Volume IV No 32 - Januari-Februari 2006
 

Pembelian Notebook oleh Karyawan

 

Pada tahun 2008, diperkirakan 10 persen perusahaan dunia akan mendorong pembelian notebook oleh karyawan, bukan lagi oleh perusahaan. Pada saat yang sama, smartphone dianggap sebagai pengganti notebook, karena lebih mudah dibawa-bawa dan kemampuannya pun terus meningkat.

Gartner memperkirakan bahwa ke depan akan semakin banyak perusahaan yang mendorong pembelian komputer notebook oleh karyawan, bukan lagi oleh perusahaan. Selama ini, notebook milik perusahaan dianggap lebih banyak digunakan untuk keperluan personal, misalnya menerima dan mengirim e-mail, membuat laporan, menyiapkan bahan presentasi bisnis, mendengarkan musik atau menonton video. Juga, mengakses Internet dan intranet perusahaan, khususnya ketika sedang berada di luar kantor atau luar kota.

Dorongan untuk pembelian notebook itu sejalan dengan semakin murahnya harga komputer notebook , sehingga dukungan perusahaan dapat diberikan dalam bentuk pinjaman lunak, sebagaimana pinjaman pembelian kendaraan. Dengan begitu, perusahaan akan semakin bisa lebih berkonsentasi pada pengembangan berbagai inisiatif penerapan TI untuk berbagai aplikasi perusahaan yang kritikal, sambil mengurangi biaya operasional. Menurut Gartner, dalam dua tahun ke depan, atau tahun 2008, akan ada sekitar 10 persen perusahaan dunia yang mengalihkan pembelian notebook -nya ke karyawan.

Opsi itu juga diperkirakan akan memberikan keuntungan bagi karyawan, karena mereka diberi kesempatan memiliki notebook sendiri, sehingga penggunaannya lebih terbuka. Bukankah selama ini pun, ketika karyawan tengah berada di luar kantor, tidak semua penggunaan notebook dilakukan untuk mengerjakan berbagai pekerjaan perusahaan? Karenanya, pengalihan ini akan mendorong optimalisasi pemanfaatan notebook bagi berbagai kegiatan karyawan, yang tidak secara langsung terkait dengan operasional bisnis perusahaan.

Namun, selain perkembangan pembelian notebook untuk karyawan ini, smartphone kini banyak menjadi pilihan para pekerja bergerak. Terutama, selain karena smartphone dapat melakukan berbagai kegiatan yang biasa dilakukan di notebook , juga merupakan perangkat bergerak untuk kegiatan komunikasi, baik suara maupun data.

“Yang membuat smartphone jauh lebih baik dibandingkan komputer atau notebook adalah bahwa ia merupakan perangkat yang paling sering dibawa penggunanya, selalu tersedia dan selalu siap digunakan kapan saja diinginkan,” ujar Jeff Hackett, pimpinan firma hukum di Baltimore, Amerika Serikat, yang baru saja mengganti notebook 80 pengacaranya dengan smartphone Treo 600.

Harus diakui bahwa smartphone lebih sering dibawa ke mana saja ketimbang notebook. Kenyataan itu sejalan dengan kebutuhan perusahaan untuk mendapatkan data dan informasi yang senantiasa terbarui, sehingga memudahkan dalam pengambilan berbagai keputusan strategis. Kecenderungan perusahaan untuk mengalihkan pembelian notebook dari perusahaan ke karyawan, mungkin juga akan berkembang menjadi pembelian smartphone oleh karyawan melalui dana pinjaman perusahaan.

Kemampuan smartphone dan handheld cukup lengkap , antara lain dapat mengirim dan menerima e-mail, bahkan dengan attachment- nya . Juga memiliki dukungan aplikasi Word, Excel, dan PowerPoint, serta dapat digunakan untuk presentasi bisnis melalui pemanfaatan proyektor LCD, berselancar di Web, membuat pesan suara, mengambil foto, dan bahkan berfungsi sebagai perangkat pembaca elektronik ( e-reader ) untuk membaca buku-buku elektronik ( e-books ). Juga dapat memainkan klip musik dan video, menggunakan fasilitas kalender, alarms , dan contact programs untuk pengelolaan waktu para penggunanya. Umumnya, smartphone kini sudah dilengkapi dengan berbagai fitur canggih, dan dukungan lainnya, misalnya Wi-Fi, inframerah dan Bluetooth.

Meski smartphone jumlahnya masih relatif kecil, namun pertumbuhannya sangat pesat. Berdasarkan penelitian Strategy Analytics, pada 2004 penjualan smartphone mencapai 17,5 juta unit, yang berarti hanya 3% dari total penjualan ponsel dunia yang mencapai 684 juta unit. Namun jumlah itu cukup besar, terutama jika dibandingkan dengan 8,2 juta unit yang terjual pada 2003. Permintaannya akan terus meningkat, dimana tahun 2009 diperkirakan akan mencapai 250 juta, atau 24% dari total penjualan ponsel dunia, yang diperkirakan Gartner mencapai lebih dari 1 miliar unit. Sementara, di akhir 2009 itu pula tak kurang dari 2,6 miliar unit mobile phone digunakan di seluruh dunia.

Diperkirakan, penggunaan notebook akan mulai tersaingi oleh meningkatnya penggunaan smartphone, yang memang memiliki fitur yang cukup lengkap. Hal itu juga seiring dengan beralihnya pembelian notebook perusahaan menjadi pembelian oleh karyawan. Bagi karyawan, kepemilikan smartphone mungkin lebih menarik, karena fungsionalisasinya dapat menyaingi notebook dan sekaligus sebagai perangkat komunikasi bergerak yang lebih sering dibawa-bawa dan digunakan.

Tabel 1: Perbandingan penjualan Smartphone dan Notebook

Tahun

Notebook

Mobile Phone

Smartphone

2004

47.000.000

684.000.000

17.500.000

2009

114.600.000

1.041.520.000

250.000.000

Diolah dari berbagai sumber, IDC dan Strategy Analytics

i Indonesia, perusahaan-perusahaan besar, seperti peminyakan, pemasaran dan lain sebagainya memang masih memfasilitasi keperluan notebook bagi karyawannya, namun tidak dengan membeli, melainkan umumnya melalui skema sewa pakai ( outsource ). Untuk keperluan akses email, intranet dan komunikasi data lainnya, penggunaan smartphone sudah banyak dilakukan, baik melalui layanan Blackberry, Ventus email maupun lainnya. Namun, notebook maih cukup banyak digunakan, terutama dalam menunjang mobilitas para pekerja bergerak. Ke depan ini, diperkirakan smartphone akan mulai menyaingi penggunaan notebook, meski jumlahnya mungkin belum sangat besar.

© 2003 - 2006 eBizzAsia. All rights reserved.