mbps, namun tak memadai digunakan pada aplikasi CE, baik dari konsumsi daya maupun bandwidth nya.

Karenanya, diperlukan teknologi nirkabel yang mendukung beberapa high-data-rate streaming sekaligus, hemat energi, murah dan dapat dikemas dalam bentuk produk yang kecil, seperti PDA atau ponsel. Itu bisa dijawab oleh teknologi ultra-wideband (UWB), yang kini terus dikembangkan agar lebih siap dan segera masuk pasar.

Berbeda dengan teknologi nirkabel yang memanfaatkan narrowband RF dan spread-spectrum (SS) seperti Bluetooth dan 802.11a/b/g, UWB memanfaatkan pita frekuensi yang sangat lebar (3.1GHz sampai 10.6GHz) untuk mentransmisikan data. Karenanya, untuk periode waktu yang sama, UWB sanggup menyalurkan data hingga 480 Mbps (jarak 1 meter) dan 110 Mbps (10 meter).

Standar UWB sendiri memang belum ada. Namun, Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE) telah membentuk gugus tugas 802.15.3a untuk menetapkan standar UWB dengan bandwidth 480 Mbps. Saat ini, lembaga yang juga mengeluarkan standar teknologi WiFi 802.11xx, tengah menimbang-nimbang dua proposal yang akan menjadi acuan standar UWB untuk komersial. Pertama, UWB berbasis teknologi multi-band orthogonal frequency division multiplexing (OFDM), yang diajukan aliansi industri MultiBand OFDM Alliance (MBOA) yang didukung Intel, Texas Instrument (TI), Philips, Samsung, Sony, HP dan banyak lagi. Kedua, UWB berbasis teknologi direct sequence code division multiple access (DS-CDMA), yang disponsori Motorola.

Sekalipun standarnya belum ditetapkan, sudah ada vendor yang merilis chipset untuk aplikasi UWB. Bahkan, chipset ini sudah mendapat sertifikasi dari FCC. Freescale Semiconductors Inc., yang awal tahun lalu hengkang dari aliansi standar UWB bentukan Motorola, Agustus lalu merilis chipset UWB XS110 ke para vendor periferal. Generasi pertama chipset yang dirilis Freescale ini memiliki throughput antara 100 sampai 110 Mbps.

Namun, perusahaan ini sudah mengambil ancang-ancang untuk merilis chipset UWB yang sanggup menyediakan kapasitas sampai 220 Mbps. Tahun depan, Freescale cukup optimis bisa merilis chipset UWB berkapasitas 480 Mbps, bahkan 1Gbps. Prototipe UWB untuk telepon seluler, high-definition television , laptop dan wireless access point diperkirakan akan tersedia secara komersial akhir tahun ini.

Aplikasi UWB

•  Menggantikan peran kabel IEEE 1394 dengan sambungan nirkabel pada perangkat portabel, seperti camcorder , kamera digital dan MP3 player.

•  Memungkinkan konektivitas wireless USB kecepatan tinggi antar PC dengan periferalnya, seperti printer, scanner dan external storage .

•  Menggantikan peran kabel pada perangkat generasi mendatang, seperti ponsel 3G dan piranti PC/CE/mobile berbasis IP.

•  Membuat konektivitas nirkabel ad-hoc dengan bit rate tinggi untuk perangkat CE, PC dan mobile .

TREN: UWB diposisikan untuk pasar WPAN berkecepatan tinggi. Namun, kalangan industri tak menutup kemungkinan menerapkan UWB untuk aplikasi enterprise. Pasalnya, para vendor PC memandang UWB sebagai enabler untuk wireless USB dan wireless 1394 . MBOA pun sudah mendapat persetujuan menjalankan protokol IEEE 1394 dan protokol USB melalui link UWB. Hal ini mendorong penggunaan UWB untuk menghubungkan PC dengan perangkat periferal seperti printer, hard-drive dan DVD.

Sekalipun UWB bisa memenuhi kebutuhan enterprise, kalangan industri menilai bahwa UWB tidak akan menggantikan WiFi 802.11. Alih-alih, UWB akan meningkatkan arsitektur 802.11 di kalangan perusahaan, dengan memungkinkan aplikasi seperti video streaming dan real-time collaboration . Artinya, aplikasi yang boros bandwidth , namun tidak membutuhkan mobilitas yang tinggi, cukup disediakan melalui UWB, bukan WiFi.

Pasar, UWB sangat menggiurkan. Seperti dilaporkan In-Stat/MDR, dalam empat tahun mendatang nilai pasar home-networking akan mencapai 17,1 miliar dolar AS. Sementara pasar multimedia home networking , dimana UWB sangat berpotensi berperan, akan mencapai 5,7 miliar dolar AS pada 2008. Namun, untuk memperebutkan pasar ini bukan perkara mudah. Pasalnya, UWB harus bersaing dengan teknologi lain yang sudah lebih dulu mapan, misalnya Ethernet, 802.11x dan 1394 (FireWire).

PEMAIN UTAMA: Intel, Texas Instrument (TI), Philips, Samsung, Sony, HP.

 

10. E-PASSPORT

E-PASSPORT merupakan revolusi dalam penanganan paspor yang ada selama ini dan menggantikannya dengan paspor elektronik, salah satunya dengan menggunakan RFID tag ( Radio Frequency Identification ). Dengan RFID bukan saja prosesnya menjadi lebih cepat, karena semua data personal yang dibutuhkan pada suatu paspor telah tersedia di paspor dalam bentuk data digital, juga pada saat yang sama meningkatkan aspek keamanan, karena tak mudah dipalsukan.

Disamping itu, penerapan e-passport ini harus juga, nantinya, terdukung dengan data mereka-mereka yang sering bepergian menggunakan pesawat terbang yang menurut ICAO berjumlah sekitar satu miliar orang. Data itu diperkirakan baru selesai dihimpun pada tahun 2015 mendatang. Dengan begitu, nantinya, data tersebut akan dapat diakses oleh semua bandara internasional di mana saja, sehingga penerapan e-passport akan semakin efektif.

TREN : Penggunaan E-Passport akan juga terkait dengan digitalisasi sistem yang lebih luas, antara lain paperless ticketing dan pengelolaan berbasis elektronik di bandara dan sistem bisnis perjalanan dan penerbangan dunia. Perkembangan e-passport dan paperless ticketing ini akan merevolusi penanganan bandara, karena ia juga menyangkut tersedianya perangkat dan sistem pengenal dan keamanan bandara sebagai konksuensi perubahan itu.

Oktober tahun ini, pemerintah Swedia sudah mulai mengeluarkan e-Passport berbasis RFID tag ini. Paspor elektronik ini dapat diperoleh di sekitar 270 kantor polisi di seantero Swedia yang didukung oleh sekitar 320 mesin pembaca. Swedia mengambil strategi memusatkan semua data pengambilan paspor ini demi keamanan dan kemudahan dalam pengelolaannya. Tahun depan, pemerintah Swedia memperkirakan akan mengeluarkan sekitar 500.000 e-passport , yang sekaligus juga sebagai ID card dan beroperasi pada frekuensi 13.56 MHz.

Sementara negara adidaya, Amerika, baru pada Oktober 2006 semua paspor Amerika yang dikeluarkan oleh Kedutaan dan Konsulat Amerika sudah akan memiliki RFID tag. Inggris diperkirakan juga akan mengeluarkan E-Passport pada pertengahan tahun 2006 mendatang. Dan pembaruan paspor-paspor lama akan dimulai tahun 2007. Belgia diharapkan sudah menyelesaikan ujicoba e-passport nya akhir tahun ini dan secara resmi menerapkannya pertengahan tahun 2006.

Di Amerika, Chip yang digunakan di e-Passport harus memenuhi spesifikasi ISO 14443 RFID dan International Civil Aviation Organization (ICAO), serta memiliki konten yang sama dengan paspor konvensional, seperti nama, kebangsaan, gender, tanggal kelahiran dan foto digital. Dengan memori sebesar 64 kilobyte, sehingga memungkinkan dapat ditambahkan data lainnya atau indikator biometrik, misalnya sidik jari dan sebagainya.

Di Asia, Singapore Changi Airport telah mulai melakukan ujicoba sistem berbasis biometrik bernama Fully Automated Seamless Travel (FAST) yang mempercepat proses check-in dan keimigrasian, termasuk tentunya penggunaan e-Passport. Ujicoba yang dilakukan oleh Civil Aviation Authority of Singapore (CAAS), Singapore Airlines (SIA) dan the Immigration and Checkpoints Authority (ICA) akan berlangsung selama enam bulan.

Dengan semakin banyaknya negara-negara maju yang menerapkan e-Passport ini, maka secara luas akan memberikan konsekuensi bagi negara-negara lain untuk menerapkan paspor yang sama, termasuk Indonesia . Dengan begitu, tahun 2006 mendatang ini akan menjadi awal diterapkannya e-Passport secara luas di seluruh dunia dan sekaligus merevolusi cara-cara penanganannya, baik dalam lingkungan bisnis maupun operasionalisasinya di bandara-bandara.

PEMAIN UTAMA : 3M, American Banknote, Atmel, Axalto, DeLaRue, Giesecke & Devrient, IBM, Philips, STMicroelectronics dan Thales.

© 2003 - 2005 eBizzAsia. All rights reserved.