Volume IV No 32 - Januari-Februari 2006
 

Telepon Internet

 

Pertumbuhan telepon tetap berbasis kabel cenderung menurun, sedang komunikasi nirkabel dan seluler terus meningkat. Tahun 2009, tak kurang dari 99 persen sambungan baru yang diminta pelanggan adalah koneksi nirkabel. Sementara, pengguna telepon Internet terus meningkat jumlahnya.

Pada tahun 2004, hampir 90 persen dari koneksi telekomunikasi baru dunia berupa komunikasi bergerak ( mobile ). Sementara di Amerika Utara, Eropa Barat dan negara-negara maju lainnya, sambungan telekomunikasi kabel tradisional cenderung menurun, terutama karena semakin banyak orang yang menggunakan jalur kabel untuk komunikasi data kecepatan tinggi melalui sambungan DSL ( digital subscriber line ). Sedang, komunikasi suaranya berpindah ke telepon selular ( cellular phone ) dan Telepon Internet.

Belakangan ini, semakin banyak yang menggunakan layanan voice over Internet Protocol (VoIP) sebagai tambahan layanan komunikasi suara mereka. Ketika teknologinya semakin nyaman digunakan dan layanan VoIP meningkat, diperkirakan mereka akan meninggalkan penggunaan telepon kabel tradisionalnya. Sebaliknya, telepon bergerak atau selular akan menjadi pilihan yang semakin digandrungi di banyak negara, khususnya di Asia, seperti China, Malaysia, Singapura, Indonesia, Thailand dan lainnya. Tahun 2009, diperkirakan 99 persen sambungan komunikasi suara baru yang diminta pelanggan adalah koneksi nirkabel.

Dalam dua tahun ke depan, menurut kajian terbaru Infonetics Research, jumlah organisasi yang menggunakan voice over wireless LAN (WLAN) akan melipat tiga, yakni dari sekitar 10% saat ini menjadi 31% tahun 2007. Ini terutama didorong oleh semakin banyaknya tersedia perangkat VoIP nirkabel dan infrastruktur nirkabel berkemampuan suara.

Contohnya, Ford Motor Co. yang memutuskan untuk membangun jaringan 50.000 telepon VoIP, yang pengelolaannya diserahkan pada SBC Communication Inc. Jaringan itu dibangun untuk menjangkau 110 kantornya. Sementara, saat ini, Ford memiliki tak kurang dari 327.000 karyawan, baik lokal maupun mancanegara. Ford memang tidak sendirian, karena sebelumnya Boeing telah juga membangunan jaringan 60.000 telepon VoIP.

Di Eropa, salah satu bank terbesar, Lloyds TSB, telah menginvestasikan proyek berjangka waktu tujuh tahun untuk pembangunan dan pengelolaan jaringan broadband , di antaranya 70.000 sambungan telepon VoIP. Pembangunan VoIP, yang ditangani oleh IBM itu, diperkirakan berlangsung untuk waktu 20 bulan ke depan sejak akhir 2004. Proyek berbasis jaringan kabel serat optik ini ditenggarai merupakan proyek pembangunan VoIP terbesar di Eropa.

Infonetics Research melihat bahwa pertumbuhan VoIP cukup tajam, yang ditandai dengan meningkatnya penjualan perangkat VoIP oleh para operator telekomunikasi, pada kuartal kedua tahun 2005. Pendapatannya naik 18% dari kuartal pertama tahun 2005 yang mencapai 614 juta dolar AS. Naik 55% dibandingkan kuartal yang sama tahun lalu, sehingga menurut perkiraaan Infonetics pada tahun 2008 mendatang nilainya akan mencapai 5,7 miliar dolar AS. Dari berbagai produk VoIP untuk perusahaan menunjukkan peningkatan yang relatif sama, kecuali softswitch class 4 dan media server . Sedang aplikasi softswitch class 5 menunjukkan peningkatan yang tajam, dimana pendapatan dari keseluruhan penjualan softswitch mencapai 247 juta dolar AS, atau 15% di atas kuartal pertama.

Amerika Utara dan Eropa merupakan dua kawasan dengan pertumbuhan cukup tinggi, yakni mencapai 40% hingga 2008. Pasar residensial dan SOHO ( small office home office ) juga cukup besar perkembangannya. Di Amerika Utara meningkat dari 1,1 juta pelanggan tahun 2004, naik menjadi 24,3 juta pelanggan tahun 2008. Sedang di Eropa akan meningkat 6 juta pelanggan setiap tahunnya dari tahun 2006 hingga 2008, sehingga melonjak dari 2,2 juta pelanggan tahun 2004 menjadi 27,8 juta tahun 2008.

Hal itu setidaknya didorong oleh semakin meningkatnya kemampuan VoIP dalam menyediakan layanan, karena kemampuannya sangat bervariasi dan mendukung berbagai kebutuhan masa kini. Berdasarkan hasil penelitian IDC, penerapan VoIP dengan sejumlah fitur yang dimilikinya saat ini, terbukti telah menarik minat banyak pengguna, termasuk pengguna korporasi. Beberapa fitur yang menarik minat pengguna, antara lain Voice mail (68%), Audioconferencing (65%) dan Unified Messaging (45%). Namun, Videoconferencing pun tampaknya mulai banyak digunakan (36%), sedang Directory Services menempati urutan ke empat sebesar 42%. Contact center dan Click-to-dial hampir sama, yakni sekitar 27%-28%.

Gambar 1: Fitur-fitur VoIP yang paling disukai pengguna

Di Indonesia, meski penerapan VoIP masih tergolong early adoption dan penggelarannya di kalangan perusahaan relatif masih terbatas, namun, untuk beberapa kasus, penggelaran VoIP dalam skala cukup besar mulai dilakukan. Salah satu bank publik terbesar di tanah air dikabarkan dalam tahap penyelesaian penggelaran VoIP di ratusan kantor cabangnya. Sebuah perusahaan kontraktor asing, yang beroperasi di tanah air, juga dikabarkan melakukan terobosan dengan menggelar VoIP melalui jaringan VSAT.

Sementara untuk kepentingan pelanggannya, PT Telkom telah menyediakan layanan berbasis VoIP ini untuk panggilan SLI melalui TelkomGlobal 017. Untuk sambungan baru, yang dulu lebih banyak berbasis jaringan kabel, maka ke depan akan diisi dengan sambungan fixed wireless , semacam TelkomFlexi, Esia dan sebagainya. Termasuk untuk pengembangan program USO ( universal service obligation ) tampaknya akan didukung jaringan nirkabel, khsusunya berbasis satelit.

Ke depan, penggunaannya akan terus meningkat, terutama karena terjadinya lonjakan jumlah pengguna, dan semakin banyaknya korporasi yang terlibat dalam penerapannya secara besar-besaran.

© 2003 - 2006 eBizzAsia. All rights reserved.