HOME | NEWS | MAGAZINE | CONTACT | LINKS
header3.jpg
 
 
ONLINE
Home
News
MAGAZINE
Current Issue
All Editions
Editor's Desk
Headline
Enterprise
Case Study
Insights
Interview
Columns
CONTACT
Redaksi
 
Home arrow News arrow Cisco Hapus Keterbatasan Komunikasi Radio dengan Teknologi IP
VOLUME IV / N0. 36 / 2006
 
Cisco Hapus Keterbatasan Komunikasi Radio dengan Teknologi IP Print E-mail
Wednesday, 04 April 2007

IP Communication - Cisco menghapus keterbatasan komunikasi radio dua arah. Kini, perangkat handy-talky (HT)-pun bisa ’berbicara’ dengan handphone, bahkan laptop.

Hal itu dimungkinkan dengan solusi komunikasi berbasis IP terbaru Cisco, yakni IP Interoperability Collaboration System (IPICS) 2.0. Moda komunikasi via Public Switched Telephone Network (PSTN), Land Mobile Radio (LMR), telepon seluler, komputer dan Push-to-Talk (PTT) dirajut menjadi satu di dalam jaringan berbasis IP.

Alhasil, pengguna bisa melakukan respon dengan menghantarkan informasi dari berbagai jenis perangkat seperti radio, IP Phone, ponsel bahkan notebook dengan software push-to-talk.

Menurut Irfan Setiaputra, Managing Director Cisco Systems Indonesia, hadirnya Cisco IPICS 2.0 ini semakin menegaskan posisi jaringan IP sebagai platform komunikasi, dimana interoperabilitas antar berbagai jenis perangkat komunikasi berbeda kini dapat teratasi. Selain itu, perusahaan juga menghemat biaya untuk mengelola ‘pulau-pulau’ perangkat komunikasi yang sebelumnya tak saling terhubung.

“Respon karyawan pun lebih cepat. Dengan satu perangkat komunikasi, kita dapat berkomunikasi tanpa dibatasi lokasi dan jenis jaringannya,” ujar Irfan kepada para wartawan di Jakarta, 4/4/07.

Solusi IPICS ini ditujukan bagi sektor-sektor industri yang banyak mengerahkan SDM pengguna komunikasi radio dalam pekerjaannya, antara lain perminyakan, pertambangan, perkebunan, dan juga sektor pemerintahan termasuk kepolisian dan militer.

Di tanah air, IPICS sudah digunakan salah satu perusahaan perkebunan yang memiliki operasi di Sumatera. Sayang, Cisco menolak menyebutkan perusahaan mana yang dimaksud.

Menurut Budi Santoso, Cross Industry Director, Cisco Systems Indonesia, IPICS juga mengatasi batasan geografis dari penggunaan perangkat HT. Komunikasi HT kini dapat dilakukan antar pulau satu dengan pulau lainnya.

“Bahkan, komunikasi antar HT dengan kanal berbeda kini bisa dilakukan,” imbuhnya. Sebagai contoh, pengguna HT dari pihak kepolisian dan ambulans yang selama ini masing-masing menggunakan kanal radio berbeda kini dapat saling berkomunikasi tanpa harus merubah kanalnya.

Tak hanya itu. Selain berkomunikasi antar sesama pengguna HT, mereka pun bisa berbicara dengan pengguna IP Phone, ponsel dan notebook. Pun sebaliknya.

Menurut Budi, penggelaran solusi IPICS ini relatif cepat dan mudah. Pasalnya, komponen-komponen yang membentuk sebuah sistem IPICS tidak terlalu rumit, hanya terdiri dari server IPICS, router dengan peranti lunak khusus yang berfungsi sebagai PABX berbasis IP, serta perangkat komunikasi radio. ”Penggelarannya tidak sampai sehari,” imbuhnya.

Untuk menggelar sebuah sistem IPICS yang lengkap, sebuah perusahaan minimal harus menyediakan dana sekitar 55.000 dolar AS. ”Tapi, jika calon pengguna sudah memiliki router Cisco, mereka tinggal melengkapinya dengan server IPICS dan kabel khusus untuk membentuk sistem ini,” ujar Budi. /aa

 
< Prev   Next >
 
TOP 10 ARTICLES
 
FREE REGISTRATION





Lost Password?
No account yet? Register
 
 
 
 
 
 
HOME | NEWS | MAGAZINE | CONTACT | LINKS
 
© 2007-2009 eBizzAsia Magazine | All rights reserved.