Selama ini, sektor jasa pelayanan kesehatan ( healthcare ) dianggap yang kurang investasinya dalam penerapan teknologi informasi (TI), namun, saat ini ke depan, hal itu akan berubah. Lihat saja di sekeliling kita, kini semakin banyak rumah-rumah sakit, apotek dan pengelola jasa kesehatan yang telah mulai menerapkan sistem TI, baik yang terkait dengan sistem administrasi, keuangan, pelayanan konsumen atau pelanggan, sistem inventori dan sebagainya.
Investasi TI di sektor ini diperkirakan akan terus meningkat, terutama jika dilihat dari adanya kebutuhan untuk memberikan pelayanan yang lebih baik, yang hal itu sampai pada kebutuhan untuk membangun jaringan kerjasama yang lebih optimal dan efisien. Dalam kaitan itu, analis Gartner malah memprediksi bahwa pada tahun 2009, investasi TI di sektor jasa pelayanan kesehatan ini akan melebihi 50 persen, yang memungkinkan para ahli kesehatan, termasuk dokter, untuk meningkatkan layanannya dan mengurangi tingkat kematian pasien hingga 50 persen pada tahun 2013.
"Adopsi TI yang dilakukan belakangan ini, yang juga mendukung peningkatan keselamatan dan penghematan biaya, adalah semakin meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap suatu bentuk pelayanan yang didukung oleh TI, yang dapat dilihat sebagai upaya meningkatkan ukuran-ukuran kualitas, sistem pelporan yang lebih transparan dan terkait dengan aspek insentif keuangan,” ujar Wes Rishel, managing vice president Gartner .
Namun, disebutkan bahwa tantangan terbesar dalam penerapan TI ini adalah yang terkait dengan lembaga-lembaga pelayanan kesehatan yang kecil-kecil, misalnya, kalau di Indonesia, adalah Puskesmas, Klinik dan sebagainya, yang justru menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat.
Dukungan TI yang menunjukkan pertumbuhan tertinggi di dunia dari tahun ke tahun adalah perangkat keras (29 persen), sistem keuangan dan revenue cycle management (26 persen), telehealth (25 persen), dan carts and mobile workstations (24 percent).
i Indonesia, kecenderungan ini semakin jelas dengan mulai banyaknya rumah-rumah sakit yang telah menerapkan sistem TI, baik untuk kepetingan administratif, pelayanan, keuangan dan inventori, serta pembuatan laporan dan dukungan data statistik. Hal ini tampaknya akan terus meningkat, terutama dalam upaya mengoptimalkan komunikasi data dan informasi antar rumah sakit, rumah sakit dan departemen kesehatan dan lain sebagainya. |