Volume IV No 32 - Januari-Februari 2006
 

 

Skype
Melirik Peluang dari VoIP Gratis

 

Di era teknologi digital, konvergensi data dan suara menjadi suatu fenomena yang lazim dijumpai. Munculnya teknologi voice over internet protocols alias VoIP memungkinkan komunikasi suara bisa disalurkan melalui jaringan data atau Internet.

 

Dampaknya bagi sebuah perusahaan bisa ditebak. Perusahaan tidak lagi direpotkan harus mengelola infrastuktur yang terpisah antara jaringan data dan jaringan suara, yang biasanya diladeni dengan sistem PABX ( Private Automatic Branch Exchange ). Infrastruktur jaringan pun menjadi lebih ‘sederhana'.

Tapi, hadirnya VoIP tak cuma menguntungkan dari sisi pengoperasian dan pengelolaan jaringan saja. Biaya telekomunikasi, yang umumnya menjadi momok berbagai perusahaan, khususnya perusahaan-perusahaan dengan banyak cabang, bisa ditekan. Dalam sebuah kesempatan, Managing Director Cisco Indonesia , Irfan Setiaputra, mengatakan bahwa penerapan telekomunikasi suara berbasis Internet diklaim bisa menghemat 40 persen anggaran sebuah perusahaan.

Di tanah air, aplikasi VoIP sendiri masih terkategori early adoption . Penggelarannya di kalangan perusahaan memang relatif masih terbatas. Namun, untuk beberapa kasus, penggelaran VoIP dalam skala cukup besar mulai terjadi. Salah satu bank publik terbesar di tanah air dikabarkan dalam tahap penyelesaian penggelaran VoIP di ratusan kantor cabangnya. Sebuah perusahaan kontraktor asing, yang beroperasi di tanah air, juga dikabarkan melakukan terobosan dengan menggelar VoIP melalui jaringan VSAT. Bahkan, sebenarnya, di ranah layanan publik pun layanan VoIP ini sudah bisa dinikmati cukup lama. Misalnya, layanan SLJJ yang disediakan operator telekomunikasi incumbent Telkom dengan TelkomGlobal 017-nya.

Saat ini, VoIP pun berkembang menjadi suatu layanan individual yang tak pernah terbayangkan sebelumnya. Pengguna tak lagi harus berhubungan dengan operator telekomunikasi hanya untuk mendapatkan layanan VoIP, karena pengguna bisa membangunnya sendiri. Beragam layanan VoIP kini ditawarkan melalui Web, gratis pula. Contohnya yang mungkin sudah sangat familiar adalah layanan VoIP yang disediakan Skype.

Fenomenal

Sebagai suatu perusahaan, Skype memang memiliki daya tarik yang cukup fenomenal. Dengan lebih dari 66 juta pelanggan teregistrasi dan lebih dari 220 juta peranti lunak yang telah di download , boleh dikata Skype mengoperasikan layanan Internet phone atau VoIP terbesar di dunia. Dan agaknya tidak ada tanda-tanda laju Skype melambat. Bayangkan saja, setiap harinya, Skype menggaet tak kurang dari 150.000 pelanggan baru. Meski pelanggannya puluhan juta, hampir sebagian besar dari pelanggan itu tidak membayar sesen pun untuk percakapan suara via Internet, karena Skype sendiri menggratiskan percakapan komputer-ke-komputer antar sesama pelanggan Skype. Jika panggilan itu dilakukan dari komputer ke POTS ( plain old telephony system ) maupun ponsel, yang dikenal dengan layanan SkypeOut, barulah Skype membebankan biaya masing-masing sebesar 2 sen dan 5 sen dolar AS.

Profil Skype pun terangkat ketika perusahaan yang didirikan Niklas Zennström dan Janus Friis, yang juga menciptakan peranti lunak peer-to-peer KaZaA ini diakuisi eBay dengan nilai sebesar 2,6 miliar dolar AS. Langkah yang cukup mengejutkan mengingat Skype bukanlah perusahaan telekomunikasi dalam pandangan tradisional. Perusahaan ini tidak menggelar kabel yang malang melintang sampai ke pelosok daerah, atau memiliki gedung khusus yang disesaki berbagai perangkat switching . Alih-alih, Skype mengembangkan peranti lunak VoIP client yang mendompleng infrastruktur Internet yang sudah ada, dan memungkinkan penggunanya berkomunikasi satu sama lain.

Perbedaan utama antara Skype dengan solusi berbasis VoIP client lainnya adalah pengoperasiannya yang mengusung model peer-to-peer , bukan memanfaatkan model server-client yang lazimnya dijumpai pada solusi VoIP tradisional. Selain itu, user directory Skype seluruhnya terdesentralisasi dan terdistribusi di berbagai titik simpul jaringan. Artinya, jaringan Skype dapat diperbesar skalanya dengan mudah tanpa membutuhkan infrastruktur terpusat yang kompleks dan mahal.

Apa yang terjadi pada komunikasi suara melalui Internet sekarang hanyalah sebuah permulaan saja. Ke depan, Skype merencanakan komunikasi video secara real-time. Fitur ini tidak saja menarik bagi para pengguna pribadi, tetapi juga berpotensi untuk kepentingan bisnis. Bayangkan sebuah layanan video yang memungkinkan orang menjual berbagai jenis jasa, seperti konsultasi bisnis melalui Web, atau sebagai sarana alternatif untuk mempertemukan penjual dan pembeli.

Selain itu, Skype kini menjadi magnet bagi para pengembang peranti lunak maupun vendor perangkat keras untuk berkolaborasi dalam mengintegrasikan produknya ke solusi yang disediakan Skype. Lebih dari 1.000 pengembang tengah mengembangkan add-on untuk platform Skype dan lebih dari 200 aplikasi Skype- enabled kini tersedia.

Aplikasi-aplikasi itu tak cuma ditujukan bagi kalangan pengguna individual, tetapi juga aplikasi bisnis. Salah satunya adalah SkypeForce, yang mengintegrasikan layanan Internet voice Skype dengan peranti lunak customer relationship management (CRM) buatan Salesforce.com. Dengan aplikasi itu, ketika seorang customer menghubungi seorang tenaga penjual melalui Skype, peranti lunak tersebut secara otomatis akan menampilkan informasi customer bersangkutan yang tersimpan di database Salesforce.com.

Ada pula sejumlah aplikasi yang dibuat untuk menutupi kelemahan Skype dalam hal penyediaan enterprise-grade security . Salah satunya adalah Extend360, suatu solusi peranti lunak untuk memberikan akses yang aman bagi para pekerja bergerak ( mobile worker ). Solusi yang dikembangkan Fiberlink ini menyediakan koneksi yang aman melalui berbagai jenis akses, termasuk VPN, menangani masalah otentikasi dan enkripsi, maupun penegakan security policy perusahaan.

Kepopuleran Skype tak hanya menarik para pengembang peranti lunak. Sejumlah vendor perangkat keras pun mulai menawarkan produk-produk yang bisa terintegrasi dengan layanan Skype. Sebut saja perangkat cordless internet telephony kit CIT200 yang dikembangkan Linksys, yang merupakan perpanjangan tangan komunikasi suara melalui Skype. Alih-alih harus berhadapan dengan PC untuk melakukan percakapan, pengguna kini bisa bergerak bebas sambil memegang handset nirkabel di tangan.

Dengan ekosistem yang terus berkembang dan semakin lengkap, praktis Skype menjadi jawara dalam penyediaan layanan VoIP gratis melalui Web. Namun, bukan berarti persaingan tidak ada. “Skype memang memelopori pengintegrasian suara, IM dan panggilan jarak jauh. Tetapi, persaingan terus berkembang setiap hari,” ujar Maribel Lopez, seorang analis dari Forrester Research.

Seperti diketahui, Skype memang tidak sendirian dalam menyediakan layanan berhalo ria di dunia maya ini. Ada Microsoft yang mencoba mencicipi kue VoIP dengan menggandeng penyedia VoIP Teleo sejak Agustus lalu. Kemudian ada raksasa search engine seperti Google yang belum lama ini melansir Google Talk, serta Yahoo! yang menambahkan fitur VoIP pada layanan messenger -nya yang sangat populer, Yahoo! Messenger. Seakan tak mau kalah langkah dengan para rival, AOL juga bersiap-siap meluncurkan layanan VoIP sendiri yang diberi label TotalTalk. Dan, jangan lupa, perusahaan-perusahaan telekomunikasi, penyedia layanan kabel maupun penyedia telekomunikasi tradisional lainnya, pun turut menggarap VoIP.

Persaingan pun datang dari sejumlah perusahaan debutan, misalnya Gizmo Project dan PeerMe, yang belum lama ini meluncurkan layanan VoIP client . Meski debutan, namun dalam beberapa hal, layanan yang mereka tawarkan berpotensi menjadi pesaing serius Skype di masa datang.

Ambil contoh Gizmo Project. Diluncurkan Juli 2005 lalu, Gizmo menawarkan akses VoIP nyaman, dengan pengonfigurasian yang mudah tidak hanya di jaringan Gizmo, tetapi juga berbagai jaringan VoIP lainnya, bahkan sistem PBX berbasis SIP (session initiation protocol). Hal itu tentu memberikan keunggulan tersendiri dibandingkan Skype, yang menggunakan sistem VoIP proprietary , sehingga percakapan cuma bisa terjadi di antara sesama pengguna ber- platform Skype.

Dalam beberapa fitur, Gizmo Project juga menawarkan kelebihan, seperti fitur merekam percakapan cukup dengan sekali klik tombol, voicemail gratis, dan conference call dengan 10 partisipan (sementara Skype hanya 5 partisipan).

Berbenah diri

Terlepas dari masalah persaingan, potensi Skype untuk dimanfaatkan sebagai tool korporat cukup besar. Apalagi, seperti disebutkan di atas, telah banyak tersedia aplikasi terintegrasi yang cocok untuk kebutuhan perusahaan. Namun, penggelaran Skype untuk aplikasi perusahaan tidak serta merta dilakukan begitu saja. Lazimnya suatu emerging market , Skype pun masih menghadapi sejumlah masalah. Yang paling mencolok adalah masalah standar. Karena Skype memilih untuk mengembangkan protokolnya sendiri untuk menginterkoneksikan platform nya dan nyaris mengabaikan standar yang sudah ada dan banyak digunakan saat ini, seperti SIP.

Masalah lain yang tak kalah hangatnya adalah security . Skype diakui menyediakan banyak fitur canggih untuk komunikasi suara dan teks dengan biaya nyaris nol. Namun, sejumlah pihak menenggarai solusi itu berpotensi menimbulkan masalah security ketika diterapkan di perusahaan, sekalipun Skype sendiri sudah mengenkripsi seluruh percakapan, instant message maupun file transfer sejak awal proses itu dilakukan. Sayangnya, Skype mengembangkan metode proprietary untuk membangun jaringan peer-to-peer -nya secara global. Dan, peranti lunak proprietary umumnya membuat banyak pihak was-was.

Seorang praktisi network security independen asal AS, Rodney Thayer, mengatakan bahwa suatu arsitektur security jaringan enterprise yang baik akan membenarkan penggunaan solusi popular, seperti Skype, hanya jika aplikasi tersebut memiliki protokol komunikasi yang baik, peranti lunak yang dibangun dengan menggunakan teknologi security yang diakui secara luas dan dukungan vendor yang kuat. “Skype tidak memiliki ketiga hal itu,” ujarnya.

Dengan permasalahan seperti itu, agaknya Skype harus berjuang lebih keras untuk memperoleh legitimasi sebagai solusi yang aman dan sesuai dengan tuntutan pengguna bisnis. Namun, hal itu tentunya sudah disadari pengelola Skype. Apalagi, setelah eBay secara resmi mengambil alih Skype, opsi security yang lebih baik tentu bukan hal yang bisa ditawar lagi. Dengan alasan regulatory compliance , pihak berwenang AS tentu lebih memiliki kekuatan untuk menekan eBay untuk membenahi solusi Skype, ketimbang ketika Skype masih menjadi perusahaan yang berbasis di Luxemburg.

Terlepas dari masalah security yang masih harus dibenahi, layanan VoIP gratis tetap bisa menjadi alternatif solusi komunikasi yang menggiurkan bagi kalangan perusahaan, khususnya usaha kecil dan menengah. Bayangkan berapa biaya komunikasi yang bisa dihemat, katakanlah oleh sebuah usaha perajin mebel di Jepara, ketika berkomunikasi dengan calon pembeli di luar negeri. Tentu hal itu juga harus didukung infrastruktur Internet yang memadai, seperti akses broadband yang handal, namun dengan harga terjangkau. Sayang, yang terakhir itu justru masih menjadi barang langka di negeri ini. arief

 

SIDE BAR

Keuntungan Tersembunyi Dibalik Akuisisi

Akuisisi suatu perusahaan high profile, seperti Skype, tak serta menimbulkan sentimen positif. Ketika eBay memutuskan untuk mengakuisisi Skype dengan nilai 2,6 miliar dolar AS, sontak sejumlah pihak, seperti pelaku ekonomi di Wall Street menilai bahwa eBay membayar terlalu mahal untuk mengambil alih perusahaan yang bermarkas di Luxemburg ini.

Bahkan, harga saham eBay pun jatuh sebesar 5 persen ketika rumor mengenai akuisisi Skype mulai beredar seminggu sebelum pengumuman resmi dikeluarkan. Sejumlah analis di Bear Stearns dan CIBC World Market menurunkan rating saham eBay seminggu setelah pengumuman akuisisi dikeluarkan. Banyak, memang, suara miring terhadap akuisisi itu.

Tapi, boleh jadi Meg Whitman, CEO Ebay Inc. memiliki jurus-jurus maupun trik-trik ampuh dengan memanfaatkan basis pelanggan Skype yang besar, dan mencari cara baru untuk menggiring mereka untuk membayar layanan-layanan lainnya. Bahkan, mungkin saja ia bakal menjadi orang pertama yang mentransformasikan VoIP dari teknologi canggih penghemat tagihan biaya SLJJ menjadi suatu peranti korporat strategis.

Saat ini, Skype menawarkan layanan instant messaging dan komunikasi suara secara real-time . Dengan menggandengkan layanan itu ke dalam layanan eBay, tentunya akan mempermudah pembeli maupun penjual berkomunikasi satu sama lain. Diharapkan, hal itu bakal mendorong proses jual beli lebih cepat, dan customer pun makin puas.

Kombinasi layanan suara dan jual beli online berpotensi memberikan dampak besar pada penjualan barang-barang bernilai tinggi, seperti mobil, peralatan musik, perhiasan dan barang-barang industri. Apalagi, barang-barang seperti itu menyumbang sekitar 40 persen dari uang yang berputar pada transaksi jual beli melalui eBay. Dengan layanan suara via Skype, alih-alih mengirim query melalui e-mail dan menunggu jawaban yang mungkin saja tidak lengkap atau tuntas, pembeli cukup mengklik tombol Skype dan berbicara langsung dengan penjual.

Memperbesar basis pelanggan eBay bisa jadi juga menjadi alasan eBay membeli Skype. Dari sekitar 66 juta pelanggan Skype, hanya 1 persen dari basis pelanggan Skype di AS yang menggunakan eBay. Sebagian besar pelanggan Skype, sekitar 48 persen, berasal dari daratan Eropa, diikuti oleh Asia, dengan basis pelanggan sekitar 27 persen.

Namun, apapun alasan di balik akuisisi itu, dan siapapun pemiliknya, tentunya pelanggan Skype yang ada sekarang ini tentunya berharap tetap dapat menikmati layanan VoIP gratis. cin/aa

© 2003 - 2006 eBizzAsia. All rights reserved.