Jejaring (networking) memainkan peran yang semakin signifikan seiring meningkatnya kebutuhan aplikasi berbasis jaringan ( network-centric application ) di dalam perusahaan. Sempat diyakini bahwa bahwa masa depan ada pada solusi jejaring nirkabel ( wireless ). Namun, fakta riset Gartner memperlihatkan bahwa 70% kebutuhan jejaring perusahaan masih ditopang oleh solusi jaringan tetap ( fixed ), sementara 30% merupakan jaringan bergerak ( mobile ). Jejaring sendiri merupakan isu yang terus tumbuh berkembang, membuat operasi bisnis perusahaan semakin 'maya' dengan nilai bisnis yang semakin strategis.
Jejaring, saat ini, hadir dari dua pendekatan yaitu jaringan bergerak dan tetap yang semakin konvergen. Solusi bergerak hadir menambah kompleksitas. Konvergensi jaringan tetap dan bergerak (FMC - Fixed-Mobile Convergence ) melalui mobilisasi aplikasi menambah kemungkinan solusi, namun tetap tidak mengurangi kompleksitas. Konvergensi mengakibatkan perubahan platform , paling tidak di empat area utama yang akan mewarnai pertimbangan investasi jejaring ke depan.
Pertama , konvergensi layanan suara melalui VoIP atau IP telephony yang menggantikan PBX lama. Aplikasi suara semakin menyatu dengan proses bisnis lain dalam perusahaan, seperti pada aplikasi contact center dan unified messaging . Kedua , konvergensi layanan Video over IP. Seperti juga layanan suara, Video over IP bukanlah aplikasi tunggal, tetapi sebuah keluarga aplikasi meliputi room-to-room video conferencing dan aplikasi kolaborasi seperti Microsoft Netmeeting, webcasting, e-learning dan security camera pada jaringan. Aplikasi-aplikasi ini akan hadir bersama layanan suara dan semua aplikasi ini menyedot kebutuhan bandwidth .
Pemicu ketiga adalah kelompok aplikasi machine-to-machine . Beberapa digunakan di industri vertikal tertentu misalnya di manufaktur, terdapat kebutuhan untuk membentuk koneksi sensor dan controller ke jaringan LAN yang dipadukan dengan kamera. Contoh lain adalah perangkat uji dan instrumen medikal juga akan terhubung ke jaringan LAN. Pada aplikasi horisontal meliputi juga sistem sekuriti dan kontrol lingkungan. Konvergensi keempat adalah fenomena FMC yang lebih dipicu oleh operator dan bukan oleh pengguna. Isunya lebih pada penurunan biaya sewa kepada operator.
Menyangkut masa depan jaringan tetap dan konvergensinya dengan solusi bergerak, berikut akan dibahas apakah yang membentuk bangunan dasar dari jaringan LAN dan WAN. Bagaimana konvergensi fixed, mobile , data dan suara akan terjadi di perusahaan. Kemudian, kapabilitas baru apa yang dibutuhkan jejaring enterprise.
Konvergensi LAN : All about Ethernet
Hal menarik yang terjadi pada jaringan LAN adalah hampir semua aplikasi sepakat untuk mengadop teknologi yang paling sederhana dan standar yaitu Ethernet, meninggalkan standar ATM dan Token Ring. LAN Etnernet perlu ditingkatkan kemampuannya agar mampu menyalurkan suara yang butuh fitur redudansi dan catuan daya emergency pada sistem instalasinya. Hal ini disolusikan dengan menggunakan Power over Ethernet (PoE) - standard IEEE 802.3af. PoE dapat menjadi sebuah tantangan untuk jaringan fisik, karena mengonsumsi daya lebih besar dan disipasi panas pada sistem perkabelan dibanding Ethernet dasar. Proteksi Class of Service untuk trafik suara juga diperlukan, namun harus cukup sederhana; biasanya menganut dua kelas saja (satu untuk suara, satu untuk data).
Solusi Fast Ethernet akan punya kapasitas memadai untuk aplikasi PC perkantoran ke depan, namun pengguna perangkat kelas workstation akan menikmati manfaat dari Gigabit Ethernet. LAN backbone akan mengalami peningkatan kapasitas luar biasa dengan biaya yang semakin murah. Sementara penggelaran wireless LAN (WLAN) akan memberi manfaat mobilitas, meskipun TCO-nya lebih tinggi dari sistem kabel dan akan memicu tidak hanya PoE, namun juga sistem autentikasi dan sekuriti yang biasanya mudah diterapkan pada jaringan LAN melalui kabel.
Menghadapi cepatnya perubahan teknologi perlu dihindari godaan untuk membeli produk LAN yang lebih mahal karena fitur lebih yang dimiliki tidak diperlukan dalam jangka pendek. Lebih mudah dan murah untuk meng- upgrade kelak pada saat fitur itu dibutuhkan.
Konvergensi WAN: Menuju Broadband dan IP
Di sisi kebutuhan akses, ke depan, sebagian besar akan terjadi migrasi dari sirkit sewa ke teknologi broadband . Lokasi-lokasi kantor besar umumnya akan memanfaatkan akses Ethernet, namun cakupannya terbatas dan biayanya akan meningkat jika menjangkau di luar area layanan operator. Layanan xDSL akan mendominasi konektivitas pada lokasi kantor yang lebih kecil. SDSL biasanya lebih disukai karena aktivitas seperti suara dan video conferencing membutuhkan bandwidth simetris.
Tingkat kualitas layanan SDSL-pun cukup tinggi. namun cakupannya terbatas. ADSL sebagai perbandingan, cakupannya lebih luas dan dipadukan dengan layanan akses internet. Sementara kualitas layanan ADSL secara umum masih di bawah kualitas sirkit sewa. Namun, jika dikoneksikan ke jaringan IP MPLS kualitasnya dapat mendekati sirkit sewa.
Wireless Broadband access (WiMAX) untuk tiga tahun mendatang pasarnya diperkirakan masih terbatas, dan diposisikan sebagai pengisi atau pengganti xDSL di area metropolitan. Ke depan, jika tersedia fokus solusi akses disarankan pada xDSL dan Optical Ethernet, yang kemudian diintegrasikan dalam satu sistem kendali jaringan. Tren biaya akses ke depan akan lebih didasari pada kualitas dan availability dan bukan lagi berbasis zone atau jarak.
Di sisi Backbone sudah semakin sulit untuk mempertahankan layanan ATM atau Frame Relay, karena dukungan vendor yang semakin terbatas. Evolusi menuju platform VPN-IP MPLS dan optical Ethernet semakin mantap dan matang. Untuk memperoleh solusi yang menjawab kebutuhan perlu dilakukan pengelompokan lokasi kantor ke dalam sejumlah kategori yang berbasis kebutuhan bandwidth dan availability; kemudian kebutuhan dipetakan ke dalam portofolio layanan IP dan Ethernet.
Munculnya Hype Fixed-Mobile Convergence
Industri jaringan tetap memiliki tujuan memadukan suara, data dan video dalam satu jaringan. Kemudian hadir sistem nirkabel melengkapi solusi. Bagaimana perpaduan solusi kabel, nirkabel, suara, dan data melangkah maju dalam aplikasi perusahaan? Tidak ada satu pemahaman tunggal tentang fenomena FMC. Vendor piranti keras dan lunak menyasar para operator untuk memandang FMC sebagai potensi untuk meningkatkan pendapatan, percepatan upgrade IP, dan pengadaan layanan baru dengan kapabilitas terintegrasi. Sementara operator melihat FMC sebagai peluang mereduksi biaya, sehingga dapat menekan churn pelanggan. Justru yang paling jarang disebut dari paradigma FMC adalah sudut pandang pelanggan, baik konsumer maupun bisnis. Saat ini user belum melihat manfaat selain reduksi biaya. Ketika diposisikan dengan baik, FMC semestinya dapat menekan biaya panggilan dan memperkuat paket bundling dengan tarif flat .
Ada perbedaan signifikan antara bundling dan konvergen. Hal ini dapat dijelaskan dalam tiga rantai nilai vertikal layanan telekomunikasi yaitu akses, network , dan konten/media. Bundling adalah ketika sebuah penyedia layanan menawarkan berbagai layanan dalam satu dari rantai nilai vertikal ini. Sebagai contoh suatu operator menawarkan ADSL, Wi-Fi, dan selular dalam satu kontrak. Ada sedikit atau malahan tanpa integrasi fungsional, tetapi ada manfaat ekonomis dalam pengadaannya. Konvergen adalah ketika suatu operator menawarkan layanan yang terintegrasi di seluruh rantai nilai vertikal seperti voice mail , atau sistem direktori yang menyatu dengan berlangganan VoIP dan selular. Bundling dan konvergen menawarkan peluang bagi perusahaan untuk menghemat. Meskipun ada juga risikonya. Hanya sedikit operator yang mampu menawarkan 'best-in-class' untuk semua layanan terpadu dan bundling . Risiko lain, bundling dan konvergen bisa menggiring pelanggan berlangganan layanan yang tidak diperlukan.
Pertarungan antara FMC dan FMS (Fixed-Mobile Substitution)
Introduksi teknologi nirkabel untuk mobilisasi aplikasi, seperti otomasi petugas lapangan dan dukungan bagi pekerja yang mobile, memunculkan isu kapan nirkabel akan mengganti kabel sepenuhnya. Namun, dapat diprediksi bahwa solusi kabel dan nirkabel akan terus hadir berdampingan paling tidak dalam lima tahun ke depan. Solusi kabel saat ini lebih cocok untuk layanan data kecepatan tinggi yang aman dan handal. Dalam lima tahun mendatang akan bermunculan berbagai solusi broadband nirkabel.
Tetapi, seperti juga solusi kabel, nirkabel tetap akan ada keterbatasan kapabilitas. Sehingga suatu substitusi fixed-to-mobile nampaknya tidak akan terjadi, khususnya bagi pelanggan bisnis. Beberapa layanan, seperti suara akan migrasi ke mobile , apalagi dengan tarif yang terus menurun. Namun, untuk mobile data belum mampu menyaingi layanan jaringan tetap dari aspek kecepatan, latency , dan biaya.
Fixed-Mobile Convergence |
Fixed-Mobile Substitution |
Dipicu oleh operator fixed sebagai strategi bertahan menghadapi mobile
Keuntungan harga untuk layanan fixed-data akan tetap signifikan
Dipicu oleh operator fixed dan mobile sebagai diferensiasi
High speed data akan disalurkan dengan QoS pada biaya yang lebih rendah dari mobile |
Dipicu oleh operator mobile murni
Tarif premium percakapan mobile semakin hilang dan selanjutnya akan disubstitusi
Layanan mobile broadband data mulai dapat disalurkan pada 2006/2007
Masalah latency dan QoS untuk mobile belum akan membaik sebelum 2008/2009 |
Dari tabel perbandingan di atas, diperkirakan solusi mobile belum akan menggantikan layanan fixed high-speed data dalam waktu lima tahun mendatang. Diyakini yang akan terjadi adalah komplemen, dimana teknologi jaringan bergerak merupakan pemicu utama dari perubahan proses bisnis dalam perusahaan secara signifikan.
Kapabilitas Baru pada Jejaring Enterprise
Mengantisipasi kompleksitas aplikasi jejaring perusahaan era konvergensi, beberapa kapabilitas baru akan sangat mewarnai solusi ke depan.
Meningkatnya Peran LAN dalam Network Security
Peran Network Security bukan hanya masalah firewalls terhadap internet. Ancaman terus meningkat justru dari malware yang dihasilkan dari pengguna internal. Demikian pula resiko pengguna tanpa hak terhadap informasi tertentu. Network Access Control pada jaringan LAN haruslah merupakan solusi proaktif. Pengguna tidak diijinkan masuk ke jaringan, kecuali sudah diautensikasi dan mesinnya dipindai untuk patuh pada kebijakan security .
Kemampuan Jejaring berbasis Aplikasi
Jaringan perusahaan akan semakin kaya layanan dengan pengguna yang aktif. Tantangan terbesar adalah bagaimana menyediakan layanan sesuai dengan tingkat kualitas yang dibutuhkan dari jenis aplikasi, konten, kelas pengguna, jenis koneksi, dan transaksinya.
Kapabilitas Integrasi Aplikasi dan perangkat
Keragaman jenis perangkat dan aplikasi menuntut kapabilitas layanan yang mampu mengintegrasikan, agar tercapai kemampuman pertukaran yang maksimum antara perangkat lama dan perangkat baru, antara aplikasi lama dengan aplikasi baru. Standar XML akan menjadi basis integrasi untuk berbagai aplikasi, seperti integrasi perangkat security , router, dan message broker.
Sementara, bagi pelanggan, sejauh manfaat tersedia pada kualitas yang memadai dan biaya (TCO) yang kompetitif, maka solusi apapun, termasuk konvergensi jaringan tetap dan bergerak, akan diterima dan terus tumbuh. Namun, setiap perusahaan punya kebutuhannya masing-masing, sehingga akan tetap berlaku prinsip ' One Size Does Not Fit All '.
Indra M. Utoyo, Praktisi Telekomunikasi & Infrastruktur
|