Volume IV No 32 - Januari-Februari 2006
 

Business Intelligence

 

Pasar sistem Business Intelligence Indonesia diproyeksikan US$1,7 juta pada 2009, atau meningkat 60,4% dari sekitar US$400.000 pada 2004. Pasar BI Asia Pasifik tumbuh 24,2% dan nilainya mencapai US$137,2 juta. Dengan pertumbuhan 15,3% per tahun, pada 2009 nilainya mencapai US$248,2 juta.

Dewasa ini, perkembangan bisnis terasa begitu cepat. Semakin banyak bisnis baru yang tumbuh, baik bisnis-bisnis yang dimulai dari awal maupun menjalankan bisnis-bisnis yang sudah dikenal alias franchise - lokal maupun asing. Tuntutan perubahan itu mendorong terjadinya peningkatan persaingan yang lebih tajam dan tidak mudah dihadapi. Ditambah lagi, dengan munculnya dua kekuatan ekonomi dunia yang baru, China dan India, tak pelak juga sangat mempengaruhi perkembangan bisnis, bukan hanya di kawasan dunia dan Asia, melainkan juga di Indonesia.

Tantangan itu semakin mendorong para eksekutif bisnis untuk berupaya tidak saja mempertahankan bisnis mereka di kancah persaingan yang semakin marak itu, melainkan bagaimana bisnis mereka dapat terus berkembang. Karenanya, hal itu semakin membuat para eksekutif membutuhkan informasi yang akurat dan cepat, terutama dalam proses pengambilan keputusan. Dalam konteks itulah, penerapan sistem Business Intelligence (BI) menjadi sangat strategis. Dengan menerapkan sistem BI akan memungkinkan perusahaan-perusahaan dapat menghimpun lebih banyak informasi dan membuat analisis secara cepat dan tepat, terlebih lagi jika operasi perusahaannya berada di lokasi yang berbeda-beda.

Teknologi ini, memang bukan baru, tetapi pertumbuhannya terus meningkat. BI merupakan suatu sistem yang digunakan untuk mengumpulkan, menyimpan, mengakses dan menganalisis data perusahaan, terutama untuk membantu proses pengambilan keputusan. Biasanya, BI digunakan untuk memetakan profil pelanggan, pelayanan pelanggan, riset pasar, segmentasi pasar, tingkat profit produk, analisa statistik, inventaris dan distribusi. Hal itu sangat dibutuhkan oleh perusahaan-perusahaan, terutama dalam lingkungan bisnis yang sangat kompetitif, untuk siap menghadapi persaingan dengan membuat keputusan-keputusan bisnis yang tepat secara cepat.

Penerapkan sistem BI, menurut penelitian Gartner akan menjadi salah satu dari tiga prioritas para CIO perusahaan di tahun 2006. Selain itu, para CIO yang akan menerapkan BI diperkirakan akan menghabiskan 5-10% bujet pembelian peranti lunaknya untuk menyediakan peranti tersebut.

The Society for Information Management , suatu kelompok pimpinan informasi korporat kelas atas, mengungkapkan bahwa sistem BI, berikut security dan business process management , akan menjadi perioritas utama mereka di tahun 2006. Selain itu, penelitian yang dilakukan CIO Insight, menemukan bahwa 4 dari 5 perusahaan yang menggunakan peranti lunak BI memperoleh dampak positif yang terukur terhadap peningkatan pendapatan perusahaan mereka. Contohnya, LexisNexis, perusahaan penyedia informasi, yang menerapkan BI untuk memperbaiki segmen dan mengidentifikasi pelanggan, terbukti mampu menghemat biaya dan memperoleh pendapatan baru hingga US$40 juta.

Selain BI, teknologi lainnya yang diperkirakan akan memanas adalah security software . Juga virtualization , yang merupakan teknik untuk mengonsolidasi sumber-sumber teknologi; dan Service-Oriented Architecture (SOA), yakni strategi perancangan peranti lunak yang ditujukan untuk meningkatkan integrasi sistem.

Di Indonesia sendiri, pasar sistem BI diproyeksikan mencapai US$1,7 juta pada tahun 2009, atau bertumbuh 60,4% dari nilai yang masih sekitar US$400.000 pada tahun 2004. Sementara di Asia Pasifik, pasar sistem BI tumbuh 24,2% dengan nilai mencapai US$137,2 juta. Dengan proyeksi pertumbuhan 15,3% per tahun, menurut Gartner, pada tahun 2009 nilainya akan mencapai US$248,2 juta.

i negara-negara berkembang seperti Indonesia, Malaysia dan Thailand, beberapa perusahaan saat ini telah menerapkan sistem BI, terutama untuk menurunkan biaya sekaligus meningkatkan efisiensi operasional perusahaan mereka. Di samping, tentunya, meningkatkan daya saing bisnis mereka. Ke depan, diperkirakan akan semakin banyak lagi perusahaan-perusahaan yang menerapkan sistem BI ini, tak hanya di Indonesia, terutama di lingkungan regional maupun mancanegara. Di Amerika, misalnya, sektor ritel, pemerintahan, jasa keuangan dan jasa perawatan kesehatan ( healthcare ) menjadi pendorong meningkatnya penggunaan sistem BI.

© 2003 - 2006 eBizzAsia. All rights reserved.